
AKU
Seorang wanita nampak berdiri di sebuah rumah yang begitu mewah namun tidak terlalu besar, rumah berlantai dua yang mungkin hanya berukuran lima belas kali dua puluh lima meter saja.
"Siapa wanita yang ada di balkon atas itu?" tanya Laura kepada Nicholas.
"Dialah Almaira, adikku." jawab Nicholas.
"Dia cantik ya." ucap Laura.
"Bagiku kamu adalah wanita yang paling cantik." jawab Nicholas.
"Kalau aku wanita paling cantik kamu tidak akan berusaha untuk mencari perhatian wanita lain." jawab Laura yang masih kesal.
"Kamu mau marah sampai kapan, Sayang? aku kan sudah mengakui kesalahanku, tidak Bisakah kamu memaafkanku?" tanya Nicholas kepada Laura.
"Entahlah kapan Aku akan memberikanmu maaf, tapi yang jelas untuk saat ini aku tidak akan pernah memberikanmu maaf, sayang. karena aku masih sakit hati dengan semua yang kamu lakukan, berarti sekali kamu memandang wanita lain selain diriku, berani sekali kamu mengatakan kata-kata manis kepada wanita lain selain diriku. Maka kalau kamu ingin meminta maaf Entahlah Kapan aku akan memaafkanmu." jawab Laura yang kemudian masuk ke dalam rumah Ayah mertuanya.
Langkah kakinya baru memasuki rumah tersebut, Seorang wanita muda nampak menyambut kedatangan Laura kemudian memeluknya.
"Selamat datang kakak." Almaira yang memberikan pelukan Selamat datang kepada Laura. terkejut, itulah yang sekarang ini dirasakan oleh Laura ketika dirinya mendapatkan sapaan hangat dari adik iparnya.
"Sudah lama tidak bertemu dengan mu, kak." ucap Almaira.
"Tentu saja sudah lama, bagaimana keadaanmu?" tanya Nicholas sembari menatap adiknya.
"Apakah kamu tidak ingin memelukku?" tanya Almaira yang kemudian mendekati Nicholas.
Seketika Nicholas memberikan pelukan kepada adiknya itu, Salam hangat setelah beberapa tahun tidak bertemu. mereka hanya bertemu setahun sekali kemudian mereka berpisah.
"Apakah kamu juga tidak akan memelukku, Almaira?!" seru seorang pria yang sudah berada di sana.
Seketika Nicholas menoleh menatap kakaknya yang sudah ada di sana.
"Kakak!!" seru Almaira yang kemudian berlari untuk memberikan pelukan kepada Adam. tatapan mata Nicholas menatap kakaknya itu, Entahlah apa yang akan dilakukan oleh Adam namun ketika berada di sana pandangan mata Adam langsung tertuju kepada Laura. gadis muda yang sudah menarik perhatiannya ketika pertama kali bertemu.
"Di mana Ayah?" tanya Adam kepada Almaira.
"Ayah di dalam." jawab Almaira.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita masuk, kita akan ke makam ibu." ajak Adam.
Sesaat kemudian Ayah Danilo sudah keluar dari dalam rumah, pria itu menatap Putra pertamanya yang sudah ada di sana. langkah kaki ayah Danilo memberikan pelukan satu persatu kepada anak-anaknya. sesaat kemudian dia memberikan pelukan kepada Laura.
"Ayo kita pergi ke makam." ajak ayah Danilo sembari berjalan mendekati Nicolas. pria itu nampak membisikkan sesuatu kepada putranya.
"Kamu harus berhati-hati kepada kakakmu, Nicholas. jangan sampai kamu kehilangan istrimu." bisik ayah Danilo yang membuat Nicolas menatap tajam pada ayahnya.
senyum yang ditunjukkan oleh Nicholas mengisyaratkan pria itu tidak akan pernah melepaskan istrinya. langkah kaki Nicolas berjalan keluar dari rumah, tatapan mata pria itu menatap tajam kepada kakaknya yang mencuri pandang kepada Laura.
"Kamu mau satu mobil denganku, Laura?" tanya Adam.
"Dia akan satu mobil denganku." jawab Nicholas yang kemudian menarik sang istri.
Laura yang memakai pakaian dress dengan make up yang sedikit ringan hal itu membuat Adam benar-benar menatap tajam kepada Laura, seorang wanita muda yang begitu cantik menarik perhatiannya dan membuat jantungnya berdebar. duda tidak mempunyai anak itu benar-benar begitu tertarik dengan wanita muda yang tidak lain adalah adik iparnya tersebut.
"Oh ya, Laura. ayah mau duduk di sini sama kamu, boleh kan?" tanya ayah Danilo.
"Tentu saja Ayah." jawab Laura sembari tersenyum kepada mertuanya.
Sedangkan Nicholas tentu saja pria itu tahu apa maksud dari ayahnya. setelah beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di salah satu pemakaman keluarga, di sana sebuah makam yang terlihat begitu cantik. makam seorang wanita yang begitu dicintai oleh ayah Danilo dan anak-anaknya.
Tatapan mata yang begitu tajam itu nampak mengeluarkan air mata, wanita yang begitu dia cintai itu telah meninggalkannya. sesaat kemudian Almaira duduk di depan makam ibunya.
"Maafkan aku Bu, Maafkan aku." ucap Almaira.
"Kamu tidak boleh seperti ini, Almaira. wanita sepertimu harus bersyukur, apa yang diinginkan oleh ibumu pasti membuatnya bahagia, dia menatapmu dengan tatapan mata yang begitu sendu, jika kamu terus menerus menyalahkan dirimu mungkin langkah kaki Ibu tidak akan berjalan lagi. dia pasti menatapmu di suatu tempat tanpa berjalan ke tempat yang paling indah." ucap Laura.
Seketika Almaira menatap Laura.
"Apa maksudmu?" tanya Almaira.
"Konon aku pernah dengar dari orang-orang yang lebih tua, relakanlah yang telah meninggal menuju surga, jangan ditahan jangan ditangisi apapun yang terjadi. jika kamu merasa bersalah kepada orang itu yakinlah kesalahan itu sudah dimaafkan, Kamu adalah anaknya orang yang dia cintai. Jika kamu bahagia maka dia akan bahagia jika kamu menderita dengan semua kesalahanmu, maka dia di sana juga akan menderita." jawab Laura yang membuat Almaira seketika menangis dengan begitu keras.
Ayah Danilo mendekati putrinya, pria itu memeluk Almaira dengan begitu erat.
"Inilah yang dimaksudkan ayah, Almaira. kamu tidak boleh terus merasa bersalah, kamu tidak bermaksud melakukan hal itu, itu adalah kecelakaan itu adalah garis takdir yang sudah diputuskan Tuhan." ucap Ayah Danilo yang membuat Almaira memeluk erat ayahnya.
Sesaat kemudian wanita itu menatap Laura dengan tatapan mata yang begitu takjub.
__ADS_1
"Terima kasih." ucap Almaira.
Laura menganggukkan kepalanya, seketika Nicholas memberikan pelukan yang begitu hangat kepada istrinya.
"Terima kasih karena kamu menghilangkan beban yang dimiliki oleh adikku." ucap Nicholas.
Sebuah senyum yang begitu tulus ditunjukkan oleh Laura, setelah mereka dari makam ayah Danilo meminta anak-anaknya untuk menginap di rumah yang ada di bukit, pria itu meminta seorang pembantu untuk memasak buat mereka.
"Kamu mau ke mana, Sayang?" tanya Nicholas kepada sang istri.
"Aku mau membantu memasak di dapur, Memangnya kamu mau membantuku?" tanya Laura yang membuat Nicholas langsung berdiri dan membawa sang istri ke dapur daripada dia harus melihat kakaknya yang dari tadi terus menerus menatap istrinya dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Memangnya kamu mau masak apa?" tanya Nicholas.
"Aku mau masak masakan rumahan saja." jawab Laura.
"Bagaimana kalau masak spaghetti sama masakan korea?" tanya Nicholas yang membuat Laura hanya menganggukkan kepalanya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1