
KEESOKAN HARI
pagi ini ketiga isteri Nicholas sudah berada di rumah besar milik tuan Danilo.
"Dasar sialan, wanita itu berani seperti itu di depan kita." ucap isteri pertama.
Benar sekali, wanita itu benar-benar menantang kita.
"Apa dia tidak tahu kalau kita bisa membuatnya terluka." ucap istri kedua.
"Sebenarnya sih kalau dipikir-pikir dia itu berhak untuk mendapatkan kasih sayang juga sih, coba pikirkan dia adalah istri keempat dari suami kita. istri yang diakui secara negara dan agama sedangkan kita walaupun kita istri terdahulu tapi kita tidak mempunyai catatan negara. kita ini ibaratnya cuma selir yang dianggap aja." kata-kata yang keluar dari mulut istri ketiga membuat istri pertama dan istri kedua langsung menatap tajam ke arah istri ketiga.
"Kamu mau dibuang dari sini secepatnya?" tanya istri pertama yang membuat istri ketiga langsung terdiam kembali.
"Kenapa aku harus dibuang, Memangnya apa salahku?" tanya istri ketiga.
"Kamu tahu kan, kita ini itu menikah cuma di bawah perjanjian. kita tidak bisa mengikatnya di atas kertas ataupun kita meminta dinikah secara negara. wanita brengsek itu hanya beruntung saja karena mertua kita meminta suami kita untuk menikahinya secara negara." ucap istri pertama.
"Kakak benar, kalau kita diam saja seperti ini bisa-bisa wanita itu tidak menghargai kita. kita tidak boleh diam saja kita harus membuat wanita itu tersingkir dari tempat ini.' istri kedua yang selalu memberikan percikan api agar semuanya lekas terbakar.
"Apa yang kalian lakukan di sini!!" seru Tuan Danilo yang melihat ketiga menantu kecebongnya itu ada di rumah.
"Selamat pagi, Papa!" seru ketiga istri Nicholas.
"Sudah tidak usah memberikan aku sambutan, cepat keluar dari rumahku. Aku benar-benar muak melihatmu wajah kalian itu!!" seru tuan Danilo yang kemudian meminta Gabriel untuk segera pergi ke perusahaan bersamanya. karena hari ini Nicholas akan berangkat siang jadi untuk sementara Gabriel yang akan mengurus perusahaan.
"Kenapa Papa pergi bersama Gabriel? lalu suami kami tidak ke perusahaan Papa?" tanya istri pertama.
"Dia itu sedang sibuk mengurusi istrinya, memangnya kalian yang mengurusnya." jawab Tuan Danilo yang kemudian pergi dengan semua unek-uneknya yang selalu tidak menyenangkan jika bertemu tiga selir dari Putri putranya tersebut.
"Aku sangat heran dengan pria tua itu, kenapa dia selalu tidak menyukai keberadaan kita?" tanya istri kedua kepada isteri pertama.
"Seperti biasanya, kamu tahu sendiri kan kalau dari dulu sampai sekarang dia tidak akan menyukai keberadaan kita." jawab istri ketiga.
"Pria itu memang pria Kurang ajar, Lihat saja kalau aku sudah menjadi istri sah dari putranya pasti aku akan memberikan pria tua itu pelajaran." ucap istri pertama.
__ADS_1
"Percuma saja kita akan memberikan pelajaran, seluruh kekayaan yang ada di sini kan milik tua pria itu." ucap istri ketiga yang dari tadi membuat jengkel istri pertama dan istri kedua.
Sekitar beberapa menit kemudian Nicolas sudah keluar dari kamar Laura, nampak pria itu menggendong Laura sedangkan Laura yang melihat ketiga istri suaminya yang lain wanita itu langsung membuat adegan yang begitu dramatis.
"Sayang, bawa aku ke taman dong. aku mau menghirup udara segar di sana." pinta manja Laura yang kemudian bergelayut manja di pundak Nicolas.
Nicholas tahu benar apa yang dilakukan oleh istrinya, namun pria itu akan melakukan apapun untuk istri keempatnya itu, entah semenjak Kapan Nicholas sudah terjebak pada permainan Cinta Laura.
"kamu ingin aku ambilkan makanan atau aku buatkan sesuatu?" tanya Nicholas.
"Buatkan aku sandwich aja ya, sayang. sama orange juice." jawab Laura.
Ketiga istri Nicholas yang ada di tempat itu nampak mereka benar-benar kesal dengan semua yang dilakukan oleh Laura.
"Wanita itu ingin membuat dirinya di akui oleh suami kita." ucap istri pertama.
Langkah kaki ketiga wanita itu nampak mendekati Laura yang sudah berada di taman belakang rumah besar.
"Ternyata Kamu licik juga ya." ucap istri pertama.
"Kamu dengan sengaja ingin mengambil perhatian suami kami ya!" bentak istri pertama.
"Ya tentulah, aku akan mengambil perhatian suamiku. dia kan juga suamiku Kenapa tidak boleh." jawab Laura santai.
"Dengar ya, jangan berani-berani kamu menggoda suami kami." ancam istri pertama yang terlihat begitu kesal.
"Halo nenek tua, dengarkan aku baik-baik ya. mau apapun itu adalah hakku, itu adalah keinginanku Jika kamu berani mengancamku seperti itu Bagaimana jika aku membuat laporan kepada polisi mengenai kecelakaan ku itu? mungkin saja aku mendapatkan beberapa bukti mengenai kecelakaan yang terjadi padaku itu." ucap Laura yang membuat istri pertama langsung kehilangan kata-kata.
"Kenapa kamu mengatakan hal itu pada kami?" tanya istri kedua.
"Ya mungkin saja diantara kalian lah yang mencoba menabrakku beberapa waktu yang lalu, jika aku mempunyai bukti itu maka akan kupastikan salah satu diantara kalian yang mempunyai rencana untuk membunuhku itu masuk penjara dan tidak akan bisa keluar lagi." jawab Laura.
"Kamu gila ya, walaupun kami membencimu Kami tidak akan mempunyai pemikiran untuk membunuhmu." jawab istri ketiga.
"Entahlah, tapi yang jelas aku akan mencari tahu mengenai orang yang sudah membuatku seperti ini. jika aku mendapatkan CCTV dari salah satu tempat kejadian itu mungkin saja aku akan langsung membawanya ke kantor polisi untuk di hukum. mungkin dia dihukum seumur hidup atau dihukum mati." ucap Laura yang membuat raut wajah istri pertama benar-benar sangat kebingungan.
__ADS_1
"Kamu jangan mengatakan sesuatu yang penuh dengan kebohongan, kamu itu adalah wanita haluh!" seru Isteri pertama.
"Kenapa kamu harus marah seperti itu, Aku kan cuma mengatakan apa yang sudah terjadi padaku. aku itu hampir mati karena ditabrak Lihatlah kaki dan tanganku ini sudah terluka parah. Jika dia melakukan sesuatu lebih dari ini mungkin saja aku sudah tewas mengenaskan." Laura yang melihat raut wajah istri pertama yang sudah pucat pasih.
Laura sangat yakin wanita itu memang berusaha untuk melukainya, Laura tidak akan tinggal diam wanita itu akan memberikan pelajaran kepada para wanita yang berusaha untuk mencelakainya ataupun adiknya. tak berselang lama terlihat Nicholas sudah kembali dengan membawa makanan dan minuman.
"Sayang Katanya kamu mau ke perusahaan? Kenapa tidak berangkat sekarang?" tanya Laura.
Saat ditanya oleh istri keempatnya seperti itu seketika Nicholas menatap ketiga istrinya yang berada di rumahnya.
"Oh ya Sayang, apa kamu mau ikut aku ke perusahaan? nanti aku akan membelikan kursi roda terlebih dahulu?" tanya Nicholas yang memang takut jika tiba-tiba Ketika istrinya itu melakukan sesuatu kepada Laura di saat istrinya itu tidak bisa melakukan apapun.
"Kenapa dia harus diajak ke perusahaan, sayang? biarkan saja dia di rumah bersama kami." istri pertama yang tidak suka jika Laura diajak ke perusahaan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1