GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.22


__ADS_3

"Tumben sekali kamu mau mengantarku berangkat kerja, jangan-jangan otakmu itu lagi setengah miring ya?" tanya Laura kepada Nicholas yang membuat pria itu malam menatap istrinya itu.


"Aku kan sudah bilang kalau berbicara dengan suamimu itu tolong ditata sedikit, biar nanti kamu bisa masuk surga." sindir Nicholas yang membuat Laura malah memutar kedua bola matanya dengan begitu jengah.


"Masuk surga? Memangnya dengan berbuat baik padamu itu bisa masuk surga? nyatanya kamu sendiri aja tidak pernah berbuat baik padaku malah memintaku melakukan hal itu. lakukan dulu tata dulu kata-katamu itu setelah itu baru aku melakukannya." Laura benar-benar mengeluarkan jurus maut andalannya. tentu saja Nicholas langsung terdiam dengan semua perkataan yang diucapkan oleh isterinya itu.


"Heh..., memang semuanya salah ku sendiri." guman Nicholas dalam hati.


"Oh ya, Kenapa sih kamu tidak kembali ke rumahmu itu? di sana kan rumahnya luas lantai 3 lagi kenapa harus pulang ke rumah Ayah Danilo?" tanya Laura yang membuat Nicholas menatap istrinya itu.


"Memangnya kenapa?" tanya Nicholas yang sedikit kebingungan.


"Ya kalau kamu berada di rumah Ayah Danilo ketiga istrimu itu setiap hari akan ke sana dan membuat onar." jawab Nicholas.


"Kamu merasa risih ya dengan ketiga Istriku itu?" tanya Nicholas yang membuat Laura langsung menetap suaminya tersebut.


"Ya tentu saja, apalagi isteri-isterimu itu selalu membuat resek, selalu membuat kesal dan mereka itu selalu datang dengan tiba-tiba seperti hantu-hantu yang menunjukkan penampakan. gimana tidak, Mereka selalu saja membuat aku kesal selalu saja melakukan ini itu Dan mereka itu adalah wanita-wanita tidak berguna sama sekali. datang ke rumah Ayah Danilo membuat rusuh membuat rumah menjadi kotor kemudian pergi tanpa mengatakan apapun seperti orang gila." ucap Laura yang membuat Nicholas nampak tersenyum.


"Kalau begitu aku akan beli rumah untuk tempat tinggal kita berdua, bagaimana?" tanya Nicholas yang membuat Laura menatap tajam ke arah Nicholas.


"Kamu gila ya," jawab Laura.


"Tidak, kenapa aku harus gila. benar kata Pak Ayah kamu itu kan istriku kenapa kita tidak mencoba mengarungi rumah tangga ini berdua saja?" tanya Nicholas yang membuat Laura sedikit mengeluarkan otak liciknya.


"Benarkah? Apa kamu yakin mau hidup denganku? Lalu bagaimana dengan ketiga istrimu itu?" tanya Laura.


Nicholas tersenyum menatap istrinya itu. "Kalau kamu mau sama aku, akan aku tinggalkan mereka." jawab Nicholas dengan sangat mudahnya.


"Dasar pria tidak tahu diri, sudah mempunyai istri banyak lalu menikahi aku, setelah itu kamu mau membuang ketiga istrimu yang lain? kamu itu punya pikiran enggak sih." Laura yang marah marah-marah dengan kata-kata yang dikatakan oleh Nicholas.


BRETTTT..


BRETTTT...


Terlihat ponsel Laura mulai berdering wanita itu melihat ponselnya di sana tertera nama dokter yang merawat adiknya tersebut.


"Ada apa?" tanya Nicholas.


"Sebentar ada panggilan masuk dari dokter yang merawat adikku." jawab Laura.


Sesaat kemudian gadis muda itu mengangkat ponselnya, di sana terdengar suara riuh yang berasal dari ruangan adik Laura.

__ADS_1


"Iya dokter, ada apa?" tanya Laura.


"Laura Bisakah kamu kemari ada sesuatu yang harus kamu lihat." jawab dokter.


"Memangnya ada apa dengan adikku, dokter?" tanya Laura yang sangat ketakutan.


"Kemarilah kamu harus melihat ini sendiri." jawab dokter yang kemudian mematikan ponselnya.


Raut wajah Laura seketika memucat, wanita itu menatap Nicholas dengan tatapan mata yang kebingungan.


"Ada apa?" tanya Nicholas.


"Bisakah kamu mengantarku ke rumah sakit, Aku harus melihat kondisi adikku." jawab Laura.


"Memangnya ada apa?" tanya Nicholas yang ikut kebingungan dan panik.


"Cepatlah, aku tidak tahu." jawab Laura. setelah mengatakan itu akhirnya Nicholas memutar balik mobilnya menuju Rumah Sakit tempat Adik Laura dirawat.


Sekitar 30 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit tersebut, langkah kaki Laura keluar dari mobil dengan tergesa-gesa.


"Tunggu sebentar, Laura!" seru Nicholas.


"Adikku dirawat di lantai 4 kamar nomor 9!" seru Laura yang kemudian berlari dengan terburu-buru.


ZRETT..


pintu kamar adik Laura dibuka oleh Laura, nafasnya benar-benar terasa terputus wanita itu menatap beberapa dokter yang sudah berada di sana.


"Dokter, apa yang terjadi dengan adikku?" tanya Laura.


Dokter yang merawat Adik Laura menatap wanita muda itu yang barusan datang, nafas yang begitu terengah-engah sembari berjalan mendekati kamar sang adik.


"Lihatlah sendiri." jawab dokter yang kemudian memberi jalan untuk Laura agar bisa melihat adiknya.


Terlihat di sana seorang bocah yang berusia sekitar 10 tahun tersebut, tatapan mata Laura menatap bocah kecil yang selalu bersamanya itu.


"Azar." ucap Laura ketika melihat adiknya


Senyum nampak di bibir bocah yang berusia 10 tahun tersebut, tatapan matanya menatap Laura. Tak ada kata yang mampu dikeluarkan oleh mulut bocah laki-laki itu.


Seketika Laura meneteskan air matanya, dia benar-benar begitu bahagia setelah penantian panjang yang dilalui oleh wanita itu. lima tahun, lima tahun sudah Laura menunggu adiknya kembali. lima tahun sudah orang tuanya meninggal dalam kecelakaan itu bersama adiknya. Lima tahun juga Laura harus berusaha untuk mempertahankan adiknya agar bisa bersamanya.

__ADS_1


"Azar." panggil Laura.


"Adikmu sudah terbangun, Laura. Selamat ya." ucap dokter yang membuat Laura memeluk Pria tua yang selama ini selalu membantu dirinya.


Selama 5 tahun seluruh harta kekayaan orang tua Laura dijual oleh wanita itu untuk mengobati adiknya yang mengalami koma semenjak berusia 5 tahun hingga sekarang. Laura tidak berhenti berusaha, wanita itu menunggu mukjizat.


"Terima kasih ya dokter." ucap Laura sembari meneteskan air matanya.


"Kamu harus sabar ya, mungkin adikmu untuk beberapa lama ini tidak bisa berbicara. karena kamu tahu kan Bagaimana kondisinya." ucap dokter pria yang bernama dokter Gavin.


Laura nampak menganggukkan kepalanya, tidak apa-apa asalkan adiknya selalu bersamanya itu sudah cukup. air mata menetes di kedua bola mata Laura, tak berselang lama Nicholas juga sampai di ruangan itu, tatapan mata Nicholas menatap beberapa dokter yang ada di ruangan itu.


"Ada apa?" tanya Nicholas.


"Adikku, adikku sudah bangun." jawab Laura yang kemudian memeluk Nicholas.


Mendapat pelukan seperti itu serasa Nicholas mengerti bagaimana perasaan istrinya itu, tentu saja dia sangat bahagia satu-satunya keluarga sang istri sudah terbangun. seorang bocah berusia 10 tahun raut wajahnya masih pucat dengan senyum yang begitu lemah.


"Ya sudah kalau begitu, kamu berbicaralah dengan adikmu." ucap dokter Gavin yang membuat Laura menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih Dokter." ucap Laura.


"Iya." jawab dokter Gavin.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2