
RARA
Setelah bertemu dengan Nazar Laura dan Nicholas nampak berjalan-jalan di sekitar tempat itu, karena hari sudah malam Nicholas mengajak sang istri untuk menginap di salah satu hotel.
"Kita akan menginap di sini berapa hari?" tanya Laura kepada sang suami.
"Cuma sehari saja, sayang. Setelah itu kita akan jalan-jalan di sekitar pedesaan saja, bagaimana?" tanya Nicholas yang membuat Laura menganggukkan kepalanya.
"Oh ya, aku ingin makan dulu sayang. aku sudah lapar." ucap Laura yang terlihat meminta sang suami untuk membawanya ke restoran hotel.
Wanita itu nampak menatap beberapa pengunjung hotel yang terlihat dari beberapa negara, seorang wanita terlihat di sebuah tempat yang tidak jauh. tatapan mata Laura menatap seorang wanita yang tidak lain adalah istri kedua dari suaminya.
"Bukankah itu adalah Rara? Kenapa wanita itu ada di sini, dia di sini sama siapa?" Laura yang terlihat menatap Rara bersama seorang pria.
Mereka sudah berada di hotel yang sama dengan dirinya dan sang suami, tiba-tiba pergi dari rumah tanpa mengatakan apapun. bahkan wanita itu juga membawa lari beberapa barang berharga milik Nicholas.
"Kamu sedang melihat apa, Sayang?" tanya Nicholas saat melihat sang istri menatap sesuatu.
"Sayang, Bukankah dia adalah mantan istrimu?" tanya Laura yang membuat Nicholas menatap ke arah pandangan sang istri.
"Mantan istri yang mana?" tanya Nicholas kepada sang istri.
"Itu loh mantan istri keduamu." jawab Laura.
Seketika Nicholas menatap ke arah tangan Laura, terlihat pria itu menatap sepasang kekasih yang sedang bercengkrama di tempat itu.
"Rara." Nicholas yang melihat Sang Mantan istrinya berada di hotel yang sama dengan dirinya.
"Apa dia kekasihnya, Sayang? apa dia kabur sama pria itu?" tanya Laura yang membuat Nicholas menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu Sayang." jawab Nicholas yang kemudian berdiri hendak mendekati Mantan istrinya tersebut.
"Kamu mau ke mana, Sayang?" tanya Laura kepada sang suami.
__ADS_1
"Tentu saja aku harus mengambil sesuatu yang begitu berharga." jawab Nicholas yang membuat Laura sedikit memikirkan.
Apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut, barang berharga? Apa yang dimaksud barang berharga oleh suaminya tersebut. langkah kaki Nicolas mendekati Rara dan seorang pria, nampak terlihat kedua orang itu tertawa begitu bahagia. senyum yang begitu mengembang bahkan senyum itu nampak tidak ada guratan penyesalan sama sekali.
"Aku membawa barang-barang itu dengan segala upaya, Lihatlah sekarang kita hidup bersenang-senang di tempat ini." ucap Rara sembari memandang si pria dengan tatapan mata yang begitu memuja.
"Tentu saja kamu adalah wanita yang sangat beruntung, kamu menjebak pria itu hingga kamu bisa menjadi istrinya selama 2 tahun. namun sayangnya sekarang pria itu terjebak oleh wanita lain hingga membuatmu tidak bisa mengambil seluruh hartanya." jawab si pria yang terlihat juga bahagia dengan kata-kata yang dia ucapkan.
Nicholas yang mendengar perkataan dua orang itu nampak dia sangat geram, ternyata selama ini Rara tidak pernah sekalipun mencintainya dia hanya ingin mengambil harta yang dimiliki oleh Nicholas.
Benar apa yang dikatakan oleh ayah Danilo kalau 3 istri Nicholas itu tidak ada yang benar, sekarang perlahan-lahan Nicholas mengerti dan tahu seperti apa istrinya tersebut.
"Jadi seperti ini yang kamu lakukan di belakangku selama ini? kamu berkhianat membohongiku bahkan kamu membuatku seperti pria bodoh." ucap Nicholas yang membuat Rara dan kekasihnya langsung terdiam dan menatap seorang pria yang sudah berdiri di belakang Rara.
"Nicholas." ucap Rara ketika melihat mantan suaminya itu sudah berada di belakang tubuhnya.
Tatapan mata yang begitu terkejut, senyum yang tadi lebar itu seketika musnah.
"Apa maksudmu? mantan istri? kita ini masih sepasang suami istri, mungkin kedua istrimu yang lain sudah berpisah darimu tapi aku masih menyandang status sebagai istrimu." ucap Rara yang membuat Nicholas malah ingin tertawa.
"Isteri, istri dari mana? istri yang sudah menghianatiku maksudnya?" tanya Nicholas yang membuat Rara sedikit kebingungan untuk mengatakan sesuatu.
Dengan kedua matanya Nicholas melihat Rara bersama dengan seorang pria.
"Dengarkan aku sayang, pria ini adalah sepupuku kamu tidak boleh memiliki perasaan curiga padaku." ucap Rara yang terlihat mencoba untuk meyakinkan Nicholas.
"Kekasih atau saudaramu?" tanya Nicolas yang membuat Rara kembali menjawab Kalau pria Itu adalah saudaranya.
"Berani sekali kamu telah mencuri barang-barang yang ada di rumahku, kamu membawa lari beberapa barang yang bukan seharusnya menjadi milikmu. kamu dengan semua kebinalan dan semua keberasekanmu itu kamu benar-benar membuatku sangat membencimu." ucap Nicholas.
Rara tidak tahu apa yang harus dia lakukan, seluruh barang-barang yang sudah dia curi itu telah dia jual. uangnya dia gunakan untuk bersenang-senang dengan kekasihnya. Nicholas kemudian mengambil ponselnya dan menelpon polisi untuk menangkap Rara.
"Apa yang kamu lakukan?!" seru Rara yang kemudian berdiri dan berusaha untuk merampas ponsel Nicholas.
__ADS_1
"Kamu kira dengan merampas ponselku semuanya akan kembali? dengarkan aku baik-baik, kamu adalah wanita pencuri kamu tidak tahu malu dan tidak tahu diri." Nicholas yang mengeluarkan kata-kata yang begitu tajam.
"Kenapa aku harus malu? memang aku harus malu dari mana? kamu ingin menikahiku Tentu saja aku mau karena kamu kaya, aku menginginkan seorang pria kaya yang mau memanjakan diriku. namun kedatangan wanita itu malah membuatmu tidak pernah memberikan aku perhatian sama sekali." ucap Rara yang membuat Nicholas sedikit tersenyum.
"Buat apa aku harus memperhatikan seorang wanita yang tidak pernah memberikan aku perhatian sama sekali, kamu sudah menghianatiku kamu sudah membuatku seperti seorang pria bodoh selama 2 tahun." Nicholas yang mulai marah dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Rara.
"Kenapa pria ini harus memperhatikanmu? kenapa dia harus memberikanmu Semua yang dia minta, sebagai seorang istri saja kamu tidak pernah memperhatikan suamimu. tidak pernah memberikan dia kebahagiaan dan tidak pernah memberikan dia hak sebagai seorang suami, Laura yang mencoba untuk berbicara. Kata-kata yang diucapkan oleh Laura membuat orang-orang yang ada di tempat itu menatap mereka.
"Dasar wanita tidak tahu diri, kamu itu adalah rumput liar yang memasuki pekarangan rumah kami!!" seru Rara yang mencoba untuk menyakiti Laura dan mencari perhatian kepada orang-orang yang ada di restoran hotel.
"Apa yang kamu katakan? aku wanita yang suka menggoda suami orang? Halo aku ini adalah istri sah secara negara dan agama, aku diakui sedangkan kalian hanyalah madu yang menempel di pekarangan rumahku. Jadi siapa yang bisa dikatakan sebagai wanita tidak tahu diri." jawab Laura dengan begitu santai hingga membuat orang-orang yang ada di tempat itu nampak terdiam.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1