
"Satunya seperti ini yang satunya seperti itu, mereka benar-benar pria yang menyebalkan." ucap Laura yang bisa didengar oleh Adam.
"Halo Nona cerewet, Bisakah kamu mengulangi perkataanmu itu tadi?" tanya Adam sembari mendekati Laura.
"Memangnya apa yang aku katakan tadi, Tuan? Apakah aku mengatakan sesuatu." jawab Laura yang kemudian hendak pergi dari tempat itu.
"Dengar ya, kamu ini seorang wanita berbicaralah dengan sopan jika tidak aku akan menjahit mulutmu itu." ancam Adam.
"Halo tuan, Aku ini bukan pakaian yang harus kamu jahit ya. lebih baik kamu mencari pakaian sobek dan jahitlah pakaian itu, jangan pernah mencoba untuk mendekatiku ya karena aku tidak tertarik dengan pria-pria seperti kalian." ucap Laura.
"Kamu tidak ingin makan dulu, Nona Laura?" tanya salah satu pembantu.
"Tidak usah bi, nanti aku akan makan di tempat kerjaku. lagi pula aku akan terlambat jika aku makan dahulu di sini." jawab Laura dengan kata-kata yang sopan dan kata-kata yang begitu baik.
Adam yang mendengar perkataan itu wanita itu nampak dia sedikit terkejut, pertama kali bertemu di restoran cepat saji wanita itu mampu membungkam mulut Adam dengan begitu cepat. sekarang Adam dibuat terkejut ketika wanita itu berbicara begitu sopan kepada orang lain.
"Wow.., wanita ini benar-benar membuat kejutan begitu banyak." guman Adam dalam hati yang kemudian menatap wanita tersebut.
"Dia menggunakan mobil apa ketika dia berangkat bekerja?" tanya Adam kepada salah satu pembantu.
"Nona Laura tidak menggunakan mobil, Tuan. Nona Laura menggunakan sepeda motor besar yang berwarna hitam itu." jawab Salah satu pembantu.
Sebuah senyum ditunjukkan oleh Adam ketika mendengar jawaban seperti itu, wanita mandiri yang ternyata istri keempat adiknya tersebut.
"Kelihatannya pernikahan ini salah tempat, wanita itu tidak seharusnya menikah dengan adikku." ucap Adam yang kemudian pergi dari ruangan itu.
Sedangkan Nicholas yang hendak pergi bekerja nampak pria itu melihat Laura sudah pergi terlebih dahulu.
"Dasar wanita barbar, mana ada wanita seperti itu di dunia ini." ucap Nicholas yang nampak mencibir tidak karuan saat melihat Laura menggunakan motor besar ketika berangkat bekerja.
"Maaf tuan, tapi dia adalah istrimu." jawab Gabriel yang membuat Nicholas langsung menepuk punggung anak buahnya tersebut.
"Jaga mulutmu baik-baik, Aku tidak suka kamu mengatakan hal itu. Nicholas yang sudah mulai marah.
"Anda harus berhati-hati, Tuan. cinta itu berawal dari kebencian. Jika cinta itu sudah timbul maka anda tidak akan mampu untuk menghindarinya ataupun berusaha untuk menjauhinya.
Gabriel yang benar-benar berusaha untuk memperingatkan majikannya tersebut.
"Sudahlah tutup mulutmu, Gabriel. Aku tidak suka dengan kata-kata yang kamu ucapkan. aku sudah mempunyai tiga istri itu sudah cukup bagiku." jawab Nicolas yang kemudian meminta Gabriel untuk segera mengantarkan dirinya ke perusahaan.
Cinta berawal dari kebencian tumbuh subur hingga menjadi kekuatan yang tidak akan bisa dicabut, hal itu selalu membuat Nicholas tidak percaya dengan kata cinta.
__ADS_1
TIGA JAM KEMUDIAN
"Laura, meja nomer lima belas!!" seru teman Laura.
"Oke," jawab Laura.
Pesanan meja nomor lima belas, setelah mendengar permintaan itu akhirnya Laura mengambil beberapa pesanan itu dan mengantarkan kemeja nomor lima belas.
