
"Aku tidak melakukan apapun!!" teriak Rara.
Laura tidak mengeluarkan kata-kata pun, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Rara wanita itu melihat dengan kedua matanya. dia dan Hera bermaksud ingin melenyapkan dirinya dan anak yang ada di kandungannya.
"Aku tidak suka dengan semua kata-kata yang kamu ucapkan itu, nanti kalau aku sudah membunuhmu kamu akan tahu rasa bagaimana kesakitan itu." ucap Laura yang kemudian mulai menghajar Rara dengan semua kemarahan yang ada di hatinya.
Terlihat Laura memberikan pukulan bahkan tamparan berulang kali kepada Rara.
"Kamu tahu bagaimana rasanya berjalan di antara kehidupan dan kematian?" tanya Laura yang membuat Rara terdiam.
"Ampuni aku, Ampuni aku." ucap Rara.
Selalu saja meminta maaf setelah melakukan kesalahan, selalu saja melarikan diri setelah tertangkap.
"Namun sayangnya aku tidak akan memaafkanmu, kamu akan tahu rasanya bagaimana kehidupan ini berjalan dan kamu harus tahu bagaimana rasanya mimpi itu berakhir di sini." jawab Laura yang kemudian meninju wajah Rara dengan sangat keras.
Wanita liar barbar petinju liar petarung alam bebas dan lain sebagainya itu menunjukkan Siapa dirinya yang sebenarnya.
"Ampun ampun." ucap Rara yang merasakan kesakitan.
"Belum cukup, aku masih belum cukup memberikanmu pelajaran atas apa yang sudah kamu lakukan." jawab Laura yang hatinya begitu marah. sebuah kemarahan yang akan membuat Rara menyesal atas semua yang telah dia lakukan. menyesal saja tidak akan cukup, tapi penyesalan itu tidak akan mampu membuatnya kembali pada kesalahan yang sudah dia lakukan.
"Ini untuk Putraku yang hampir kamu bunuh." ucap Laura.
BUGG..
BUGG..
Laura yang benar-benar sangat marah, dua pukulan penuh dengan tenaga itu langsung membuat Rara terhempas ke tanah basah yang penuh dengan lumpur tersebut.
"Aku masih memberikanmu kehidupan, jika sampai kamu berani berusaha untuk mendekatiku atau keluargaku lihat saja apa yang akan kulakukan. aku pasti akan mengirimmu ke alam baka, Aku tidak akan pernah memaafkanmu dengan semua yang telah kamu lakukan." Laura yang kemudian pergi meninggalkan Rara yang terluka parah.
Wanita itu memberikan hadiah yang begitu bernilai, siapa yang akan tahu rasanya kesakitan. ketika kesakitan itu tidak dirasakan oleh orang yang memberikannya luka.
Tatapan mata Rara menatap Laura yang sudah pergi, wanita itu benar-benar menyesal karena berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Laura, padahal dulu ketika masih menjadi istri dari Nicholas Laura sudah memperingatkan Rara untuk tidak berusaha menyakitinya atau mencari masalah dengannya.
Salahkan dirinya sendiri kenapa dia harus berusaha untuk melenyapkan wanita itu bersama bayi yang ada di kandungannya. sekarang mungkin Rara akan cacat, Jika dia melaporkan ke polisi sama saja dia akan mati bunuh diri wanita itu tidak akan melepaskan dirinya. Laura tidak akan membiarkan Rara bernafas dengan semua sepoi angin yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
"Kalau aku tahu seperti ini, aku tidak akan mencari masalah dengan wanita itu." ucap Rara yang terlihat benar-benar tidak mampu menggerakkan tubuhnya. mungkin salah satu tangannya patah atau tulang wajahnya itu sedikit remuk.
Rara berusaha untuk menelpon kekasihnya, dia harus meminta tolong untuk dibawa ke rumah sakit. dia sudah tidak berdaya dia sudah tidak mampu untuk melakukan apapun. di tempat lain Laura sudah melajukan mobilnya, Dia menatap jalanan yang sedikit berkelok dan tidak beraspal tersebut.
