GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.51


__ADS_3

DUA HARI KEMUDIAN


"Selamat pagi." Nicholas yang sudah berada di dapur.


"Selamat pagi." jawab Laura yang sedang memasak.


"Masak apa sayang?" tanya Nicholas yang kemudian memeluk sang istri dari belakang dan memberikan ciuman selamat pagi.


Sesaat kemudian seorang tamu tiba-tiba datang merusak rencana kedua insan itu.


"Selamat pagi, Laura." tiba-tiba saja Adam sudah berada di tempat itu dengan semua rencana busuk dan semua rencana liciknya.


Nicholas yang melihat kakaknya sudah berada di sana seketika pria itu wajahnya langsung tidak bisa berkata, seketika dua orang itu saling memandang satu sama lain.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Adam kepada adik dan adik iparnya tersebut.


"Apa yang kamu lakukan di sini pagi-pagi seperti ini?" tanya Nicholas kepada kakaknya.


"Tentu saja aku mau melihat Bagaimana kondisi adik dan adik iparku." jawab Adam.


"Hehh.., aku yakin kalau pria ini mencoba untuk melakukan sesuatu." guman Nicholas dalam hati.


"Apa kamu sedang memasak, Laura?" tanya Adam kepada Laura.


"Iya kak, aku sedang memasak." jawab Laura.


"Memangnya kamu memasak apa?" tanya Adam yang kemudian mendekati pasangan suami istri itu.


"Mau masak kesukaan suamiku." jawab Laura.


Nicholas yang mendengar jawaban dari sang istri tentu saja wajahnya begitu sumringah.


"Oh ya sayang, kamu ingin aku kupas apalagi?" tanya Nicholas sembari tersenyum menatap sang istri.


"Sayuran itu saja Sayang, aku akan membuatkan kepiting asam manis sama stek kesukaanmu." jawab Laura dengan sengaja.


Nicholas ingin membuat kakaknya semakin cemburu dengannya, pria itu terlihat melakukan apapun yang diminta oleh Laura.


"Apakah kamu sudah membuat makanan yang tadi ingin kamu Masak, sayang?" tanya Nicolas.


"Tidak sayang, aku tidak mau memasak itu entah mengapa beberapa hari ini kepalaku pusing." jawab Laura.


Sesaat kemudian datanglah Almaira ke tempat tersebut.


"Bukan hanya sering pusing, kakak tahu sendiri kan bagaimana kelakuan istri Kakak itu. dia benar-benar cemburu buta dia akan selalu mengikuti kamu kemanapun." Almaira yang kemudian duduk di ruang makan. Nicholas membenarkan apa yang dikatakan oleh Almaira, beberapa hari ini memang istrinya selalu saja bersikap cemburu parah kepadanya.

__ADS_1


"Oh ya sayang, nanti bisa antarkan aku beli beberapa makanan sama buah-buahan, tidak?" pinta Laura.


"Tentu saja akan aku belikan, Memangnya kamu mau beli apa?" tanya Nicolas.


"Aku mau beli sesuatu, Aku ingin makan makanan di luar rumah." jawab Laura.


Almaira sebenarnya mempunyai sebuah kecurigaan, namun dia tidak yakin dengan kecurigaannya tersebut.


"Kalian ini pagi-pagi buta seperti ini kenapa di tempat ini, kalian kan ada rumah di sana Kenapa kalian ada di sini?" Ayah Danilo yang juga berada di sana.


"Iya, kedua orang ini tiba-tiba saja berada di sini, Ayah. Entahlah apa yang mereka lakukan, Sudah pagi buta begini mereka sudah ada di sini, ngerepotin lagi." Laura yang benar-benar mencibir 2 orang tersebut.


"Ya Tuhan kenapa Kakak mengatakan hal itu, aku kemari kan karena ingin melihat Bagaimana kondisi Kakak, kenapa Kakak mengatakan kalau aku ini pengganggu. Kakak ini kurang kerjaan banget deh." Almaira yang kemudian langsung mengambil buah apel yang ada di meja dapur.


Sekitar beberapa hari ini memang Laura selalu saja makan makanan secara berlebihan, dia selalu makan dan minum melebihi biasanya.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya ayah Danilo kepada Laura.


"Aku sedang masak-masakan ini, ayah. Memangnya Ayah mau?" tanya Laura yang membuat Ayah Danilo langsung mencicipi masakannya.


"Enak seperti biasanya, Memangnya ada apa?" tanya ayah Danilo.


"Dia tidak apa-apa." jawab Laura yang kemudian langsung meninggalkan dapur.


"Beberapa hari ini Kenapa istrimu aneh begitu, Nicholas?" tanya ayah Danilo.


"Coba Kakak bawa istri Kakak itu ke dokter." ucap Almaira.


"Kamu gila ya Almaira, kamu kira Istriku itu gila dibawa ke dokter." seketika Nicholas marah.


"Memangnya dokter itu cuma ada dokter sakit jiwa, dokter itu banyak Kak. coba Kakak periksakan istri Kakak itu mungkin dia tidak enak badan atau bagaimana." jawab Almaira.


"Bener juga." Nicolas yang kemudian meletakkan sepiring nasi yang ingin dia makan.


Adam yang mendengar mengenai kata-kata yang diucapkan oleh Nicholas seketika pria itu memikirkan apa yang akan dia lakukan. jika benar Laura sudah hamil maka dia tidak mungkin mengejar wanita itu, tapi jika benar itu terjadi.


Sekitar beberapa menit kemudian Nicholas mengajak sang istri untuk pergi ke dokter, dia tidak ingin menunggu waktu lama untuk mengetahui berita yang mungkin akan membuatnya bahagia.


"Kamu ini mau mengajakku ke mana sih, sayang?" tanya Laura yang begitu marah karena sang suami membawa dia dengan paksa.


"Sudahlah sayang, nanti kita akan tahu." jawab Nicholas.


"Memangnya kita ini mau ke mana?" tanya Laura kembali.


"Sudah, pokoknya kamu tidak usah mengatakan apapun. yang jelas kamu harus ikut aku." jawab Nicholas yang kemudian membawa istrinya perg.

__ADS_1


Ayah Danilo mendengar ucapan yang dikatakan oleh Almaira nampak pria itu terus berharap kalau akan mendapatkan kebahagiaan.


"Ada apa Ayah?" tanya Almaira.


"Semoga saja kakakmu mendapatkan kebahagiaan agar tidak ada mata jahat dan hati jahat yang berusaha untuk mendekatinya." ucap Ayah Danilo sembari menatap ke sebuah tempat.


Almaira sedikit curiga dengan kata-kata yang diucapkan oleh ayahnya tersebut.


"Ayah, Ayo kita pulang aku mau menelepon anak-anakku." Almaira yang kemudian menarik sang ayah untuk membawanya pulang. sebenarnya Almaira ingin tahu maksud dari kata-kata ayahnya itu, pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh ayahnya hingga membuat pria itu mengatakan seperti itu.


Adam sedikit tidak suka dengan ucapan yang dikatakan oleh adiknya, pria itu berharap kalau Laura tidak akan hamil dan dia tidak akan pernah mengandung anak dari Nicholas.


"Semoga saja apa yang dikatakan Almaira itu tidak benar, aku tidak akan membiarkan Laura hamil anak Nicholas." ucap Adam yang kemudian pergi dari rumah Nicholas.


RUMAH SAKIT


"Bagaimana dokter, Apakah Istri saya sedang sakit?" tanya Nicholas yang jantungnya terus berdebar.


Pak Dokter nampak Diam Tanpa menjawab pertanyaan dari Nicholas, pria itu menatap Nicholas dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Bagaimana, dokter?" tanya Nicholas kembali.


"Bagaimana ya, tuan. aku harus menjelaskannya." jawab dokter yang membuat Nicholas seketika menghela nafasnya dengan begitu ragu. dia yakin kalau dia tidak mungkin mendapatkan keturunan, buktinya tiga istrinya yang sudah dinikahi selama beberapa tahun itu mereka belum ada yang hamil juga.


"Memangnya kamu ini sedang Kenapa sih, Sayang?" tanya Laura yang sedikit kebingungan dengan semua yang dikatakan oleh sang suami.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2