
"Hufff..," suara helaan nafas Nicholas.
"Apa yang sebenarnya dibicarakan oleh mereka berdua? kelihatannya mereka begitu akrab." guman Nicholas dalam hati yang ternyata dari tadi menatap Laura yang sedang berbicara dengan kakaknya.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini? Kenapa kamu tidak tidur?" tanya Adam kepada Laura.
"Aku tidak bisa tidur, aku mau duduk manis di taman samping rumah aja." jawab Laura.
"Kamu ini seorang wanita tidak baik bangun sampai malam." Adam yang mencoba untuk menasehati Laura.
"Kamu ini seperti Ayahku saja, selalu memarahiku seperti itu." ucap Laura yang membuat Adam malah terkejut.
"Kamu kira aku ini ayahmu, apa. diberitahu kok malah bilang aku ini ayahmu." Adam yang tidak terima dikatakan sebagai ayahnya.
"Ya salah kan kamu sendiri, ngapain juga kamu bilang seperti itu sama aku. kata-kata yang kamu ucapkan itu sangat mirip dengan almarhum Ayahku." ucap Laura yang kemudian berjalan meninggalkan Adam.
Tatapan mata Nicholas dari tadi menatap Laura yang sedang berbicara dengan kakaknya tersebut, dia itu istrinya seharusnya dia berbicara dengan Nicholas, mala dia berbicara dengan Adam dengan begitu akrabnya.
SATU MINGGU KEMUDIAN
BRUKK.
Laura yang hendak masuk ke rumah besar itu nampak dia tidak sengaja menabrak seorang pria.
"Aduh..," ucap Laura yang kemudian menatap orang yang sudah menabraknya itu.
"Kamu, lagi kamu lagi ngapain sih kamu Kok di sini?" tanya Laura kepada Nicholas.
"Mau di sini mau di manapun itu adalah urusanku, ini rumah Ayahku Kenapa aku tidak boleh di sini?" tanya Nicholas yang membuat Laura langsung terdiam.
Percuma saja apa yang dikatakan oleh Nicholas itu benar adanya, karena dia adalah putra dari tuan Danilo.
Ngomong-ngomong Tuan Danilo sedang berada di Dubai untuk beberapa urusan pekerjaan bersama dengan Adam dari kemarin. pria itu pergi bersama ayahnya sekarang malah Nicholas berada di rumah itu bersama dengan Gabriel.
"Kamu dari mana saja kok pulang malam?" tanya Nicholas.
__ADS_1
"Tadi pekerjaannya banyak, jadi harus lembur." jawab Laura.
Setelah menjawab pertanyaan Nicolas akhirnya wanita itu berjalan menuju dapur, tenggorokannya benar-benar kehausan tubuhnya begitu capek hingga membuatnya terduduk di kursi dapur.
"Sayang!" seru para istri Nicholas yang sudah berada di rumah besar milik Tuan Danilo.
"Kalian lagi ngapain di sini?" tanya Nicholas.
"Sayang, kenapa kamu ada di sini? Kenapa kamu tidak pulang ke rumah?" tanya istri pertama Nicholas.
"Kenapa aku harus pulang, kalian saja tidak mau merawatku kalian ini bisanya cuma meminta uang. belanja bahkan kalian tidak mengurusku saat aku sakit." Nicolas yang mulai marah.
"Sayang, jangan berkata seperti itu pasti aku akan merawatmu. Ayo kita pulang." ajak istri kedua. Tatapan matanya menatap di sekitar ruangan itu, pemikiran mereka itu sangat licik Mereka takut jika Nicholas di jebak oleh Laura bahkan ketiga istri Nicholas yang lain itu takut jika Nicholas jatuh cinta kepada istri keempatnya.
"Sayang, kamu tidak boleh seperti ini. Ayo kita pulang." rengek manja istri ketiga Nicholas.
"Sudahlah, lebih baik kalian pulang aku mau istirahat di sini. Jika aku pulang ke rumah kalian selalu saja membuatku bertambah pusing." usir Nicholas yang terlihat sangat kesal dengan kehadiran ketiga istrinya itu.
"Sayang, ayo kita pulang Kami akan merawatmu." ucap istri pertama.
"Merawatku? kemarin aku sakit malah kalian tinggal belanja barang-barang yang tidak diperlukan. aku ini manusia, jika sakit butuh orang untuk merawatku namun malah kalian tinggalkan aku seperti barang yang tidak dibutuhkan!" bentak Nicolas yang kemudian meminta Gabriel untuk mengusir ketiga istrinya itu.
Laura yang berada tidak jauh dari tempat itu, nampak wanita itu sedikit kesal dengan suara teriakan dari ketiga istri Nicholas.
"Kalian ini para wanita teriak-teriak seperti Tarzan aja, kalian tidak punya pekerjaan apa?!" seru Laura yang setengah sadar karena kecapean.
"Kamu, kamu mau menggoda suami kami kan? kamu mempunyai rencana licik untuk mengajaknya tidur bersamamu kan?!" seru istri kedua.
Laura yang Mendengar hal itu nampak wanita itu mengucek matanya, sesaat kemudian Laura menatap Nicholas kemudian menatap ketika istri suaminya itu dengan tatapan mata yang begitu kesal.
"Kenapa kalian harus mengatakan hal itu, kalau aku pikir aku ini juga kan istrinya. Aku ingin melakukan sesuatu dengannya itu kan sah-sah saja, Kenapa kalian marah jangan-jangan kalian takut jika suami kalian ini akan tergoda sama aku ya? setelah itu dia tidak mau pulang dan lebih memilih tinggal di sini?" tanya Laura yang seolah perkataannya itu mengejek ke-3 istri Nicholas. tentu saja para wanita itu selalu saja membuat Laura kesal.
"Dasar wanita murahan tidak tahu diri, jangan macam-macam ya.bkami ini adalah istri-istri terlebih dahulu dari suami kami, kamu itu adalah istri yang tidak diakui?!" seru istri ketiga Nicholas.
Laura adalah wanita yang tidak terlalu menghiraukan kata-kata tiga wanita yang menyebalkan itu, namun untuk saat ini tiba-tiba saja otak Laura mendapatkan sebuah pencerahan. tiba-tiba saja wanita itu ingin mengerjai ketiga istri Nicholas.
__ADS_1
"Kenapa kalian marah? dia ini kan juga suamiku, mau tidur denganku Mau bercinta denganku mau berciuman denganku itu kan wajar, Iya kan sayang." ucap manja Laura yang terlihat menyentuh dada Nicholas dengan raut wajah yang penuh gairah.
DEG..
Nicholas yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja jantungnya berdebar begitu kencang, wajah Laura yang begitu lembut senyumnya begitu cantik bahkan wajahnya yang terlihat tanpa make up itu benar-benar sangat sempurna.
"Beraninya kamu menggoda suami kami?!" teriak istri pertama Nicholas.
"Apa kalian lupa aku ini adalah istri ke-4 istri sah yang dinikahi secara agama dan negara, sedangkan kalian? kalian hanyalah istri-istri yang dinikahi sebatas di atas kertas. itu sangat berbeda dengan aku Aku bisa membuang kalian ke jalanan, aku bisa membuat kalian menjadi gembel. benar kan sayang." ucap manja Laura yang terlihat semakin menggoda Nicholas.
Tiba-tiba saja pria itu merasakan sesuatu yang begitu berbeda.
"Pergilah dari sini, aku mau beristirahat kepalaku pusing badanku tidak enak." usir Nicholas yang kemudian menarik Laura untuk segera masuk ke dalam kamarnya. padahal Nicolas melakukan hal itu hanya untuk lepas dari ketiga istrinya.
"Apa yang mau kamu lakukan? Jangan macam-macam ya akan ku lempar kamu dari lantai 2 ke lantai 1." ancam Laura.
"Tenang saja, aku mau mengusir mereka aku sedang tidak enak badan. mereka selalu mengganggu." jawab Nicholas.
Setelah pria itu masuk ke dalam kamarnya terlihat Nicholas wajahnya begitu pucat, tentu saja pria itu benar-benar sakit namun dia tetap memaksakan dirinya untuk bekerja.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
__ADS_1
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William