GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.26


__ADS_3

DUA HARI KEMUDIAN


Akhirnya dokter memperbolehkan Laura kembali, Nicholas membawa istrinya itu pulang ke rumah ayahnya. Kalau pulang ke rumahnya sendiri dia akan membuat Laura bertambah emosi jiwa.


"Oh ya aku akan mencari perawat untuk merawat Laura." ucap Tuan Danilo.


"Untuk apa, Ayah?" tanya Nicholas.


"Tentu saja untuk merawat istrimu itu, memangnya mau apa? apa untuk merawatku?" tanya kesal Tuan Danilo.


"Kalau pagi kan mereka bisa merawat istriku, Ayah. kalau aku sudah pulang Dia akan bersamaku aku akan merawatnya." jawab Nicholas.


Senyum yang begitu menggembang namun tidak ditunjukkan oleh Tuan Danilo setelah mendengar jawaban yang dikatakan oleh Nicholas.


"Kamu mau bolak-balik ke sana kemari untuk merawat Laura?" tanya Tuan Danilo.


"Kalau dia aku bawa ke kamarku Tidak mungkin mau, Ayah. ya kalau gitu aku akan tidur di sofa yang ada di kamarnya. jadi aku bisa merawatnya setiap waktu, bukan." tegas Nicholas yang membuat Tuan Danilo mengacungkan dua jempolnya.


"Bagus, sekalian kamu dekati istrimu itu." ucap tuan dan Milo yang kemudian tertawa terbahak-bahak sembari meninggalkan putranya tersebut.


Nicholas yang mendapat perkataan seperti itu entah mengapa jantungnya berdebar kencang, raut wajahnya sedikit malu seperti seorang pria yang baru menikah. padahal dia sudah punya tiga istri yang lain.


Di tempat lain ketiga istri Nicholas juga sudah mendengar mengenai Laura yang akan kembali dari rumah sakit.


"Kalian dengar tidak, kalau wanita itu akan kembali ke rumah. dia akan tinggal di rumah ayah mertua." ucap istri ketiga.


"Memangnya apa yang akan dia lakukan? katanya kakinya tidak bisa berjalan?" tanya istri pertama.


"Aku kurang tahu sih, Kak. tapi yang jelas kalau wanita itu dibawa kemari maka kita habisi saja sekalian dia. ujar istri kedua yang benar-benar menunjukkan sikapnya yang begitu menjengkelkan.


"Kalau kamu membunuhnya kamu masuk penjara sendirian, aku tidak mau ikut-ikutan!!" bentak istri ketiga yang masih mau kehidupan glamor yang dimiliki oleh suaminya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? masa kita diam saja sih?" tanya istri kedua.


"Tapi kira-kira siapa ya yang menabrak wanita itu? lalu apa dia mempunyai banyak musuh?" tanya istri ketiga yang membuat istri pertama nampak terdiam. wanita yang mempunyai tingkat kebencian akut kepada Laura itu berpikir kalau dia hanya akan memberikan pelajaran namun dia tidak tahu kalau luka madunya itu benar-benar sangat parah.


"Memangnya Wanita itu sudah melapor ke polisi?" tanya istri pertama.


"Katanya sih dia tidak mau lapor ke polisi soalnya enggak ada yang lihat nomor plat mobilnya." jawab istri kedua yang membuat istri pertama sedikit lega dengan semua jawaban dari Istri Kedua.

__ADS_1


Dengan begitu berarti dia bisa berjalan bebas setelah melakukan sesuatu kepada Laura, sedangkan Laura tentu saja wanita itu tidak akan membiarkan ketiga istri dari suaminya itu bernafas lega. mereka akan mendapatkan hadiah atas semua yang dia mereka lakukan kepada Laura.


"Kita datang saja ke sana, kita bawa suami kita pulang jangan sampai wanita itu semakin menempel erat." ucap istri kedua.


"Tentu saja kita bawa suami kita pulang, semakin hari dia berada di sana, dia semakin menjengkelkan saja karena suami kita itu sering tidur di rumah ayah mertua." gerutu panjang lebar istri ketiga yang sangat kesal karena Nicholas jarang sekali pulang.


