
Bahagia itulah yang sekarang dirasakan oleh Laura, adiknya sudah mulai terbangun dari koma, bahkan adik kecilnya itu menatap dirinya dengan tatapan mata yang begitu merindu.
"Apakah kamu mau berada di sini?" tanya Nicholas kepada Laura.
wanita itu menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu, aku akan menemanimu." ucap Nicholas yang kemudian meminta Jeremy untuk ke perusahaan dan menangani beberapa pekerjaan.
waktu mulai berjalan dengan semua cerita yang sudah tergambar dan cerita yang mulai berjalan. Nicholas selalu memberikan perhatian kepada Laura, pria itu selalu memperhatikan istri keempatnya itu.
"Tuan, siapa wanita yang ada di dalam itu?" tanya Seorang perawat.
"Dia istriku, memangnya kenapa?" tanya Nicholas.
Sebuah senyum ditunjukkan oleh salah satu perawat. "Maaf, saya kira Adik Anda." jawab perawat yang membuat Nicholas malah mencibirkan bibirnya.
"Dia itu istriku dan yang kecil itu adik iparku. Enak aja kamu bilang dia adikku." Nicholas yang mulai tidak terima karena dikatakan sebagai kakak dari Laura.
Perbandingan usia sepuluh tahun mungkin sedikit membuat orang-orang yang ada di tempat itu menatap Nicholas sebagai kakak dari Laura.
"Ada apa?" tanya Laura yang baru keluar dari kamar mandi di ruangan adiknya.
"Tidak apa-apa, Oh ya aku sudah membelikan makanan. kamu makan dulu aku akan suapin adikmu." ucap Nicholas.
"Terima kasih ya, terima kasih karena kamu mau menemaniku." ucap Laura.
"Tentu saja, walaupun hubungan kita tidak baik tapi kamu itu adalah istriku. Tentu saja aku harus belajar untuk selalu menghargai dan selalu menjagamu." jawab Nicholas yang membuat Laura ingin tertawa.
"Kakak, duduk sini." pinta Azar yang membuat Nicholas duduk di samping adik kecilnya itu.
"Biar kakakmu makan dulu, kamu aku suapi ya." ucap Nicholas.
"Kita makan berdua saja kak, boleh kan?" tanya Azar yang membuat Nicholas nampak menunjukkan senyumnya.
"Oh ya, siapa sih Nama adikmu itu? kenapa dia harus dipanggil dengan panggilan Azar, Apakah tidak ada panggilan yang lain?" tanya Nicholas kepada istrinya.
"Namanya adalah Nazar afran, Aku suka memanggilnya dengan panggilan Azhar. karena aku suka saja memanggilnya dengan panggilan itu." jawab Laura.
"Ya sudah kalau begitu, aku panggil dia Nazar saja, aku tidak suka panggilan yang kau berikan itu." ucap Nicholas yang mulai menyuapi adik iparnya itu sembari memakan makanannya.
Canda tawa terdengar di ruangan itu, Tuan Danilo juga sudah mendengar mengenai adik dari menantunya itu yang sudah terbangun. seringkali pria tua itu ke tempat Adik dari menantunya.
DUA MINGGU KEMUDIAN
__ADS_1
"Kakak, kenapa kita tidak pulang ke rumah. Kenapa kita ke sini?" tanya Nazar kepada Laura.
"Kakak kan sudah menikah sayang, kalau kakak membiarkan kamu sendirian di sana Lalu bagaimana Kakak merawat kamu? jika ada di sini kamu banyak teman, yang kedua Kakak bisa merawatmu kan." ucap Laura.
Nazar nampak tersenyum kepada kakaknya, bocah berusia 10 tahun itu memeluk kakaknya dengan begitu erat.
"Aku suka sama kakek itu, kakek itu benar-benar sangat lucu." Nazar yang membuat Nicholas malah tersenyum.
"Jangan panggil dia kakek, Nazar. panggil dia Ayah karena dia adalah Ayah dari kakakmu, dia juga akan menjadi ayahmu kamu mengerti." pinta Nicholas yang membuat bocah itu menatap kakaknya.
