GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.13


__ADS_3

"Wanita seperti kalian itu harganya sangat murah, aku yakin jika aku menambahkan satu ikat uang ini kalian akan langsung melakukan apa yang kami minta, bukan?" tanya seorang pria sembari mengulurkan tangannya hendak menyentuh Laura dan temannya.


"Seperti itulah pemikiran pria brengsek, Namun karena aku sudah merekam semua pembicaraanmu Maka jangan salahkan aku jika aku harus melakukan sesuatu kepadamu." jawab Laura yang kemudian mematikan ponselnya dan meminta temannya itu untuk menyimpan ponsel itu.


"Memangnya apa yang akan kamu lakukan?" tanya salah satu pria.


"I'm sorry mister." ucap Laura yang kemudian mulai melakukan sesuatu.


BUGG..


BUGG..


"Hyaaa!!"


Laura langsung menarik tubuh si pria dan membantingnya.


BRAKK..


"Hufff..," Laura menghembuskan nafasnya.


"Berani sekali kalian melakukan hal itu kepada seorang wanita, kalian kira kami ini wanita murahan apa!" bentak Laura yang terlihat sudah menunjukkan kemarahannya.


Beberapa teman si pria yang ada di ruangan itu nampak dia berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Laura.


"Jika kalian maju akan kupastikan hidung dan gigi kalian akan rontok." ancam Laura.


Adam yang melihat hal itu terlihat pria itu mencoba untuk melerai temannya tersebut,


"Semenjak Kapan kalian melakukan hal ini kepada seorang wanita?!" seru Adam yang membuat empat pria itu langsung terdiam.


"Jika kalian berani melakukan sesuatu kepada wanita ini aku akan menembak kalian." ucap Adam.


"Mereka ini hanyalah wanita murahan yang hanya menjual tubuh Mereka, jangan khawatir Tuan Adam. kita akan bersenang-senang dengan dua wanita ini." ucap salah satu pria yang membuat Laura nampak tersenyum dan memulai aksinya kembali.


"Oke."


BUGG..


BUGG..


BRAKKK...


"Hahaha.., majulah." Laura tidak akan pernah membiarkan seseorang berusaha untuk melecehkannya.


Adam yang melihat hal itu nampak pria itu sangat terkejut luar biasa, kata-katanya yang tajam namun begitu berarti. Ternyata wanita itu juga sangat pandai membuat seorang pria tersungkur tidak berdaya.


"Ambillah satu ikat uang itu, sekarang pulanglah akan kupastikan kalau mereka tidak akan melakukan sesuatu kepada kalian." ucap Adam.

__ADS_1


"Terima kasih, Tapi itu tidak perlu. jika mereka berani melakukan sesuatu kepada kami, akan kupastikan bukti ini sampai ke polisi lebih dahulu. kalian ini orang kaya tapi kalian tidak mempunyai otak untuk berpikir." setelah mengatakan hal itu akhirnya Laura dan temannya segera pergi dari tempat itu.


Adam nampak menatap kepergian Laura, wanita itu memang benar-benar sangat luar biasa.


"Bukankah dia pria yang sering ke restoran kita?" tanya teman Laura.


"Tentu." jawab Laura.


"Tapi kelihatannya dia bukan pria brengsek seperti yang lain." ucap teman Laura.


"Entahlah kita tidak tahu seperti apa pikiran orang lain, Jadi lebih baik kita segera kembali ke restoran." ajak Laura yang kemudian mulai menghidupkan kendaraannya.


Selalu saja siapapun yang berurusan dengan Laura maka dia akan bernasib sangat tragis, beberapa pria yang melakukan hal itu tentu saja mereka juga mengalami nasib tragis karena mereka juga akan mengalami keadaan seperti itu.


PUKUL LIMA SORE.


"Kamu sudah mau pulang, Laura?" tanya si Bos.


"Belum Pak, mungkin aku mau ke tempat biasa Sebentar. aku mau berolahraga karena otot-ototku sedikit kaku." jawab Laura.


"Kamu ini Laura, masa sih wanita kok senangnya ke arena pertarungan seperti itu. Kamu tidak takut jika ada orang yang menyukaimu tapi dia kabur gara-gara dia tahu kalau kamu ini petarung?" tanya si Bos.


