
OK, KAU DAN AKU
Dengan begitu sabar Laura menunggu Rara keluar dari tempat tersebut wanita itu akan melihat bagaimana caranya memberikan mereka pembalasan. mereka sudah membuat Laura hampir kehilangan nyawa dengan anaknya, luka jahitan itu belum mengering sempurna namun satu bulan sudah cukup untuk Laura membuat dirinya sudah lebih baik.
15 menit kemudian
Orang yang ditunggu oleh Laura sudah menampakkan batang hidungnya, wanita itu terlihat keluar dari rumah dengan pakaian yang sangat sederhana. begitu berbeda ketika dia masih menjadi istri dari Nicholas.
"Aku tidak akan pernah mengira kalau kamu sekarang menjadi pengemis seperti ini, pantas saja kamu berusaha untuk menghancurkanku. kamu ingin mengambil kebahagiaanku Ya? lihat saja siapa yang akan menang." ucap Laura.
Di dalam mobil langkah kaki Laura keluar dari mobil, wanita itu mengunci mobil kemudian berjalan mendekat. wanita cantik berkacamata hitam memakai celana jeans dan kemeja berwarna coklat. Laura juga memutuskan akan memberi Rara pembalasan atas apa yang telah dia lakukan, wanita itu terus mengikuti Rara entah ke mana, dia akan pergi sesaat kemudian ketika dia sudah berada di sebuah gang yang ternyata cukup ramai.
Laura mengambil kesempatan itu, wanita itu terlihat mendekati Rara dengan menunjukkan ekspresi yang benar-benar sangat luar biasa.
"Berhenti!!" seru Laura yang membuat Rara yang ingin berjalan itu seketika menoleh.
Rara melihat seorang wanita berpakaian kasual dengan dandanan yang begitu cantik. "Iya ada apa ya?" tanya Rara.
Laura membuka kacamatanya, wanita itu meletakkan kacamatanya di kemeja.
"Sudah lama tidak bertemu denganmu, istri kedua suamiku.., Oh yang benar mantan istri kedua suamiku." ucap Laura yang kemudian mendekati Rara.
Rara yang melihat hal itu nampak wanita itu wajahnya langsung pucat pasih, dia menatap istri ke-4 mantan suaminya yang sekarang menjadi istri satu-satunya dan istri sah yang memiliki segalanya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rara kepada Laura.
"Aku kemari Tentu saja aku kemari karena aku harus menagih pembayaran yang telah jatuh tempo, kamu sudah membuat hutang yang begitu banyak dan begitu besar. jadi aku kemari karena aku harus mengambil pembayaran secara lunas." jawab Laura yang membuat Rara seketika berjalan dengan sangat cepat.
Wanita itu langsung berlari untuk menghindari Laura, sesaat kemudian Laura mempunyai sebuah rencana yang sangat licik .
"Pencopet, pencopet, pencopet!!" teriak Laura dengan suara yang keras sembari mengejar Rara.
Beberapa orang yang ada di sekitar jalanan nampak menatap seorang wanita yang mengejar wanita yang lainnya.
"Ada apa Nona?" tanya seorang pria.
"Wanita itu sudah mencopet dariku, Tolong dikejar." jawab Laura yang berakting begitu kelelahan. padahal kalau Laura berlari lebih kencang lagi kemungkinan besar itu akan mengganggu kesehatannya yang baru dioperasi karena melahirkan.
Beberapa pria yang ada di tempat itu nampak mereka langsung menghentikan Rara.
"Cantik-cantik mencopet!" seru beberapa pria.
__ADS_1
"Bohong, dia bohong!!" teriak Rara sembari memberontak ingin terlepas.
Laura berpura-pura kesusahan bernafas, wanita itu menunjuk wajah Rara.
"Dasar tidak tahu diri, berani sekali kamu mencopot dariku!!" seru Laura yang kemudian menarik tubuh Rara.
"Dasar wanita tidak tahu diri, siapa yang mencopet darimu. aku tidak melakukan hal itu!!" teriak Rara.
PLAKKK..
PLAKKK..
"Cantik-cantik mulutmu ternyata busuk, Laura yang kemudian menatap Rara.
