
EMPAT PULUH MENIT KEMUDIAN
"Bagaimana?" tanya Adam.
"Bagaimana apanya?" tanya balik Laura.
"Kamu pulang jam berapa? nanti aku akan menjemputmu." jawab Adam.
"Kenapa harus dijemput? aku kan bawa motor." Laura yang merasa aneh karena ditanya seperti itu.
"Tentu saja motor ini aku bawa, Memangnya kamu menyuruhku berjalan kaki ke perusahaanku?" tanya Adam yang membuat Laura langsung melotot.
"Kenapa kamu harus membawa motorku? kamu kan bisa nelpon orang kepercayaanmu itu untuk menjemputmu di sini.;Kenapa harus bawa motorku?" Laura yang tidak terima karena motornya di bawah oleh Adam.
"Kamu ini cerewet banget sih, Ya sudah kalau gitu aku pergi dulu. dada..," salam dari Adam kemudian dia langsung pergi membawa motor kesayangan milik Laura.
"Eh kembalikan motorku dasar pria Kurang ajar!!" teriak Laura.
Adam nampak menoleh sembari tersenyum kepada wanita itu.
"Enak banget Bawa motorku tanpa permisi sama sekali, mereka itu orang seperti apa sih Kok tidak punya tata krama sama sekali." gerutu Laura yang kemudian masuk ke dalam restoran.
"Kamu ini sedang bicara sama siapa?" tanya si Bos kepada Laura.
"Itu, pria itu bawa motorku kabur." jawab Laura .
"Kok bisa sih, kenapa kamu diam saja seharusnya tadi kamu teriak minta tolong. Kok kamu diam saja tumben banget?" tanya si Bos dengan suara yang begitu keras.
"Tentu saja tidak teriak, lah itu adalah saudara dari suami yang menikahiku secara mendadak." jawab Laura yang terlihat begitu santai.
Sedangkan si Bos Tentu saja dia langsung melotot sempurna dengan jawaban yang dikatakan oleh Laura. "Kenapa tidak bilang dari tadi, kamu ini nyebelin banget sih." gerutu si Bos yang kemudian masuk ke dalam restoran.
"Tidak tanya sih, Ngapain harus bilang." jawab Laura yang ikut masuk.
Akhirnya hari ini Laura menjalankan semua pekerjaannya seperti biasa, sedangkan Adam tentu saja pria itu melajukan motor itu ke perusahaannya.
"Bos." Panggil Bram kepada Adam.
"Oh ya Bram, Tolong kamu parkir kan motor ini nanti aku mau pakai lagi." pinta Adam.
"Mau di bawa ke mana, Bos?" tanya Bram yang sedikit kebingungan karena majikannya itu mempunyai mobil sendiri namun Kenapa harus membawa motor itu.
__ADS_1
"Diam, kamu itu tanya terus aja." Adam yang terlihat kesal karena tangan kanannya itu selalu bertanya kepadanya.
Sekitar beberapa menit kemudian pria itu langsung masuk ke dalam perusahaan di rumah besar milik Tuan Danilo. tentu saja salah satu istri Nicholas nampak menceritakan apa yang dia lihat tadi kepada dua madunya.
"Apa kamu yakin?" tanya istri pertama.
"Tentu saja kak, aku sangat yakin. Wanita itu pergi bekerja di bonceng sama kakak ipar kita." jawab istri kedua.
"Lalu apanya yang hebat? apanya yang aneh?" tanya istri ketiga.
"Kalian ini bagaimana sih, itu adalah hal yang sangat tabuh, pikirkan saja seorang adik ipar pergi bersama dengan kakak ipar. mereka berangkat kerja naik motor bareng kalau mobil sih it's oke, Ini naik motor. mereka boncengan jangan-jangan kalau keluar dari rumah ini mereka pelukan, saling tertawa bermanja ria dan menebarkan pesona gitu." Istri Kedua Nicolas yang mulai menebarkan racun yang sangat berbahaya.
Ketiga wanita itu benar-benar membicarakan sesuatu, Mereka terlihat begitu antusias mengenai semua rencana yang sangat indah untuk mereka lakukan.
"Sebentar lagi kita akan buat Wanita itu pergi dari sini, dengan begitu dia tidak akan mungkin kembali." ucap Istri Kedua.
"Kamu benar, kita buat dia pergi dari sini berani sekali dia berusaha untuk menggoda suami kita." jawab istri pertama.
"Baguslah kalau begitu, nanti kita harus bertemu dan kita harus selalu memantau wanita itu. kita buat apa yang ada di pikiran kita menjadi sesuatu yang nyata. Dengan begitu kita akan bisa menyingkirkan wanita itu secepatnya." ucap istri ketiga yang membuat kedua wanita yang lain nampak menganggukkan kepalanya.
"Bagus, Tuhan Memang sedang berada di pihak kita. dengan begini kita akan bisa mengusir wanita itu secepatnya, aku benar-benar sangat tidak menyukainya Aku benar-benar sangat membenci wanita itu." ucap istri pertama.
"Tentu saja, aku juga adalah istrinya. kita akan membuat Wanita itu pergi dari sini kita akan membuat dia menjadi gelandangan dan kita akan membuat dia diusir dengan penghinaan yang sangat luar biasa." suara tawa yang keluar dari mulut ketiga wanita itu membuat Tuan Danilo yang berada di rumah putranya nampak tersenyum.
PUKUL EMPAT SORE
"Ada apa ini?" tanya Laura yang melihat Adam sudah berada di restorannya.
"Aku sudah bilang Kan kalau aku akan menjemputmu." jawab Adam.
"Oh ya aku lupa." ucap Laura yang kemudian berpamitan dengan si Bos.
"Kamu mau ke mana?" tanya Adam.
"Tentu saja mau pulang." jawab Laura.
"Aku lapar Aku mau makan dulu." terlihat Adam yang sudah memesan beberapa makanan.
"Kamu mau makan aku mau pulang." ucap Laura yang terlihat hendak pergi.
"Kamu mau naik motor yang tidak ada kuncinya? apa kamu mau menuntunnya sampai rumah?" tanya Adam.
__ADS_1
"Maksudmu, lalu di mana kunci motornya?" tanya Laura kepada Adam.
"Tentu saja kunci motornya ada padaku, memangnya Kenapa kamu mau mencari di sakuku sendiri?" tanya Adam yang membuat Laura malah melotot tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh pria itu.
"Cepat berikan kunci motornya, aku mau pulang. aku sudah capek aku lapar aku mau makan." ucap Laura.
"Sini makan sama aku, Aku juga lapar karena itu aku kemari langsung memesan makanan." jawab Adam.
"Ya ampun Tuan, kamu jangan main-main ya aku mau segera pulang." pinta Laura yang benar-benar sangat kesal.
Terlihat Adam langsung menarik tangan Laura dan memintanya untuk duduk.
"Aku suka makanan di tempat ini, rasanya tidak terlalu menyebalkan." terlihat Adam berusaha untuk mengalihkan perhatian Laura.
"Dasar pria tidak tahu diri, enak sekali kamu mengatakan hal itu di depanku. makanan yang ada di restoran ini makanan bermutu makanan sehat. enak banget kamu bilang seperti itu." ujar Laura.
"Kamu itu harusnya punya sopan santun, aku ini Kakak iparmu masa kamu bicara seperti itu sih." ucap Adam yang terlihat terus memakan makanan yang sudah dia pesan.
"Kakak ipar apanya? istri aja tidak diakui, sebagai istri aja aku tidak dianggap kenapa aku harus menganggapnya sebagai kakak iparku." jawab Laura yang membuat Adam malah terdiam dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Laura.
"Isteri tidak dianggap!" tanya Adam.
"Tentu saja, pernikahan ini cuma pernikahan paksa kami berdua tidak mempunyai cinta. bahkan kami berdua tidak mempunyai harapan untuk mengarungi mahligai pernikahan ini." jawab Laura yang terlihat enggan untuk berbicara dengan kakak iparnya tersebut.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
__ADS_1
-One night stand with mister William