"Silahkan anda menikmati hidangan ini, tuan." sapa Laura dengan begitu lembut. namun sesaat kemudian ketika tatapan matanya menatap pria yang ada di depannya itu seketika senyumnya itu menghilang.
"Kamu?" Laura yang begitu terkejut saat melihat pria yang ada di depannya itu ternyata Adam. pria menyebalkan yang selalu membuat Laura kesal.
"Memangnya ada apa? apa yang salah Aku kemari cuma ingin makan." jawab santai Adam yang membuat Laura langsung mencibirkan bibirnya.
"Kalau aku tahu kamu yang memesan mungkin akan kutinggal di meja itu, setelah itu kamu ambil sendiri." decak kesel Laura.
"Kalau kamu tidak mau mengambilkan ya tidak apa-apa, aku kan punya anak buah aku suruh saja anak buahku ini mengambilnya." jawab Adam yang kemudian mulai melahap makanan yang dia pesan.
"Oh ya Bram, nanti tolong kamu informasikan ke pihak manajemen untuk membatalkan beberapa kontrak kerjasama dengan para model itu." pinta Adam yang membuat Bram menganggukkan kepalanya.
"Tapi Tuan, Apakah itu akan baik-baik saja karena jika anda tiba-tiba membatalkan kontrak kerjasama itu kita akan membayar tiga kali lipat dari royalti yang sudah kita bayarkan." ucap Bram.
"Laura." Panggil pemilik restoran cepat saji.
"Iya Bos, ada apa." jawab Laura.
"Oh ya Laura, nanti kamu bisa mengantarkan pesanan ke salah satu pelanggan tetap kita?" tanya pemilik restoran.
"Tentu saja bos, aku pasti akan mengantarkannya. lagi pula Kenapa pria itu pesan makanan begitu banyak? Apakah ada pesta di rumahnya?" tanya Laura.
"Aku tidak tahu Laura, karena dia hanya memesan dan kita mengirimkannya." jawab pemilik restoran yang kemudian meminta Laura dan salah satu temannya untuk mengantar pesanan tersebut.
"Oh ya Tuan, kita harus segera pergi ke tempat Tuan Samir. karena pria itu sudah menunggu kita di hotelnya." ucap Bram.
"Baiklah kalau begitu, Bram. Aku akan segera menyelesaikan makanku." jawab Adam yang kemudian membersihkan mulutnya. tatapan mata Adam menatap Laura yang pergi bersama dengan salah satu temannya itu.
"Mau ke mana gadis bawel itu?" guman Adam dalam hati yang terlihat menatap Laura yang sudah keluar dari restoran cepat saji tersebut.
TIGA PULUH MENIT KEMUDIAN.
HOTEL RAYES
__ADS_1
"Apakah di sini kamarnya?" tanya Laura kepada temannya.
"Sepertinya di sini." jawab Laura yang kemudian mengetuk pintu kamar itu.
Sesaat kemudian pintu kamar itu terbuka, Laura dan satu temannya nampak masuk ke dalam ruangan itu.
"Apa kalian sudah membawa makanan yang sudah aku pesan semuanya?" tanya seorang pria.
"Sudah Tuan, kami sudah membawa makanan itu." jawab Laura yang kemudian meminta temannya untuk meletakkan beberapa makanan tersebut.
Sesaat kemudian terlihat Adam juga masuk ke tempat tersebut, ternyata pria itu dan pria yang memesan makanan itu saling mengenal satu sama lain.
"Saya minta tagihan pembayarannya, tuan. karena saya harus segera kembali." ucap Laura yang kemudian meminta pembayaran makanan tersebut.
"Bisakah kalian di sini sebentar untuk melayani kami, karena di tempatku tidak ada wanita." ucap seorang pria.
Tatapan mata Laura langsung menatap pria itu, wanita itu dapat membaca pemikiran yang dimiliki oleh pria tersebut.
"Dengar ya tuan, Kami cuma mengantarkan makanan ini bukan untuk melayani kalian. segera lakukan pembayaran karena kami harus segera kembali." ucap Laura.
Ternyata si pria nampak memiliki pemikiran jahat kepada Laura dan temannya.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1