"Tinggal satu orang lagi, lihat saja apa yang akan kulakukan kepadanya. berani sekali dia berusaha untuk melukaiku, aku pasti akan memberikanmu hadiah yang sangat luar biasa." ucap Laura yang kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan yang begitu luar biasa.
Sekitar satu atau dua jam kemudian Laura sudah kembali ke rumahnya, wanita itu menatap Ayah mertuanya yang sedang menggendong Brian Carlos.
"Kamu sudah pulang, Laura?" tanya ayah Danilo kepada menantunya.
"Sudah Ayah." jawab Laura.
"Kamu sudah selesai dengan kepentinganmu?" tanya ayah Danilo kembali.
"Sudah Ayah." jawab Laura.
"Jangan mengeluarkan sepatah kata pun kepada suamimu." ayah Danilo yang mencoba untuk memperingatkan Laura.
"Tentu saja Ayah, kalau aku mengatakan hal itu bisa-bisa dia akan menceramahiku dari pagi sampai pagi." jawab Laura yang kemudian berjalan menuju rumahnya terlebih dahulu untuk membersihkan dirinya.
Sekitar 30 menit kemudian Laura sudah keluar, wanita itu menatap Ayah mertuanya yang sedang bercanda gurau dengan bayi yang masih berusia beberapa Minggu tersebut.
"Apa Apa perlu aku gendong baby Brian, Ayah?" tanya Laura.
"Tidak usah, sayang. kamu beristirahat saja oh ya bagaimana ceritanya tadi? kamu ngapain wanita itu?" tanya ayah Danilo kepada menantunya.
"Tentu saja aku memberikan dia pelajaran Ayah, berani sekali Dia hampir membunuhku dan bayiku itu." jawab Laura.
"Sudah-sudah Ayo kita makan karena tadi Ayah meminta para pembantu untuk membawa makanan." ucap ayah Danilo yang kemudian meminta Laura untuk segera makan.
Di perusahaan milik Nicholas terlihat pria itu sedang membaca beberapa proposal perusahaan.
"Kenapa laporan ini berantakan sekali?" tanya Nicholas.
"Kelihatannya laporan itu belum lengkap, Tuan." jawab Gabriel.
"Bagaimana bisa belum lengkap, Gabriel. Bukankah laporan-laporan ini sudah direvisi, Lalu kenapa masih berantakan seperti ini?" tanya Nicholas.
__ADS_1
"Saya belum melihat laporan-laporan itu, Tuan. karena saya 2 hari ini tidak ada di perusahaan." jawab Gabriel.
"Oh ya Gabriel, aku minta tolong kamu kumpulkan para staf Perusahaan. kita akan mengadakan rapat dadakan jadi usahakan mereka berkumpul dengan cepat." pintar Nicholas.
"Baik Tuan." jawab Gabriel yang kemudian meminta para staf perusahaan untuk berkumpul.
"Ada apa ini? kenapa kok tiba-tiba ada rapat dadakan?" tanya kepala gudang beserta anak buahnya.
"Entahlah, manajer personalia juga belum bilang apa-apa. tapi kenapa tiba-tiba ada rapat dadakan? Apakah ada sesuatu yang salah?" tanya beberapa karyawan.
"Kalau sampai ada seseorang yang melakukan kesalahan bisa-bisa kita semuanya akan mendapatkan amukan yang sangat besar dari tuan Nicholas." ucap seorang karyawan.
"Iya, Tuan Nicholas kalau marah dia benar-benar menakutkan, apalagi jika sampai kesalahannya itu fatal." ucap karyawan yang lain.
"Sudah-sudah kalau kita tidak melakukan kesalahan lebih baik kita segera ke sana, kita akan tahu apa yang terjadi. kalau kita di sini kita tidak akan tahu apa yang terjadi, jadi lebih baik kita ke sana biar kita tahu ada apa dan kenapa Tuan Nicholas meminta kita untuk berkumpul." jawab seorang karyawan pria yang kemudian meminta beberapa temannya untuk segera pergi ke ruang rapat. beberapa direksi perusahaan benar-benar terkejut dengan rapat dadakan yang diadakan oleh Nicholas.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat
__ADS_1