"Iya Nazar. kamu panggil aku dengan panggilan ayah saja, enggak apa-apa kan kalau Ayah menjadi ayahmu, nggak papa kan kalau Ayah punya Putra berumur 10 tahun. Nanti kalau kamu sudah sehat beneran ayah akan mengajak kamu jalan-jalan ke suatu tempat, Bagaimana?" tanya Tuan Danilo yang membuat Nazar tersenyum.
TIGA BULAN KEMUDIAN
"Hei bocah!" seru isteri kedua Nicholas. wanita itu nampak menatap Nazar yang sedang bermain di taman belakang rumah tuan Danilo.
"Iya ada apa ya Kak?" tanya Nazar sembari menatap seorang wanita yang mungkin usianya lebih tua dari kakaknya.
"Kenapa kamu masih ada di sini, hah? Seharusnya kamu itu pergi dari sini, kamu itu sudah menumpang di sini terlalu lama." Istri Kedua Nicholas yang terlihat memarahi Nazar.
Hal itu membuat Nazar yang sedang bermain dengan beberapa pembantu nampak menghentikan semua permainannya.
"Aku kan memang tinggal di sini, Kenapa aku tidak boleh bermain?" tanya Nazar.
Bocah kecil itu badannya sedikit gemetar, jantungnya tiba-tiba berpacu begitu kencang seketika Nazar langsung tidak sadarkan diri di taman.
BRUKK..
dua pembantu yang melihat hal itu nampak mereka sangat ketakutan.
"Nazar, Nazar!!" seru dua pembantu yang langsung membawa bocah kecil itu masuk ke dalam rumah.
"Kalian mau bawa kemana tuh bocah?!" teriak istri kedua Nicholas.
Tak ada yang menghiraukan perkataan istri kedua Nicolas, karena sesuai perintah dari tuan Danilo seluruh istri Nicholas tidak ada yang boleh memerintah di rumahnya mereka harus menganggap ketiga istri Nicholas itu makhluk halus atau hantu.
Sesaat kemudian terlihat salah satu pembantu menelepon Laura mereka memberitahukan mengenai nikolasi yang tiba-tiba pingsan dan wajahnya langsung pucat, tanpa menunggu waktu lama Laura langsung bergegas kembali ke rumah.
Sekitar 30 menit lebih akhirnya Laura sudah berada di sana, langkah kaki Laura memasuki rumah besar itu.
"Apa yang terjadi? Bagaimana kondisi adikku, Apakah sudah menelpon dokter?" tanya Laura .
"Sudah, dokter keluarga sudah kemari. dokter Paulo sudah memeriksa Nazar." jawab Salah satu pembantu.
__ADS_1
Laura benar-benar sangat ketakutan, langkah kakinya berjalan mendekati adiknya yang sudah diperiksa oleh dokter Paulo.
"Ada apa Paman?" tanya Laura.
"Dengarkan aku baik-baik, Laura. adikmu ini mempunyai penyakit jantung, ada sesuatu yang membuatnya sangat terkejut. Tolong kamu pastikan jangan ada berita buruk agar adikmu tidak kembali seperti ini, mengerti." dokter Paulo yang memperingatkan Laura.
Terlihat Nazar wajahnya sedikit pucat, dokter Paulo keluar dari ruangan itu diantar oleh Laura. setelah dokter Paulo pergi salah satu pembantu yang ada di rumah tuan Danilo menceritakan mengenai kedatangan istri kedua dari Nicholas. wanita itu marah-marah kepada Nazar, Bahkan dia mencaci maki dirinya dasar.
"Wanita brengsek, berani sekali dia melakukan hal itu pada adikku." ucap Laura yang kemudian berjalan menuju rumah Nicholas.
Wajah yang benar-benar sangat marah, raut wajah Laura benar-benar sangat menakutkan.
BRAKK..
Laura membuka pintu rumah Nicholas dengan sangat kasar, wanita itu mencari keberadaan istri kedua Nicholas.
"Dasar wanita tidak tahu diri!!" teriak Laura dengan suara yang begitu keras.
PLAKKK..
PLAKKK..
Wanita itu menampar istri kedua Nicholas dengan membabi buta, bahkan menjambak rambut wanita itu dengan sangat kasar.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat