
INGIN MEREBUT
"Mau aku bantu?"tanya Adam.
"Tidak usah, dapurnya sempit." jawab Nicholas.
"Kok gitu sih?" tanya Laura.
"Hemm..," Nicholas yang memberikan isyarat.
"Dasar." cibir Laura.
Adam yang melihat kemesraan antara Nicholas dan Laura. Entah mengapa hatinya begitu sakit, pria itu tidak bisa melihat kebahagiaan adiknya.
"Kenapa dadaku terasa sakit ketika melihat Nicholas bersama Laura, aku memang mencintainya. tapi apakah aku harus merebutnya dari Nicholas." guman Adam dalam hati.
"Oh ya, ini aku tambah gula atau bagaimana?" tanya Nicholas.
"Jangan ditambah gula, kemanisan nanti malah diabet." jawab Laura sambil tertawa.
"Tapi aku suka tertawamu yang manis itu." jawab Nicholas yang membuat Laura malah memalingkan wajahnya.
Senyum malu terkadang tidak bisa ditunjukkan oleh Laura kepada sang suami, wanita itu nampak menatap suaminya dengan tatapan mata yang begitu menjengkelkan.
"Dasar pria buaya, buaya darat." ucap Laura yang membuat Nicholas memberikan pelukan yang begitu hangat.
Adam yang masih ada di tempat itu, pria itu terus menatap apa yang dilakukan oleh adiknya. rasa kesakitan bahkan kekesalan yang luar biasa itu membuat Adam merasakan kebencian kepada adiknya.
"Seharusnya aku yang pertama kali bertemu wanita itu, Seharusnya aku yang menikah dengan wanita itu. kenapa harus Nicholas yang mendapatkan wanita itu, dia sudah mempunyai begitu banyak wanita. Kenapa dia yang harus bertemu dengan wanita ini? kenapa dia yang harus bersama wanita ini?" guman Adam yang kemudian pergi meninggalkan Nicholas dan Laura.
"Sayang." Panggil Nicholas.
"Ada apa." jawab Laura.
"Sayang, setelah pulang dari sini Kamu mau jalan-jalan tidak?" tanya Nicholas.
"Memangnya kamu mau mengajak ke mana?" tanya Laura balik.
"Tentu saja aku akan mengajakmu keliling dunia, keliling daerah keliling kota atau keliling ke mana saja deh." jawab Nicolas.
"Tapi aku tidak ingin jalan-jalan sih, Bagaimana kalau kamu ikut aku ke tempat Nazar? Aku ingin melihat kondisi adikku itu." jawab Laura.
"Boleh, Kita menginap di penginapan yang ada di dekat tempat itu saja. nanti kita kunjungi aja dia setiap hari, bagaimana?" tanya Nicholas yang membuat Laura tersenyum.
"Oke, kalau begitu nanti aku beli oleh-oleh yang banyak, biar bisa dimakan oleh adikku sama teman-temannya." jawab Laura yang kemudian memeluk sang suami.
__ADS_1
"Berarti aku dimaafkan dong?" tanya Nicholas yang membuat Laura kembali memalingkan wajahnya.
"Siapa bilang aku sudah memaafkanmu, aku kan tidak bilang kalau aku memaafkanmu." jawab Laura yang kemudian melanjutkan acara memasaknya.
Nicolas yang melihat raut wajah sang istri pria itu yakin kalau istrinya sudah memaafkan dirinya. "Aku menyukai wanita yang spesial sepertimu, Aku menyukai wanita yang luar biasa sepertimu." bisik Nicholas yang membuat wajah Laura seketika memerah.
"Memangnya sudah berapa banyak wanita yang Kau goda? buktinya saja...," ucap Laura yang belum diselesaikan namun Nicholas langsung mencium bibir sang istri.
"Aku tidak menerima perkataan apapun, itu hanyalah kesalahan." jawab Nicholas yang kemudian membantu sang istri untuk memasak.
Seorang pembantu yang ada di tempat itu seperti patung yang tidak dihiraukan oleh sepasang suami istri itu, wajahnya sudah memerah saat melihat apa yang dilakukan oleh sepasang suami istri itu. setelah beberapa menit kemudian mereka sudah selesai dengan acara memasak mereka.
"Siapa yang memasak masakan ini?" tanya ayah Danilo.
