
Teman-teman Laura yang berasal dari tempat kerjanya sudah pulang, beberapa saat kemudian Helena bersama kekasihnya juga sudah berada di sana.
"Sudah lama kita tidak bertemu, Laura." Helena yang sudah berada di rumah Nicholas.
Wanita itu menatap Laura yang barusan mengantarkan teman-temannya keluar rumah, Laura menoleh dan menatap Helena.
"Halo." sapa Laura yang kemudian memeluk Helena.
"Ayo masuk." ajak Laura kepada Helena dan kekasihnya tersebut.
"Sebentar ya, aku mau menidurkan anakku dulu." Laura yang hendak membawa putranya.
"Bolehkah aku melihatnya?" tanya Helena yang kemudian berjalan mendekati putra Laura tersebut.
Tatapan mata Helena menatap bayi yang ada di gendongan Laura.
"Tampan seperti ayahnya." ucap Helena.
"Duduk dulu, aku akan meminta bibi untuk membuatkan kalian minum. Kalian sudah makan belum?" tanya Laura.
Nampak pria yang bersama Helena terdiam sembari tersenyum.
"Kalian duduk dulu, aku akan meminta Bibi membuatkan makanan. maklum tadi teman-teman dari restoran ke sini, semua makanannya udah ludes disantap mereka." ucap Laura sembari tersenyum.
Helena dapat melihat kalau Laura sekarang sudah bahagia dengan Nicholas, wanita itu juga ikut bahagia karena dia memberikan Helena kebahagiaan.
"Di mana Nicholas?" tanya Helena.
"Dia masih di perusahaan, Mungkin dia lagi marah-marah sama karyawannya." jawab Laura.
"Memangnya ada apa?" tanya Helena.
"Kurang tahu, mungkin ada masalah di perusahaan. tadi aku telepon yang menjawab ponsel itu Gabriel." jawab Laura.
Helena tersenyum, sesaat kemudian dia menatap bayi yang ada di gendongan.
"Laura Apa kamu mau menggendong Putraku?" tanya Laura yang membuat Helena langsung menganggukkan kepalanya.
"Apa tidak apa-apa?" tanya Laura.
"Tentu saja tidak apa-apa, Siapa yang tidak membolehkannya." jawab Laura.
Helena benar-benar sangat bersyukur karena Laura mau menerimanya sebagai saudara.
"Sudah lama kalian tidak kemari, kalian sekarang pindah ke mana?" tanya Laura.
"Aku kerja di pindah di perusahaan yang ada di luar kota, jadi aku membawanya pindah." jawab Kevin.
"Apakah kalian sudah menikah?" tanya Laura kepada Helena dan Kevin. mendengar pertanyaan seperti itu tentu saja kedua orang itu tersenyum.
__ADS_1
"Iya, kami sudah menikah." jawab Helena.
"Menikah secara agama dan negara kan? kalian menikah di mana?" tanya Laura kembali.
"Tentu saja masih di negara ini, mau di mana lagi." jawab Helena sambil tersenyum.
"Ya sudah kalau gitu, kita makan dulu nanti kita lanjutkan bicaranya. aku akan menidurkan bayi kecil ini karena dia tidak terlalu suka digendong lama-lama." ucap Laura yang kemudian menidurkan bayinya.
Rumah yang dulu terlihat begitu sunyi itu sekarang penuh warna, Laura adalah wanita yang begitu baik. Dia selalu bersikap ramah kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. dulu Rumah ini begitu sunyi, semua orang menganggap Kami bertiga adalah orang-orang kejam.
"Mereka tidak pernah tersenyum kepada kami, mereka selalu takut kepada kami." ucap Helena.
"Kenapa seperti itu?" tanya Kevin.
"Mereka selalu takut karena kami memperlakukan mereka secara kasar." jawab Helena.
"Tapi sekarang berubah kan? wanita itu memperlakukan mereka begitu baik, Lihatlah mereka menunjukkan senyumnya. mereka begitu tulus dalam bekerja." Kevin yang terlihat menatap para pekerja yang ada di rumah Laura.
"Nyonya Helena, silakan ke dapur." ajak salah satu pembantu.
Sekitar beberapa detik kemudian Laura sudah turun dari kamar. Dia berjalan menuju ruang makan.
"Apakah kamu pernah bertemu dengan Hera atau Rara, Helena?" tanya Laura kepada Helena.
"Tidak kami tidak pernah bertemu atau melakukan panggilan telepon, aku sudah tidak ingin berhubungan dengan mereka karena mereka selalu membuatku dalam masalah." jawab Helena.
"Ya sudah kalau begitu, kalian akan menginap di sini?" tanya Laura.
"Ya sudah kalau begitu, kalian makan dulu nanti kita akan berbicara lagi." ucap Laura.
Sekitar 15 menit kemudian mereka sudah sampai selesai dengan acara makan, Laura nampak duduk di ruang tengah bersama dengan Helena dan sang suaminya.
"Oh ya, Helena. memangnya kamu pernah mendengar mengenai informasi dari dua orang itu?" tanya Laura.
"Pernah." jawab Laura.
"Lalu mereka ada di mana?" tanya Helena.
"Ya ada di kota ini juga sih." jawab Laura.
"Lalu apa yang mereka lakukan? apakah mereka masih mengganggumu?" tanya Helena yang sedikit penasaran.
"Mereka selalu saja menggangguku, mereka berusaha untuk menghancurkan semua kebahagiaanku." jawab Laura.
"Tidak pernah sekalipun mereka berusaha untuk menjadi orang yang baik, apalagi kamu tahu kan sekarang aku sudah mempunyai seorang putra. mereka begitu iri bahkan mereka beberapa waktu yang lalu berusaha untuk membunuhku." jawab Laura.
"Mereka benar-benar tidak mempunyai otak sama sekali," Kevin yang terlihat sedikit tidak menyukai dua makhluk yang dibicarakan oleh Laura.
"Tenang saja, tapi yang satunya sudah aku buat bapak belur. mungkin tangan dan kakinya juga patah." jawab Laura yang membuat Kevin langsung menatap wanita yang ada di depannya tersebut. bahkan pria itu tidak mengerti apa maksud dari perkataan Laura.
__ADS_1
"Maksudmu?" tanya Kevin.
Seketika Helena menarik tangan sang suami, wanita itu tersenyum dan membisikkan sebuah kalimat.
"Wanita yang ada di depanmu ini adalah wanita luar biasa, dia petarung bebas petinju liar dan jago ilmu beladiri." bisik Helena di telinga sang suami hingga membuat Kevin benar-benar tidak percaya.
"Benarkah? apa kamu yakin sayang?" tanya Kevin.
"Iya, tentu. ya kan Laura?" tanya Helena.
"Maksudmu?" tanya Laura balik.
"Aku bilang pada suamiku kalau kamu itu petarung bebas, petinju liar bahkan kamu jago ilmu bela diri." jawab Helena yang membuat Laura sedikit tersenyum.
"Istrimu itu bisa-bisa saja, dia terlalu memujiku." jawab Laura sembari tersenyum.
"Waduh.., bahaya dong kalau berurusan denganmu kalau gitu." ucap Kevin yang sedikit terkejut dengan kesaksian yang diucapkan oleh istrinya tersebut
"Kalian kapan balik ke tempat kalian?" tanya Laura.
"Aku akan bersenang-senang di tempat ini sekitar 2 hari, aku dan suamiku mendapatkan cuti selama dua hari." jawab Helena.
"Ya sudah kalau begitu, kalau kalian mau menginap menginap saja di sini. kalau kalian tidak mau menginap kalian mau tinggal di mana?" tanya Laura.
"Rumahku kan belum aku jual, Laura. jadi aku mau berada di sana untuk 2 hari ini." jawab Kevin.
"Ya sudah kalau begitu." jawab Laura yang kemudian terlihat berbicara panjang lebar. sekitar 2 jam kemudian Nicholas sudah kembali dari perusahaannya. pria itu kembali lebih sore dari biasanya karena kepalanya sudah sangat pusing akibat ulah dari beberapa penjahat yang tidak mau mengaku.
"Selamat sore, sayang!" seru Nicholas yang sudah memasuki rumahnya.
"Selamat sore, sayang." jawab Laura yang kemudian berjalan mendekati sang suami sembari memberikan dia ciuman.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
__ADS_1
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat