GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.21


__ADS_3

Dua orang sedang bersama, Sedangkan di lain tempat terlihat seorang pria benar-benar sangat kebingungan. dia berusaha untuk mencari keberadaan istri keempatnya itu.


"Kenapa dia belum pulang sampai jam segini? Memangnya dia ke mana?" Nicholas yang benar-benar kebingungan karena Laura belum juga kembali ke rumah. bahkan pria itu masih belum tahu kalau hari ini kakaknya itu memaksa Laura untuk pergi bekerja bersamanya.


Sekitar 30 menit kemudian akhirnya Laura sudah kembali bersama Adam, terlihat wanita itu menatap rumah super besar itu yang lampunya sudah mati semuanya.


CEKLEK..


Langkah kaki Laura memasuki rumah besar itu, baru membuka pintu rumah Laura disuguhkan sebuah pemandangan yang benar-benar membuatnya kebingungan. di sana sudah berdiri Nicholas yang menunggu Laura dengan tatapan mata yang begitu kesal. bahkan pria itu berdiri sembari berkacak pinggang menunggu kedatangan istri keempatnya itu.


"Ya ampun! kamu ngagetin aja sih." ucap Laura yang melihat Nicholas berdiri di ruang tamu.


"Kamu dari mana saja jam segini baru pulang?" tanya Nicholas.


"Ya dari tempat kerja lah." jawab Laura.


"Dari tempat kerja atau kamu keluyuran?" tanya Nicholas kembali.


"Ya dari tempat kerja, mau keluyuran ke mana." jawab Laura santai yang terlihat hendak berjalan meninggalkan Nicholas.


"Kamu ini seorang wanita kamu mau keluyuran sampai malam?" tanya Nicolas dengan emosi yang mulai keluar.


"Mau kemanapun itu kan urusanku, kenapa kamu harus mengatakan hal itu? memangnya kamu ini siapaku?" tanya Laura yang membuat Nicholas sedikit kesal.


"Tentu aku ini suamimu, Kamu kira aku ini siapa kamu? kamu ini tidak menghargai aku sama sekali ya?" Nicolas yang mulai geram.


"semenjak Kapan kamu perhatian sama aku? daripada aku kamu memperhatikan aku kenapa tidak memperhatikan ketiga istrimu itu? para wanita super bawel yang selalu mengganggu." jawab Laura yang kemudian meninggalkan Nicholas.


"Ngapain ngikutin aku?" tanya Laura.


"Kamu ini kalau diajak bicara itu jawab yang bener. suami lagi bicara kamu malah nyelonong." kekesalan Nicholas malah menunjukkan statusnya sebagai seorang suami.


"Halo Tuan, semenjak Kapan kamu menganggap aku sebagai seorang istri? yang aku tahu sih kita ini cuma pura-pura kan, kita ini statusnya hanya sebagai orang tidak kenal atau orang asing bukan? Lalu kenapa kamu tiba-tiba mengaku sebagai seorang istri, semenjak Kapan aku jadi istrimu?" tanya Laura sembari memberikan pertanyaan yang begitu menohok di hati Nicholas.


"Kamu ini kalau diajak bicara itu Jawab yang benar." Nicholas yang mulai melunakkan hatinya.


"Kalau aku sih bicaranya udah bener, Seharusnya kamu yang bicaranya benar itu. biasanya kan kalau kamu bicara sama aku itu kamu seperti pria yang sangat kejam gitu." ucap Laura.


GREPP..


sesaat kemudian tiba-tiba Nicholas menarik Laura ke dapur.


"Kamu mau apa?!" seru Laura.


Tak Ada jawaban yang diucapkan oleh Nicholas, pria itu nampak menyuruh Laura untuk duduk.

__ADS_1


"Lagi ngapain sih?!" bentak Laura dengan nada yang begitu jutek.


"Aku menunggumu, tadi aku memasakkan sesuatu untukmu." jawab Nicholas yang membuat Laura langsung terdiam seribu bahasa.


Bagaimana tidak, tiba-tiba saja pria itu memasak untuk Laura Entahlah apa yang ada di pikiran Nicholas hari ini. kelihatannya pria itu sudah tertarik dengan istri keempatnya bahkan dengan terang-terangan Nicholas memasak untuk istrinya tersebut.


Tatapan mata Laura menatap meja makan yang sudah ada makanan beserta lauk dan minuman dingin.


"Ini apaan?" tanya Laura.


"Aku lapar, Aku menunggumu sejak tadi Kamu belum pulang juga." jawab Nicholas yang kemudian mengambilkan makanan untuk istrinya itu.


Laura benar-benar menggelengkan kepalanya, mimpi apa tadi malam hingga pria itu sekarang memperlakukan dia seperti wanita yang sangat berbeda.


"Kamu bisa masak ya?" tanya Laura.


Nicholas menganggukkan kepalanya, sedangkan Laura tentu saja wanita itu mulai makan. Tak ada suara namun ketika Laura makan wanita itu merasakan makanan yang dibuat oleh suaminya itu lumayan lezat.


"Oh ya, kamu tadi dari mana saja?" tanya Nicholas.


"Tadi aku itu dari kerja." jawab Laura.


"Lalu kenapa kamu sama kakakku?" tanya Nicholas yang sedikit menyelidik.


Nicholas mulai menyadari kalau ada kecemburuan yang dia rasakan, namun bukan Nicholas namanya Jika dia langsung mengakuinya.


"Ya sudah kalau begitu, kamu tidur aja aku mau istirahat, dari tadi menunggumu capek." ucap Nicholas yang kemudian berjalan ke kamarnya.


"Ini orang Kenapa sih nggak pulang-pulang, kok malah betah di sini. kalau dia betah di sini Ketiga istrinya itu malah ngeresek terus-menerus, aku jadi kesel." ucap Laura yang kemudian membereskan piring yang ada di dapur.


Malam ini Laura benar-benar merasakan sesuatu yang sangat aneh, dia baru mengetahui siapa sebenarnya Adam. bahkan dia mengetahui Bagaimana perilakuan suaminya sekarang padanya, Entahlah semuanya benar-benar membuat Laura merasakan sesuatu yang berbeda.


Keesokan pagi terlihat Laura menatap motor kesayangannya yang dua bannya itu tiba-tiba kempes, padahal kemarin waktu dinaiki oleh dia sama Adam semuanya baik-baik saja.


"Ada apa Nona Laura?" tanya salah satu pembantu.


"Kok ban motorku bisa kempes ya?" tanya Laura.


"Kok bisa ya, padahal kemarin kan tidak apa-apa?" tanya salah satu pembantu.


"Aduh gimana ini, aku mau berangkat kerja lagi." Laura yang sedikit kebingungan sedangkan Nicholas yang melihat Laura kebingungan nampak pria itu menunjukkan senyumnya yang sangat licik.


"Kamu lagi ngapain di Sini?" tanya Nicholas.


"Ini ban motorku tiba-tiba kempes." jawab Laura.

__ADS_1


"Kok bisa?" tanya Nicholas.


"Aku aja bingung kamu malah tanya." jawab Laura.


Langkah kaki Nicolas berjalan mendekati mobilnya, pria itu nampak menatap Laura yang begitu kebingungan.


"Aduh aku nggak bisa bawa mobil lagi, kalau aku bisa bawa mobil aku pinjam punya ayah." ucap Laura yang bisa didengar oleh Nicholas.


"Cepat masuk, aku akan mengantarkanmu ke tempat kerjamu!!" seru Nicholas.


"Nggak usah, nanti aku naik kendaraan umum aja." jawab Laura.


"Laura, kamu ikut sama aku saja!" seru Adam yang baru keluar dari rumah.


Laura menoleh menatap kakak iparnya itu, Nicolas yang melihat perlakuan kakaknya kepada istrinya seketika Dia sedikit meradang. Nicolas keluar dari mobilnya kemudian menarik istrinya itu untuk masuk ke mobil.


"Kalau disuruh masuk itu cepat, ini suamimu itu sudah kesiangan, gimana sih." dengan sengaja Nicholas mempertegas posisinya dengan suara yang keras. Hal itu membuat Adam malah menunjukkan senyumnya yang mengejek.


"Tapi aku nanti naik taksi aja deh." ucap Laura.


"Cepet naik kamu ini membantah terus sih." Nicholas yang kemudian mengunci pintu mobil tersebut.


Setelah melakukan hal itu dia langsung melajukan mobilnya dengan sangat kencang.


"Enak aja mau ngerebut istriku." guman Nicholas dalam hati yang terlihat sangat kesal dengan kakaknya itu.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


__ADS_2