Sore itu akhirnya Laura sudah pulang bersama Nicholas, pria itu menggendong Laura dengan semua perhatian yang sudah dia berikan.


"Oh ya, Bolehkah aku memanggilmu suamiku?" tanya Laura yang membuat Nicholas langsung menghentikan langkah kakinya.


"Maksudmu?" Nicholas yang bertanya kepada istrinya itu mungkin saja telinganya sedikit ada gangguan.


"Mulai sekarang Aku akan memanggilmu suamiku atau Sayang, boleh kan?" tanya Laura yang membuat Nicholas ingin mengatakan kata yes.. yes.. yes.., Tak ada kata yang dikeluarkan oleh Nicholas. namun senyum yang tergambar di bibirnya itu bisa menunjukkan kalau pria itu benar-benar merasa bahagia karena dia sudah mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan.


"Ternyata rencana Ayah bagus juga." guman Nicholas dalam hati.


"Tatapan mata Laura menatap tiga istri Nicholas yang lain yang hendak masuk ke rumah Ayah mertuanya. karena hal itu dengan sangat keras Laura mengatakan akan memanggil pria yang menggendongnya itu dengan sebutan suamiku atau sayang.


"Kamu mau aku bawa ke kamar atau kamu mau duduk di sini?" tanya Nicholas.


"Aku mau duduk di sini saja, Sayang. aku mau menghirup udara bebas, lagi pula aku akan menunggu Nazar yang katanya baru pulang." jawab Laura.


"Lihatlah wanita itu semakin hari semakin melonjak. Dia memanggil suami kita dengan panggilan sayang, jangan-jangan dia sudah mempunyai pikiran jahat untuk mengambil suami kita." ucap istri kedua yang memang dia adalah tukang jual kata-kata.


"Kita tidak boleh membiarkan wanita itu mengambil hati suami kita, kita harus merebutnya." jawab istri pertama dan istri ketiga.


Langkah kaki ketiga istri Nicholas memasuki rumah tersebut, Sedangkan Nicholas sendiri dia mengambilkan makanan untuk istrinya dan mulai menyuapinya.


"Biar kami yang akan menyuapinya, Sayang." Panggil salah satu istri.


Nicholas menoleh menatap ketiga istrinya yang sudah berada di rumah ayahnya. "Kenapa kalian ada di sini?" tanya Nicholas yang sedikit terkejut.


"Tentu saja kami berada di sini, sayang. Lihatlah adik Kami sedang sakit tentu saja kami akan membantumu merawatnya." jawab istri kedua.


Istri kedua memang begitu pandai berbicara, mengolah kata-kata bahkan Wanita itu sangat pandai berakting.


"Jadi kamu mau main-main sama aku Ya? lihat saja akan kubuat kalian kebakaran, akan kubuat kalian menangis di bawah kakiku." guman Laura dalam hati yang kemudian meminta sang suami untuk membawanya ke kamar mandi.


"Sayang." Panggil Laura.

__ADS_1


"Ada apa." jawab Nicholas.


"Aku mau ke kamar mandi, gendong aku.' pinta Laura dengan nada suara yang begitu manja.


Nicholas yang Mendengar hal itu nampak pria itu jantungnya berdebar begitu kencang, seolah jantung itu ingin keluar dari tempatnya.


"Baiklah kalau begitu, sayang. Kamu ingin ke kamar mandi lantai 1 atau lantai 2?" tanya Nicholas.


Sesaat kemudian Laura membisikkan kata-kata di telinga Nicholas sehingga membuat pria itu wajahnya langsung bertemu merah.


"Hahaha.., kamu bercanda kan sayang?" tanya Nicholas yang wajahnya sudah memerah.


"Tentu saja tidak sayang, cepat bantu aku. aku tidak mau digendong oleh mereka mereka tidak akan mungkin mau menggendongku." ucap manja Laura yang kemudian memeluk suaminya dengan sangat erat.


Nicholas benar-benar mendapatkan durian jatuh karena Laura tiba-tiba bersikap manja kepadanya.


"Hahaha..., aku dapat jackpot." guman Nicholas.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


__ADS_2