GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.14


__ADS_3

Senja sore telah tenggelam Dari ufuk yang begitu jauh, seorang pria berjalan memasuki rumah sang ayah. kepenatan hati kepenatan pikiran terus membayangi Nicholas.


"Tuan." Panggil salah satu pembantu.


"Tolong persiapkan makanan dan minuman untukku." pinta Nicholas yang kemudian berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai.


Mempunyai tiga istri tidak membuat Nicholas merasa bersemangat dalam menjalani hidup, terkadang pria itu selalu dibuat pusing dengan ketiga istrinya. salah satu istrinya ada yang menjadi model ada yang menjadi sekretaris dan salah satunya hanyalah gadis pesolek yang selalu bermanja diperlukan Nicholas.


Langkah kaki Nicolas memasuki kamarnya, pria itu menutup pintu kamarnya dengan begitu berat. langkah kaki Nicolas berjalan menuju kamar mandi, tangannya yang membawa beberapa barang itu langsung dilemparkan ke atas ranjang. satu persatu pakaiannya dilepaskan, Nicholas memasuki kamar mandi, pria itu mengguyur tubuhnya dengan air dingin.


"Aku bisa-bisa dibuat sakit oleh ketiga wanita itu." ucap Nicholas yang kemudian mengusap wajahnya dengan begitu kesal. selalu saja seperti itu.


"Entah apa yang terjadi namun Nicholas terasa begitu capek luar biasa, sekitar 30 menit kemudian terlihat pria itu berjalan gontai menuju ruang makan. tatapan matanya menatap rumah yang terasa sepi.


Tak berselang lama muncul lah istri ke-4 Nicholas, wanita tukang rusuh dan musuh Nicholas.


"Kamu? lagi ngapain kamu ada di sini?" tanya Laura kepada Nicholas.


"Ini rumah ayahku, mau ngapain di sini itu adalah urusanku." jawab Nicolas.


"Mendengar jawaban seperti itu seketika Laura hanya menganggukkan kepalanya.


"Siapa bilang, aku kan cuma tanya." ucap Laura yang kemudian Mulai mengambil beberapa bahan di lemari es dan mulai memasak untuk dirinya sendiri.


Tatapan mata Nicholas nampak menatap wanita muda tersebut, tangannya begitu terampil saat dia mengikat rambutnya ke atas kemudian memotong sayuran dan membersihkan ayam dan udang.


"Kamu lagi ngapain duduk di dapur?" tanya Laura.


"Kalau ada di dapur berarti aku mau cari makanan." jawab Nicholas.


"Kenapa tidak di ruang makan? di sana ada makanan." jawab Laura.


"Makanannya belum di hangatkan, jadi aku menunggu Bibi untuk menghangatkan makanan itu." jawab Nicholas yang benar-benar begitu lelah.


"Oh..,"


jawab singkat Laura yang kemudian memasak makanan untuk dirinya. dia membuat jus anggur kemudian mulai mengupas beberapa sayuran.


"Kamu mau makan masakanku?" tanya Laura.


"Tidak usah, biar bibi yang memasak untukku." jawab Nicholas.


Sekitar 20 menit kemudian Laura sudah selesai membuat nasi goreng seafood, jus anggur dan beberapa sayuran yang sudah dikupas.

__ADS_1


Tatapan mata Nicholas nampak menatap Laura yang makan dengan begitu lahapnya.


"Kamu yakin tidak mau makan? Memangnya kamu tidak lapar?" tanya Laura.


Nicholas menggelengkan kepalanya, tentu saja egonya lebih diutamakan daripada perutnya yang lapar. beberapa detik kemudian Gabriel sudah berada di dapur sembari menatap Laura yang makan dengan begitu lahapnya.


"Nona Laura sedang masak apa?" tanya Gabriel kepada Laura.


"Masak nasi goreng seafood sama jus anggur juga Sama sayur-sayuran ini." jawab Laura.


KRUCUK..KRUCUK..


bunyi keroncong perut membuat Gabriel menatap Laura.


"Kamu belum makan ya? Kamu lapar, tuan Gabriel?" tanya Laura.


Gabriel nampak menganggukkan kepalanya.


"Sini makan ambil piring, aku tadi masak banyak. lumayan untuk kita berdua." ucap Laura yang melanjutkan melahap masakan yang dia masak.


Sedangkan Nicholas tentu saja pria itu harus menahan perutnya yang begitu kelaparan.


"Tuan tidak makan?" tanya Gabriel.


"Kelihatannya majikanmu itu kelaparan, kalau tidak suapin dia aja biar dia mau makan." canda Laura yang membuat Nicholas malah melotot menatap Laura.


"Hati-hati kalau kedua bola matamu itu copot, bisa-bisa Kamu tidak akan bisa melotot lagi." cibir Laura yang membuat Nicholas hendak bertengkar namun perutnya benar-benar begitu kelaparan.


"Tuan, mau aku ambilkan? ini bisa Kita makan berdua loh." ucap Gabriel.


Nicolas yang benar-benar begitu kelaparan tentu saja pria itu harus menghilangkan gengsinya, tanpa mengatakan apapun pria itu langsung melahap makanan yang sudah diambilkan oleh Gabriel.


Ketika orang itu terlihat berada di ruang makan sembari melahap makanan tanpa mengeluarkan suara sama sekali. setelah makanan itu habis Gabriel nampak menatap Laura.


"Nona Laura ternyata benar-benar pandai memasak Ya." puji Gabriel.


"Tidak juga, aku cuma bisa memasak beberapa masakan saja." jawab Laura.


"Enak apanya, kalau aku tidak kelaparan makanan ini tidak akan ada rasanya. sudah hambar tidak terasa, makanannya agak gosong pula." Nicholas yang mulai membuat Laura kesal.


Seketika Laura menatap Nicholas dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Dasar pria tidak tahu diri, kalau aku tahu kamu menghina masakanku Lebih baik aku biarkan kamu mati kelaparan. dasar pria tua." ucap Laura yang kemudian membersihkan piringnya dan pergi dari dapur.

__ADS_1


Gabriel yang menatap Laura nampak pria itu sedikit tersenyum.


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu? kamu suka sama dia ya?" ejek Nicholas.


"Kalau dia belum menjadi istrimu, Tuan. mungkin aku mau menikahinya, dia cantik panda memasak apalagi yang aku tahu kalau dia itu pandai berkelahi." jawab Gabriel.


"Benar juga, sayangnya dia adalah istriku. istri ke-4 yang tukang rusuh selalu bertengkar denganku dan tidak bisa menutup mulutnya itu." gerutu Nicholas yang kemudian berjalan menuju lemari es untuk mencari minuman.


Memang masakan yang dimasak oleh Laura rasanya begitu berbeda dengan masakan yang dibuat oleh para pembantu yang ada di rumahnya ataupun rumah ayahnya. masakan itu terasa begitu hangat, begitu spesial bahkan masakan yang dibuat oleh Laura memiliki rasa tersendiri.


"Apa kita jadi lembur sampai malam, tuan?" tanya Gabriel.


"Tentu saja Gabriel, jika kita tidak segera menyelesaikan pekerjaan ini maka kita bisa dalam kondisi bahaya." jawab Nicholas.


Setelah selesai makan kemudian mereka akhirnya ke ruang tengah untuk memeriksa beberapa bekas perusahaan, Laura yang memang belum tidur nampak wanita itu menatap Nicholas dan Gabriel dari lantai 2.


Tatapan matanya begitu tajam seolah wanita itu ingin menyelidiki Apa yang dilakukan oleh pria itu, tak berselang lama terlihat seorang pria juga sudah pulang sedikit malam. Adam bersama anak buahnya memasuki rumah.


"Oh ya, kamu tadi tidak apa-apa kan?" tanya Adam kepada Laura.


"Tentu saja aku tidak apa-apa, kamu berharap terjadi sesuatu padaku ya?" tanya Laura dengan nada sewot.


"Tentu saja aku tidak akan mempunyai pemikiran seperti itu, lagi pula aku bukan pria brengsek yang akan melakukan tindakan konyol seperti itu." jawab Adam.


Perdebatan dua orang yang bisa didengar oleh Nicholas, tatapan matanya menatap Laura yang sedang berdebat dengan kakaknya. Entah mengapa terlihat pria itu menatap Laura dengan begitu intens, wanita itu memang cantik bahkan kulitnya begitu kencang tanpa make up sama sekali berbeda dengan 3 istri Nicholas yang make up nya selalu tebal.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


__ADS_2