"Pak Bos tahu kan kalau aku ini seperti apa."


"Tapi, Laura. cobalah kamu menjadi wanita ideal bagi seorang pria."


"Tapi Laura kamu itu seorang wanita, tidak seharusnya kamu memilih jalan seperti itu."


"Pak Bos tahu kan aku membutuhkan uang banyak untuk mengobati adikku."


perdebatan panjang itu tidak akan pernah usai karena Laura juga tidak mau adiknya meninggalkannya, hidup berdua dengan adiknya membuat Laura takut kehilangan satu-satunya harta baginya tersebut.


Setelah dari restoran tempatnya bekerja Laura nampak sehingga ke salah satu tempat pelatihan. "Aku lebih baik pergi ke tempat lain." ucap Laura yang kemudian memarkirkan motornya tersebut.


Saat berada di sana Laura selalu disambut oleh teman-temannya.


"Halo Sayang?!" seru seorang pria.


"Halo, bagaimana? Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Laura.


"Tentu saja sayang, semuanya baik-baik saja.


oh ya kenapa beberapa hari ini kamu tidak pernah kemari?" tanya seorang pria.


"Aku masih banyak pekerjaan, kamu tahu kan." jawab Laura.


Seorang pria nampak sedang meregangkan otot-ototnya di area pertarungan tersebut, di sana terlihat Adam dan Bram sedang berlatih tinju dan berlatih taekwondo.

__ADS_1


"Bos." Panggil Bram.


"Ada apa Bram." jawab Adam.


"Bos, bukankah dia Nona Laura?" tanya Bram yang membuat Adam langsung menoleh ke arah pandangan Bram.


"Apa yang dilakukan wanita itu di sini?" tanya Adam.


Di tempat yang juga tidak kalah menjengkelkannya terlihat Nicholas sedang membaca beberapa berkas yang ada di perusahaannya.


"Kenapa berkas-berkas ini tidak ditinjau kembali, Gabriel? Lihatlah semua berkas-berkas ini berantakan, Aku tidak mau tahu minta kepada mereka untuk memperbaiki seluruh laporan ini. jika sampai besok laporan ini tidak selesai maka mereka harus bersiap-siap untuk mengundurkan diri!" perintah Nicholas. pria itu sangat marah ketika beberapa laporan yang dia terima tidak sesuai dengan laporan pribadi yang dia miliki.


"Apa tidak sebaiknya kita meminta mereka untuk lembur hari ini, tuan. kemungkinan besar mereka akan menghindar dari tugas ini jika mereka diminta mengerjakan besok." ucap Gabriel.


"Baiklah terserah padamu, kalau begitu minta kepada mereka untuk menyelesaikan hari ini juga. aku tidak mau tahu mereka selalu saja melakukan kesalahan, kalau seperti ini terus bisa-bisa perusahaanku ini akan hancur!" teriak Nicholas sembari membanting beberapa berkas yang ada di mejanya.


Sesaat kemudian nampak pria itu mendapatkan sebuah pesan dari beberapa istrinya.


"Kenapa mereka selalu menggangguku, mereka selalu meminta ini dan itu. mereka tidak pernah berusaha untuk mengerti aku!" Nicholas yang kemudian mematikan ponselnya. pria itu benar-benar sangat marah di perusahaan dia begitu tertekan dengan semua laporan yang hancur, namun di sisi lain dia selalu diganggu oleh ketiga istrinya itu yang selalu meminta ini dan itu.


"Mereka tidak pernah berusaha untuk mengerti, mereka selalu membuat anda tertekan seperti ini." ucap Gabriel.


"Kamu benar sekali Gabriel, aku terkadang sangat kesal dengan mereka semuanya. aku Terkadang ingin membuang mereka jauh agar tidak menggangguku." jawab Nicholas yang kemudian mulai membaca berapa berkas itu dan meminta Gabriel untuk segera meminta seluruh divisi untuk memperbaiki laporan tersebut.


Sekitar beberapa menit kemudian Nicolas lebih memilih untuk kembali ke rumah daripada dia selalu pusing memikirkan hal ini.


"Tuan, apakah tidak sebaiknya anda ke tempat tuan besar saja daripada Anda diganggu oleh ketiga istri Anda?" tanya Gabriel yang membuat Nicholas menganggukkan kepalanya.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


__ADS_2