
KEHIDUPAN BARU
Beberapa jam kemudian
Kedua mata Laura mulai terbuka, tatapan mata wanita itu menatap ruangan tempatnya berada.
"Kamu sudah bangun, sayang?" tanya Nicholas kepada istrinya yang baru membuka matanya.
Tak ada suara yang keluar sama sekali, tatapan matanya menatap sang suami yang sudah bersama dengannya.
"Apa yang terjadi, kenapa aku ada di sini?" tanya Laura yang tidak ingat kalau dirinya habis terjatuh karena sesuatu.
"Kamu tidak ingat, Sayang?" tanya Nicholas yang membuat Laura menggelengkan kepalanya.
Rasa sakit karena dioperasi membuat tubuh Laura sedikit merasakan ketidaknyamanan.
"Apa kamu ingin makan sesuatu, sayang?" tanya Nicholas kepada sang suami.
Sesaat kemudian Laura menyentuh perutnya, seketika tatapan matanya menatap sang suami dengan sebuah pertanyaan yang begitu luar biasa.
"Di mana anakku, di mana anakku!!" teriak Laura dengan begitu keras hingga membuat Almaira yang berada di tempat itu seketika terkejut.
"Ada apa kak?" tanya Almaira.
"Tenang Sayang, tenang." pinta Nicholas.
"Di mana anakku?" tanya Laura dengan kepanikan yang sangat luar biasa.
"Kamu tenang Sayang, putramu itu sudah lahir. Dia sedang berada di ruang perawatan karena dia lahir secara sesar." jawab Nicholas.
Laura menghela nafasnya dengan begitu kasar, wanita itu tidak akan pernah mengira kalau dia akan melahirkan anak itu.
"Apakah dia baik-baik saja, sayang?" tanya Nicholas.
"Iya, dia baik-baik saja. kondisinya baik, dia juga sempurna." jawab Nicholas.
Laura sangat bersyukur karena kondisi anak itu baik-baik saja, Laura sempat khawatir jika terjadi sesuatu kepada anaknya tersebut, entah apa yang akan terjadi jika sampai sesuatu terjadi kepada anak itu. mungkin saja Laura akan membuat pembalasan kepada orang-orang yang sudah membuatnya menderita seperti ini.
"Aku tidak akan pernah mengira kalau semuanya seperti ini, Apa yang harus aku lakukan? apakah Putraku baik-baik saja?" tanya Laura yang membuat Nicholas menganggukkan kepalanya.
"Putra kita baik-baik saja, sayang. kamu jangan khawatir." jawab Nicholas.
"Apakah kamu yakin?" tanya Laura kembali.
__ADS_1
"Tentu saja aku yakin, jika aku tidak yakin aku tidak akan mengatakan hal ini." jawab Nicholas yang membuat Laura menghela nafasnya dengan begitu lega. Almaira nampak menatap kakak iparnya wanita itu, wanita itu sedikit tersenyum karena dia dan putranya baik-baik saja.
"Kakak ipar, apa yang terjadi kenapa tiba-tiba kamu terjatuh di sana?" tanya Almaira yang membuat Laura benar-benar kebingungan.
Laura mencoba untuk mengingat kejadian yang ada di toilet tersebut, ingatannya sedikit kabur karena dia masih dalam kondisi di bawah pengaruh suntikan obat bius.
"Jangan ditanya seperti itu dulu, Almaira. sayang, lebih baik kamu istirahat dulu. kamu harus istirahat dahulu karena kamu habis operasi, Sayang. istirahatlah dulu Setelah itu kita bahas nanti." minta Nicholas.
Laura menganggukkan kepalanya, wanita itu menggenggam tangan sang suami dengan begitu erat. Di tempat lain Ayah Danilo sudah mencari keberadaan Hera, pria itu tidak akan melepaskan Hera Apapun Yang terjadi. sekitar 10 menit kemudian Gabriel sudah memberikan informasi kepada ayah Danilo mengenai keberadaan dari Hera.
"Sebentar ya Nazar, Ayah mau menelpon seseorang dulu." ucap Ayah Danilo yang kemudian menelpon Gabriel dan meminta pria itu untuk segera menemukan wanita itu Apapun yang terjadi.
"Ada apa Ayah?" tanya Nazar.
"tidak apa-apa, tadi cuma ada seseorang yang menelpon." jawab Nicholas.
"Ya sudah kalau begitu, Apakah kita bisa makan kembali ke kamar kakakku, Ayah?" tanya Nazar.
"Tentu saja ayo kita kembali." jawab ayah Danilo yang kemudian mengajak Nazar kembali ke kamar.
"Ayah apakah aku boleh menggendong anak dari Kakakku itu?" tanya Nazar.
"Tentu saja, sayang. kamu ini kan sudah dewasa kamu sudah remaja, jadi kamu bisa menggendong dia." jawab ayah Danilo.
"Tentu saja kamu harus menjaga keponakanmu itu, kamu ini pria hebat pria hebat harus mempunyai tanggung jawab yang hebat." jawab Ayah Danilo yang kemudian mengusap kepala Nazar.
Keesokan hari terlihat Nicholas sudah mempersiapkan segalanya untuk putranya tersebut, pria itu menatap nyalang ke arah putranya yang begitu lucu itu.
"Aku ingin sekali membawa Putraku ini pulang.* ucap Nicholas.
Tentu saja kamu akan membawanya pulang, tapi untuk saat ini tidak boleh." jawab seorang wanita yang ternyata benar-benar membuat jantung Nicholas berdebar begitu kencang. seorang anak yang begitu dia rindukan selama beberapa tahun, tiga pernikahan sebelumnya Nicolas tidak mempunyai perhatian sama sekali kepada sang istri. namun kepada Laura wanita itu pria itu begitu luar biasa.
"Apa tidak sebaiknya kamu makan sesuatu dulu?" tanya Nicholas.
"Tidak." jawab Laura.
"Apa yang ingin kamu lakukan sekarang, Sayang?" tanya Nicholas.
"Aku ingin melihat bayiku." jawab Laura.
"Iya nanti kita akan melihatnya, kamu harus kuat dulu ya. kamu masih dalam pengaruh obat bius, Nicholas yang mencoba untuk menenangkan sang istri, Laura benar-benar begitu bahagia dia tidak akan mengira kalau sekarang dia bukan wanita sendiri lagi atau Wanita yang bersuami, sekarang dia berstatus sebagai seorang istri dan seorang ibu.
"Tenanglah kakak, nanti kamu akan melihat putramu yang tampan itu." Almaira yang mencoba untuk mengajak Laura berbicara.
__ADS_1
"Apa kamu melihat wajahnya, Amira?" tanya Laura.
"Tentu saja." jawab Laura.
"Bagaimana wajahnya?" tanya Laura sembari menatap adik kipernya tersebut.
"Wajahnya sangat tampan, dia juga begitu lucu." jawab Almaira sembari menatap Laura.
Sekitar beberapa menit kemudian Nazar sudah masuk ke kamar kakaknya, bocah remaja itu berjalan menuju kakaknya sembari memberikan dia pelukan.
"Bagaimana kabarmu, kakak?" tanya Laura.
"Kabar kakak baik-baik saja, kamu tadi datang ke sini sama siapa?" tanya Laura kepada adiknya.
"Tadi aku menyewa taksi ke sini, aku bilang sama pemilik taksi kalau aku ini putra dari ayah Danilo." jawab Nazar yang membuat Laura tersenyum.
"Apa kamu tahu Nazar, Kakak sudah mempunyai seorang anak. Kakak sekarang mempunyai bayi laki-laki yang lucu." ucap Laura.
"Aku senang kakak baik-baik saja, karena tadi aku melihatmu begitu kesakitan." Nazar yang kemudian memegang tangan kakaknya.
"Sudah-sudah, tadi aku dan Nazar sudah membelikan kalian makanan, kalian makan dulu Setelah itu kita berbicara. jika kalian terus berbicara dan tidak makan nanti malah kalian sakit." Ayah Danilo yang kemudian memberikan makanan yang tadi sudah dia beli.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1