"Apa yang dia copet, Nona?" tanya seorang pria.
"Diia sudah mencopet hp-ku, tadi aku berhenti di sekitar gang sana Aku mencari alamat yang tidak aku ketahui. waktu aku keluar aku bertanya kepada wanita itu tiba-tiba dia langsung mengambil ponselku." ucap Laura yang kemudian menarik tas yang dibawa oleh Rara.
"Bohong, dia itu berbohong. Aku tidak mencopet darinya." jawab Rara yang tidak terima karena dirinya dituduh mencuri.
"Kamu tidak mau dituduh mencopet, lalu apa ini?" Laura yang sudah mengambil ponselnya dari dalam tas Rara. entah kapan wanita itu meletakkan ponsel itu di tas Rara, namun orang-orang yang melihat hal itu tentu saja mereka langsung menatap tajam ke arah Rara. Bukankah dia tinggal di rumah sederhana yang ada di dekat rumah kontrakanku?" ucap seorang pria.
"Benarkah?" tanya Laura.
Tak ada kata yang bisa dikatakan oleh Laura, sesaat kemudian wanita itu akan melakukan sesuatu.
"Aku tidak mencopot darinya, dia bohong!!" seru Rara yang tidak terima.
"Jika kamu tidak mencopet, itu buktinya kamu sudah membawa ponsel itu. dasar wanita tidak tahu diri!" seru seorang ibu-ibu yang sudah ada di sana.
Laura nampak tersenyum, sesaat kemudian wanita itu meminta orang-orang untuk melepaskan Rara.
"Lepaskan saja Tuan, Saya akan membawanya ke kantor polisi biar dia itu tahu rasa, berani sekali dia mencopet." ucap Laura.
"Baiklah kalau begitu, Nona. Kamu bawa dia ke kantor polisi aku akan mengikatnya biar tidak melukaimu." ucap seorang pria.
Laura nampak tersenyum sembari menyipitkan salah satu matanya, Rara yang melihat hal itu dia tidak akan pernah mengira kalau istri keempat mantan suaminya itu benar-benar begitu licik.
"Kamu ingin bermain licik denganku kan? maka kamu akan tahu bagaimana trik licik itu berjalan." Laura yang berbisik di telinga Rara.
Rara tidak akan pernah mengira kalau hal ini akan terjadi, Laura membawa mobilnya beserta Rara ke sebuah tempat. di sebuah tempat terpencil yang tidak ada penghuninya sama sekali.
__ADS_1
"Kamu mau apa?!" teriak Rara.
"Aku ingin memberikanmu sesuatu yang sangat berharga." jawab Laura.
Raut wajah Rara benar-benar begitu pucat pasih, wanita itu nampak menatap Laura dengan tatapan mata yang begitu ketakutan.
"Apa salahku? Kenapa kamu melakukan hal ini padaku?!" seru Rara kembali.
"Kamu bertanya apa kesalahanmu, Apakah aku menjelaskan padamu mengenai kesalahanmu?" tanya Laura yang membuat Rara terdiam tanpa bisa mengatakan sesuatu.
Tentu saja wanita itu mengatakan hal itu karena sudah membuat Laura hampir kehilangan nyawa beserta bayinya.
"Kamu dan Hera sudah membuatku hampir kehilangan nyawa bersama anak yang ada di kandunganku. untungnya Tuhan masih berkehendak baik, aku dan bayiku selamat tapi aku harus merasakan kesakitan atas apa yang telah kamu lakukan, karena itu aku meminta pembayaran lunas atas apa yang sudah kamu lakukan." ucap Laura yang kemudian membuka pintu mobil dan berputar menuju tempat Rara.
Seketika Laura menarik rambut Rara dengan sangat keras, wanita itu tidak akan main-main dengan semua yang dia katakan dia langsung menghempaskan Rara di tanah basah yang penuh dengan lumpur.
BUGG..
Laura meletakkan semua barang-barangnya termasuk sepatunya, wanita itu membuka blazer yang dia pakai hari ini.
"Kamu akan merasakan bagaimana rasanya kesakitanku, kamu dan Hera selalu saja berusaha untuk melakukan sesuatu padaku." ucap Laura dengan raut wajah yang begitu kesal.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat