GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.40


__ADS_3

KEDIAMAN DANILO HUAKINS


"Apa yang terjadi?" tanya ayah Danilo ketika melihat Nicholas masuk ke dalam rumah, sedangkan Laura masuk ke dalam kamar.


"Tidak ada apa-apa, Ayah." jawab Nicholas.


"Kalau tidak apa-apa, kenapa raut wajah istrimu tidak akan menakutkan seperti itu." jawab ayah Danilo.


"Yah.., Entahlah ayah. tadi dia melihat aku sedang berbicara dan tertawa dengan seorang wanita." jawab Nicholas.


"Lalu, apalagi?" tanya ayah Danilo.


"Tentu saja dia marah dan sampai sekarang marah." jawab Nicholas yang membuat ayah Danilo hanya menggelengkan kepalanya.


"Otakmu itu minim sekali, pantesan aja kamu tidak bisa membuat istrimu yang marah itu hatinya kembali membaik." ucap Ayah Danilo.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan, Ayah?ternyata Istriku kalau marah dia benar-benar sangat menakutkan." ucap Nicholas yang membuat ayah Danilo hanya menggelengkan kepalanya.


Sekitar lima menit kemudian ayah Danilo mendapatkan sebuah pesan kalau putrinya yang bernama Almaira akan datang ketempat mereka.


"Ada apa Ayah?" tanya Nicholas.


"Adikmu akan pulang." jawab ayah Danilo.


"Apakah dia akan ke tempat biasanya?" tanya Nicolas kembali.


"Kemungkinan Iya." jawab Laura.


"Kalau begitu lebih baik kita ke sana, ayah. takutnya dia akan menunggu kita terlalu lama di sana." ucap Nicholas.


"Nanti saja kita ke sana, lebih baik sekarang kita persiapkan beberapa barang kesukaannya." minta ayah Danilo yang membuat Nicholas menganggukkan kepalanya.


Hari ini adalah hari ulang tahun Almaira, hari ini juga peringatan hari kematian ibunya. Almaira akan selalu ke Amerika untuk mendatangi makam ibunya.


"Nicholas, ajaklah istrimu untuk pergi ke tempat itu." pinta Ayah Danilo.


"Baiklah Ayah." jawab Nicholas yang kemudian berjalan menuju kamarnya.


Walaupun pria itu mengatakan Iya, namun dalam hati Nicholas yakin dia tidak akan bisa berbicara dengan istrinya. kondisi marah seperti itu bagaimana diajak berbicara, mau bicara saja sudah dimarahi. tentu saja Nicholas benar-benar sangat kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan.


Langkah kaki Nicholas terhenti di depan kamarnya, pria itu menatap pintu kamar yang sudah tertutup.

__ADS_1


CEKLEK..


pintu kamar itu ternyata tidak dikunci, dengan segera Nicholas memasuki kamarnya. terlihat di sana Laura sedang membersihkan riasan wajahnya, wanita itu memakai pakaian santai yang biasa dia pakai.


"Kamu mau ke mana Sayang?" tanya Nicolas kepada sang isteri.


"Mau mandi." jawab Laura dengan nada yang begitu jengkel.


"Masih marah ya?" tanya Nicholas kembali.


"Lalu, yang kamu lihat ini bagaimana." jawab Laura yang kemudian masuk ke kamar mandi.


Entah bagaimana cara Nicholas untuk mengatakan kalau dia ingin mengajak istrinya itu ke rumah yang ada di sebuah bukit. rumah di mana tempat makam sang ibu.


Sekitar sepuluh menit kemudian Laura sudah keluar dari kamar mandi, wanita itu menatap sang suami yang duduk manis di tepi ranjang. tatapan matanya menatap Nicholas yang sedang berbicara namun dia tidak mendengarkannya.


"Kenapa kamu ada di sini Cepat pergi." Laura yang mengusir suaminya.


"Sayang, tadi aku diminta oleh ayah untuk mengajakmu ke rumah yang ada di bukit. kata ayah kita harus berkumpul untuk mengenang kepergian ibuku." ucap Nicholas.


Laura yang sedang marah seketika dia menutup mulutnya, wanita itu menatap suaminya.


"Kapan?" tanya Laura yang langsung menurunkan nada bicaranya.


Laura yang beberapa hari lalu mendengar cerita mengenai Ibu dari suaminya, tentu saja wanita itu ingin tahu bagaimana kondisi dari adik iparnya itu. beberapa menit kemudian Nicholas sudah keluar, pria itu menatap sang istri yang memakai dress panjang berlengan.


"Cantik." ucap Nicholas.


Saat melihat istrinya memakai dress berwarna biru laut, tatapan matanya terus menatap wanita itu tanpa berkedip sama sekali.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu terus? Apakah ada yang salah?" tanya Laura yang membuat Nicholas menggelengkan kepalanya.


"Cepat ganti pakaian, Aku akan menunggumu di bawah." ucap Laura yang hendak pergi meninggalkan sang suami.


Nicholas yang melihat istrinya hendak pergi seketika pria itu langsung mencekal tangan Laura, pria itu menarik istrinya kemudian memegang dagu sang istri.


"Kamu adalah wanita yang sangat istimewa, Kamu adalah istriku sampai kematian mengambil diriku." ucap Nicholas yang kemudian memberikan ciuman di bibir Laura.


Apa yang dilakukan oleh Nicholas membuat Laura langsung mendorong tubuh suaminya. "Kamu harus ingat ya, aku masih marah sama kamu. enak aja main nyosor." ucap Laura yang kemudian keluar dari kamar mereka.


Nicholas yang mendengar kata-kata yang diucapkan oleh istrinya, seketika dia tersenyum. "Katanya kalau tidak bisa dengan cara kasar maka harus dengan cara cepat biar tidak kecolongan." ucap Nicolas yang kemudian tersenyum dan mencari pakaian. wajah yang begitu ceria, bibir yang begitu bahagia membuat Nicholas benar-benar tidak akan membiarkan istrinya lepas dari genggamannya apapun yang terjadi. Nicholas akan mendapatkan wanita yang dia cintai tersebut itu selamanya.

__ADS_1


"Di mana suamimu, Laura?" tanya ayah Danilo ketika melihat menantunya ada di lantai satu sendirian.


"Lagi ganti pakaian, Ayah." jawab Laura.


"Beberapa hari yang lalu aku menerima surat dari tempat sekolah adikmu, katanya dia mendapatkan beasiswa dan akan sekolah di sekolah khusus. Apakah boleh?" tanya ayah Danilo yang membuat Laura benar-benar bahagia.


"Benarkah Ayah? di mana suratnya?" tanya Laura.


"Sebentar, Ayah nanti ambilkan." jawab ayah Danilo yang kemudian pergi ke kamarnya.


Sekitar 10 menit kemudian Ayah Danilo sudah kembali dengan membawa selembar surat dari tempat sekolah Nazar. Laura yang membaca surat itu dia begitu bahagia, dia tidak akan mengira kalau adiknya akan mendapat beasiswa bahkan dia akan sekolah di tempat yang begitu khusus.


Satu tahun pernikahan Laura dan Nicholas, usia Nazar sekarang sudah 11 tahun Tidak terasa sudah 1 tahun ini Nazar membuka matanya.


"Ayah, kapan-kapan aku boleh tidak menjenguk adik ku?" tanya Laura kepada ayah Danilo.


"Tentu saja boleh, Ayah juga ikut. Ayah juga mau melihat Bagaimana kondisi dari anak bontot Ayah." jawab ayah Danilo sambil tertawa terbahak-bahak.


Sebuah kabar juga akan datang dari seorang pria yang sudah 1 tahun ini terus mencari informasi mengenai Laura. Adam, pria itu ternyata tidak tinggal diam saja, ternyata selama 1 tahun ini Adam selalu mencari informasi mengenai Laura. pria itu sudah jatuh cinta kepada adik iparnya, dia tidak peduli apa yang akan dia lakukan namun yang jelas Adam akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan adik iparnya tersebut.


"Apakah kamu sudah mendapatkan informasi yang aku inginkan?" tanya Adam kepada Bram.


"Sudah Tuan, Saya sudah mendapatkan informasi yang anda inginkan." jawab Bram.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2