GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.25


__ADS_3

"Kakak." panggil Nazar.


"Ada apa?" tanya Laura.


"Baiklah kalau begitu, kamu berbicaralah dahulu dengan adikmu." pinta Nicholas.


Setelah Nicholas keluar terlihat Nazar menatap kakaknya. bocah berusia 10 tahun itu sebenarnya sudah mengerti benar Bagaimana perjalanan hidup kakaknya.


"Apa Kakak habis menangis?" tanya Nazar kepada Laura.


"Tidak sayang, kakak tidak akan pernah menangis. Kakak sudah berjanji padamu kalau kakak akan kuat Kakak akan selalu menjaga dirimu." jawab Laura.


"Kakak, Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?" tanya Nazar kepada Laura yang membuat wanita itu menganggukkan kepalanya.


"Katakan saja, Kakak pasti akan mendengarkan kamu, Adik." jawab Laura.


Sesaat kemudian terlihat Nazar mengatakan sesuatu kepada Laura. Dia meminta kepada kakaknya untuk tetap bersama dengan Nicholas, bersama dengan pria itu bersama dengan dirinya. mereka bertiga hidup bersama.


"Bisa kan Kak?" tanya Nazar kepada Laura.


"Kenapa kamu ingin Kakak bersama pria itu?" tanya Laura.


"Dia adalah orang yang sangat baik, kak. tapi sayangnya istri-istrinya itu sangat jahat, mereka selalu menyakiti Kakak Nicholas." ucap Nazar yang membuat Laura hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Tenanglah adik, kakak akan selalu bersamamu, kamu jangan mengkhawatirkan hal itu." jawab Laura.


"Kakak, bila Nazar sudah tidak bisa bertahan lagi Nazar ingin Kakak bahagia. jangan terus menerus memikirkan aku, Aku ingin senyum di wajah Kakak seperti masa kecilku." ucap Nazar yang membuat Laura hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Bisa kan Kak? Maafkan aku jika aku masih kecil tapi pikiranku jahat, tapi jika Kakak Nicholas terus bersama istri-istrinya itu dia tidak akan bahagia. dia akan bahagia bersama dengan kakak." ucap Nazar yang membuat Laura hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Apakah kamu ingin hal itu, Nazar?" tanya Laura.


Bocah berusia 10 tahun dan beberapa bulan lagi berusia tepat 11 tahun. ternyata bocah itu menginginkan kebahagiaan untuk kakaknya.


Laura keluar dari kamar Nazar, wanita itu nampak menatap nyalang ke depan dengan semua perasaan yang begitu tidak dia pahami. langkah kaki Laura nampak menuntun wanita itu ke taman belakang rumah Tuan Danilo.


Laura terduduk sembari menatap bunga-bunga yang berjajar sangat indah, Laura terus menerus memikirkan apa yang dikatakan oleh adiknya tersebut. memang selalu saja para wanita itu menyakiti Laura Bahkan mereka juga hampir membuat adiknya itu kehilangan nyawanya.


"Aku tidak salah kan jika aku membalas dendam, mereka berusaha untuk menyakitiku dan adikku. Lalu kenapa aku tidak boleh melakukannya." ucap Laura yang kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi gantung tersebut. Kedua bola matanya nampak terpejam dengan semua pikiran yang terus memikirkan mengenai masa depannya untuk sang adik.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu pikirkan, Laura?" tanya tuan Danilo ketika sudah berada di taman belakang.


"Ayah, Ayah sudah lama di sini?" tanya Laura.


"Tidak, ayah barusan datang. tadi ayah melihatmu melamunkan sesuatu, Memangnya ada apa?" tanya Tuan Danilo.


"Entahlah ayah, Laura tidak mengerti apa yang harus aku lakukan. Laura sangat kebingungan Laura benar-benar tidak tahu apa yang harus lakukan." jawab Laura.


"Apakah kamu memikirkan apa yang dikatakan oleh adikmu itu?" tanya Tuan Danilo yang membuat Laura langsung menatap mertuanya tersebut.


"Kenapa kamu terkejut? Kamu bingung ya dengan kata-kata ayah?" tanya tuan Danilo yang membuat Laura menganggukkan kepala.


"Benar yang dikatakan oleh adikmu itu, Laura. cobalah kamu membuka hatimu untuk menerima Nicholas, kalian sudah menikah secara agama ataupun negara kamu pikirkanlah kebahagiaan Jangan pernah memikirkan ketiga wanita itu. mereka adalah wanita-wanita yang tidak akan bisa membahagiakan Putraku." ucap Tuan Danilo yang kemudian membelai rambut Laura.


"Oh ya Ayah, aku mau keluar sebentar ya. aku mau membeli sesuatu." ucap Laura yang kemudian berpamitan kepada ayah mertuanya.


Langkah kaki Laura berjalan menuju garasi rumah, sesaat kemudian motor besar itu telah melaju meninggalkan rumah milik Tuan Danilo. Entahlah Laura mau ke mana namun terlihat wanita itu akan membeli sesuatu, ketika di persimpangan jalan tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang langsung menabrak motor Laura.


BRAKK...


motor yang dikendarai Laura terpental begitu pula dengan Laura sendiri. beberapa luka didapatkan oleh Laura, Untung saja wanita itu menggunakan helm dan pelindung kaki.


"Kamu tidak apa-apa nona?!" seru salah satu pejalan kaki yang menolong Laura.


"Hentikan mobil itu?!" teriak salah satu orang-orang yang berlalu lalang.


Ketika mobil itu hendak dikejar mobil itu langsung melaju kencang, tanpa sengaja Laura melihat Siapa yang mengendarai mobil tersebut. Laura benar-benar tidak menyangka kalau salah satu dari istri Nicholas berusaha membunuhnya.


"Kalian benar-benar ingin bermain-main denganku ya? baiklah kalau begitu aku akan meladeni kalian, ayo kita bermain-main akan kubuat hidup kalian semakin menderita." ucap Laura yang terlihat terluka di bagian tangan dan kakinya.


"Nona, lebih baik kami bawa kamu ke rumah sakit." ucap salah satu orang yang ada di sana.


Laura menganggukkan kepalanya, wanita itu meminta salah satu orang yang menolongnya untuk menelpon Nicholas dan memberitahu pria itu. rencana akan segera dilakukan pembalasan dendam itu pun akan segera terlaksana, Laura nampak di bawah beberapa orang ke rumah sakit sedangkan motornya dititipkan di sebuah bengkel yang tidak terlalu jauh dari tempat kejadian.


Sekitar 30 menit kemudian Nicolas sudah sampai di rumah sakit, pria itu mencari keberadaan istrinya yang katanya mengalami kecelakaan.


"Bagaimana kondisimu, Laura?" tanya Nicholas.


"Kamu bisa lihat sendiri kan Bagaimana kondisiku." jawab Laura yang memperlihatkan Bagaimana kondisinya.

__ADS_1


Salah satu tangan terluka, kaki terluka dan beberapa luka kecil di tubuhnya.


"Bagaimana kondisi istri saya, dokter?" tanya Nicholas.


"Saya minta maaf ya tuan, kecelakaan ini membuat kakinya harus mengalami cedera yang lumayan parah. Mungkin dia harus beristirahat sekitar satu atau dua bulan." jawab dokter.


"Tapi, tidak terjadi luka dalam kan, dokter?" tanya Nicholas yang benar-benar sangat kebingungan, ketakutan gelisah dan semua pemikirannya itu keluar.


"Saya sarankan kepada anda untuk menjaga istri anda, kelihatannya dia harus melakukan sesuatu di rumah saja, dia tidak boleh banyak bergerak dan Tolong dijaga baik-baik." jawab dokter yang kemudian pergi.


Seketika wajah Nicolas langsung pucat pasih dengan penjelasan panjang lebar dari sang dokter.


"Kenapa kamu seperti ini sih, apa yang terjadi?" tanya Nicholas.


"Kalau aku tahu aku tidak akan berada di sini, tiba-tiba saja mobil itu langsung menabrak ku." jawab Laura.


"Lalu, Apakah tidak ada orang yang melihat nomor seri mobilnya atau plat kendaraannya?" tanya Nicholas.


"Entahlah, aku sudah terkapar Masa harus memikirkan nomor kendaraan tersebut sih." jawab Laura.


"Kamu dengarkan kata dokter, kamu tidak boleh melakukan apapun. Kamu duduk manis Aku akan merawatmu dan kamu jangan coba-coba untuk kabur dariku." ancam Nicholas yang membuat Laura menunjukkan senyum liciknya.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2