"Yang memasak ini adalah nyonya Laura, Tuan." jawab pembantu.
"Baguslah kalau begitu, Oh ya Almaira cobalah masakan Kakak iparmu itu. aku suka masakannya." ucap Ayah Danilo yang membuat Almaira langsung mengambil beberapa makanan kemudian memakan makanan tersebut.
Setelah memakan masakan Laura seketika wanita itu menatap ayahnya dengan tatapan mata yang begitu takjub.
"Bagaimana Almaira?" tanya ayah Danilo.
"Ini seperti masakan Ibu, Ayah." jawab Almaira yang membuat Ayah Danilo tersenyum kepada putrinya.
Tatapan mata Almaira menatap Laura, Mungkin wanita itu usianya lebih muda dari Almaira namun sikapnya begitu dewasa.
"Baiklah kalau begitu, Ayah mau ikut kalian." jawab ayah Danilo.
"Kalau begitu aku mau ke rumah ayah saja." ucap Almaira yang membuat Nicholas dan ayah Danilo menatap Almaira.
"Apa kamu yakin, Almaira?" tanya Nicholas.
"Tentu saja Kak, aku mau menginap di sana. Aku mau melanjutkan hidupku seperti kata Kak Laura." jawab Almaira yang kemudian tersenyum.
Ayah Danilo begitu bahagia setelah mendengar jawaban dari putrinya, itu artinya Almaira benar-benar memaafkan dirinya. Sudah berapa tahun Almaira terpuruk dengan kesedihannya itu, wanita itu begitu terpuruk hingga membuat dia melupakan segalanya.
Adam yang mendengar percakapan itu nampak pria itu ingin sekali mengikuti Laura, tapi karena sikap yang ditunjukkan oleh Nicholas Adam tidak ingin memperkeruh suasana ataupun hubungan persaudaraan itu.
"Oh ya Adam, Apakah kamu sudah membeli apartemen untuk tempat tinggalmu?":tanya ayah Danilo.
"Aku akan menempati apartemenku yang lama Ayah." jawab Adam.
"Ya sudah kalau begitu." jawab ayah Danilo yang kemudian melanjutkan makannya. setelah perbincangan itu akhirnya mereka melanjutkan makan sore itu, Laura dan Nicholas akan pergi ke tempat Nazar.
Laura ingin melihat Bagaimana kondisi adiknya, dia ingin mengetahui adik kesayangannya itu.
__ADS_1
"Oh ya sayang, kita membeli apa?" tanya Laura.
"Lebih baik kamu telepon Nazar aja, tanya dia butuh apa katakan kita mau ke sana." jawab Nicholas.
Sesaat kemudian Laura melakukan panggilan telepon dengan adiknya, wanita itu menanyakan mengenai apa saja yang diinginkan oleh adiknya. beberapa barang memang diperlukan oleh Nazar anak kecil itu nampak meminta begitu banyak barang kepada kakaknya.
Nicholas yang mendengar percakapan antara kakak dan adik itu nampak dia tertawa, karena permintaan Nazar yang begitu beruntun seperti kejadian perkara saja.
"Ada apa?" tanya Nicholas kepada Laura.
"Kalau ini sih bisa jadi satu mobil." ucap Laura .
"Ya biarin saja, lah ini sudah berapa bulan Nazar di sekolah itu. kasihan kan kalau dia membutuhkan sesuatu." ucap Nicholas.
"Oh ya sayang, kenapa sih kamu tidak suka dengan Kak Adam?" tanya Laura kepada sang suami.
Terlihat Nicholas menghela nafasnya, pria itu menatap istrinya yang ternyata tidak tahu kalau kakaknya itu mempunyai perasaan kepada dirinya.
"Tidak apa-apa, sayang. memang dari dulu kami tidak dekat saja." jawab Nicholas.
"Tapi tidak seperti itu kan? kelihatannya kalian itu sedang berantem besar gitu?" tanya Laura.
"Tidak juga, kamu tidak usah memikirkan itu. lagi pula aku dan pria itu memang dari dulu seperti itu, kami tidak terlalu dekat seperti yang kamu katakan." ucap Nicholas.
"Benarkah?" tanya Laura.
"Tentu saja." jawab Nicholas yang kemudian memarkirkan mobilnya di salah satu toko makanan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
__ADS_1
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat