GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.34


__ADS_3

"Rencananya kalian akan menemui pria itu kapan?" tanya Laura.


"Secepat mungkin, aku ingin secepat mungkin semuanya berakhir." jawab Helena.


"Ya sudah kalau begitu, kalau mau secepat mungkin sekarang kalian ikut aku ke rumah. kita harus membicarakan hal ini kepada pria itu jika tidak masalah ini akan semakin membesar." Laura yang kemudian berdiri dan mengajak Helena bersama kekasihnya itu untuk kembali ke rumah.


"Bagaimana kalau dia marah?" tanya Helena.


"Bilang saja salahmu sendiri mempunyai banyak istri namun kamu tidak bisa membahagiakannya." jawab Laura yang membuat Helena menghela nafasnya sedikit kasar.


"Benar juga apa yang dikatakan wanita itu." ucap Kevin yang membuat Helena menatap dirinya itu.


"Karena itu, kalau dia yang berbicara itu masih bisa termaafkan. kalau aku yang berbicara apa mungkin dia akan memaafkanku? lalu Bagaimana jika dia langsung mengatakan aku harus membayar denda atas kesalahan yang aku lakukan?" tanya Helena.


"Cepat masuk mobil, aku harus segera pulang!!" seru Laura yang membuat Helena dan Kevin langsung masuk ke dalam mobil.


Setelah beberapa menit lamanya mereka bertiga sudah sampai di rumah besar milik ayah Danilo. ketika mereka memasuki rumah tersebut Nicolas dan ayah Danilo sedang berbicara begitu serius.


Laura, Helena dan Kevin nampak menatap dua pria itu yang sedang berbicara sangat serius.


"Sayang, ada waktu Sebentar?" tanya Laura yang mendekati sang suami.


"Sebentar Sayang, aku sedang membicarakan sesuatu dengan Ayah." jawab Nicholas.


"Ya sudah kalau begitu, Aku tunggu kamu di ruang tamu saja." ucap Laura.


"Laura, kamu datang sama siapa?" tanya ayah Danilo kepada Helena. Padahal pria itu tidak melihat ke arah Helena dan Kevin.


"Ada masalah yang sedikit mendesak, Ayah. Oh ya kalau tidak bisa minta waktu Sebentar, tidak? aku dan mereka berdua ingin membicarakan sesuatu." ucap Laura yang membuat Nicholas dan ayah Danilo langsung terdiam.


"Mau membicarakan apa?" tanya ayah Danilo.


"Masalah hidup dan mati." jawab Laura yang begitu santai Laura.


Helena menatap Laura yang berbicara begitu santai kepada ayah Danilo, padahal pria itu sangat terkenal dengan semua kedisiplinannya. bahkan wanita itu berbicara dengan begitu santai.


"Baiklah kalau begitu, duduklah apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya ayah Danilo.


"Bisakah kamu menutup berkas-berkas itu, sayang?" tanya Laura yang membuat Nicholas menatap istrinya itu kemudian menutup berkas-berkas perusahaan.


"Memangnya ada apa Sayang?" tanya Nicholas.

__ADS_1


"Aku butuh waktu sekitar 1 jam saja." jawab Laura.


"Baiklah, kalau begitu Apa yang ingin kamu katakan, sayang?" tanya Nicholas yang membuat Laura menatap kepada Helena dan kekasihnya.


"Oh ya sayang, Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Laura yang membuat Nicholas seketika menatap istrinya.


"Memangnya Apa? yang ingin kamu tanyakan, Laura?" tanya ayah Danilo.


"Begini Ayah, aku ingin menanyakan mengenai wanita yang datang bersamaku ini kepada suamiku." jawab Laura.


"Sayang, berbicaralah dengan kata-kata yang bisa aku mengerti. Jangan berbelit-belit suamimu ini sedang pusing." ucap Nicholas yang membuat Laura langsung mengatakan apa yang ada di otaknya.


"Oh ya sayang, apakah kamu masih menginginkan istri ketigamu ini?" tanya Laura yang membuat Nicholas langsung menatap ayahnya.


"Maksudmu, sayang?" tanya Nicholas.


"Aku tanya sekali lagi, apakah kamu masih ingin mempertahankan istrimu ini?" tanya Laura dengan kata-kata yang sedikit menekan hingga membuat Nicholas takut untuk menjawabnya.


"Ada apa denganmu, Laura? Apakah ada sesuatu?" tanya ayah Danilo.


"Dengarkan aku, sayang. kamu memiliki empat istri dan 3 istri yang lainnya itu tidak kamu hiraukan. kamu sudah ada di rumah ini selama 3 bulan lebih, Andai kata salah satu istrimu itu memiliki hubungan dengan seorang lain atau salah satu istrimu itu ingin berpisah darimu untuk mencari kebahagiaan yang lain. Apakah kamu akan melepaskannya?" tanya Laura yang membuat Ayah Danilo menatap Helena bersama seorang pria.


"Maksudmu, sayang?" tanya Nicholas.


"Baiklah, sekarang kamu ceritakan mengenai kehidupanmu. Helena katakan apa yang ingin kamu katakan, mulai sekarang ini adalah permasalahanmu dengan pria itu. lakukan sesuai apa yang kalian inginkan, mengerti." ucap Laura yang membuat Nicholas sedikit kebingungan.


Akhirnya Helena memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu kepada suaminya tersebut.


"Sebenarnya aku ingin berpisah denganmu, Tuan Nicholas. Aku ingin mencari kebahagiaanku sendiri, aku ingin menjalani hidupku bersama pria yang aku cintai." ucap Helena yang berbicara tanpa bisa melihat Nicholas. wanita itu takut jika tiba-tiba Nicholas marah atau melakukan sesuatu kepadanya.


"Semenjak Kapan kamu mempunyai hubungan dengan pria itu?" tanya Nicholas.


Helena ragu untuk menjawabnya, sesaat kemudian pria itu memberanikan diri untuk menjawab semua pertanyaan Nicholas.


"Kami dulu adalah sepasang kekasih, aku ingin menjadi orang sukses untuk membuatnya bahagia. beberapa tahun kemudian aku sudah mulai mendapatkan kesuksesan. namun ketika aku kembali Dia sudah menjadi istri orang lain. Aku tidak tahu aku mencoba untuk melepaskannya, namun nyatanya dia tidak pernah mendapatkan kebahagiaan." jawab Kevin.


"Maksudmu aku tidak pernah memberikan dia kebahagiaan?" tanya Nicholas yang sedikit tidak suka dengan kata-kata yang diucapkan oleh Kevin


"Memang aku mendapatkan materi yang lebih dari yang aku inginkan. namun perhatian dan cinta yang aku inginkan tidak dapat aku miliki sepenuhnya. ternyata menjadi istri ketiga serasa membuatku sesak, aku benar-benar tidak mampu menahan semuanya. aku goyah Aku menginginkan cinta seutuhnya dari pria yang benar-benar mencintaiku." ucap Helena yang begitu takut dengan semua yang dia katakan.


Nicholas menatap istri ketiganya itu sesaat kemudian pria itu menatap pria yang ada di samping Helena.

__ADS_1


"Apakah kamu yakin menginginkan ini semua?" tanya Nicholas.


Helena menganggukkan kepalanya, kedua tangannya benar-benar gemetar karena takut akan apa yang dilakukan oleh Nicholas.


"Kamu salah jika kamu marah, sayang. kamu salah jika memberikan dia hukuman." ucap Laura yang membuat Nicholas menatap istrinya itu.


"Maksudmu, sayang?" tanya Nicholas.


"Seorang pria yang memiliki banyak istri dituntut untuk memberikan segalanya secara sama, tidak pilih kasih dan tidak memberikan sesuatu yang berat sebelah. mungkin Helena merasakan hal itu, dia ingin mencari kebahagiaannya dan dia ingin mencari cinta untuk dirinya." ucap Laura yang membuat Nicholas tersenyum.


"Aku tahu apa kesalahanku, sayang. namun aku hanya bertanya apakah dia yakin kalau ini yang dia inginkan?" tanya Nicholas.


Helena menganggukkan kepalanya, wanita itu benar-benar yakin dengan semua yang diinginkan.


"Baiklah kalau begitu, aku akan melepaskanmu. kalian bisa bersama untuk mencari kebahagiaan kalian." ucap Nicholas yang membuat Helena benar-benar tidak percaya apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut.


"Apakah anda yakin, Tuan?" tanya Kevin.


"Jika kamu bisa membahagiakan wanita ini aku akan menyerahkannya, anggap saja setelah ini kita sudah tidak ada hubungan. tapi kita masih bisa menjalin hubungan sebagai saudara, jangan saling membenci karena ada seseorang yang bilang kebencian yang terlahir dari hati akan melukai diri sendiri." jawab Nicholas sembari menatap Laura.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat

__ADS_1


__ADS_2