GAIRAH CINTA ISTERI MUDA

GAIRAH CINTA ISTERI MUDA
BAB.16


__ADS_3

Ketika Nicholas sudah berada di kamar nampak pria itu langsung tersungkur di ranjangnya. Laura yang melihat hal itu seketika wanita itu menyentuh dahi Nicholas yang benar-benar panas.


Ternyata pria ini bisa sakit juga." ucap Laura yang kemudian mencari sesuatu untuk mengompres suaminya tersebut.


"Kamu sudah minum obat belum?" tanya Laura.


Nicholas menggelengkan kepalanya, terlihat pria itu memegang kepalanya yang begitu sakit.


"Apa kepalamu sakit?" tanya Laura.


Nicholas tidak menjawab namun dia hanya menganggukkan kepalanya.


"Kamu sudah makan?" tanya Laura kembali.


Nicolas juga tidak menjawab namun pria itu menggelengkan kepalanya kembali.


"Kamu jangan kemana-mana, akan aku buatkan sesuatu sebentar." Laura yang kemudian pergi ke dapur untuk memasak sesuatu.


Lima belas menit kemudian Laura sudah kembali ke kamar Nicolas dengan membawa bubur yang sudah dia masak.


"Bangunlah, makanlah dahulu setelah itu minum obat." pinta Laura.


Nicholas mencoba untuk membuka matanya, pria itu benar-benar begitu lelah tubuhnya terasa sakit bahkan tubuhnya seperti kehilangan tulang.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menyuapimu." ucap Laura yang kemudian mengambil


sendok dan mulai menyuapi Nicholas.


"Kamu ini punya tiga istri Kok tidak berguna sama sekali ya, seharusnya kamu itu tegas dengan para wanita itu. mereka itu istrimu seharusnya mereka merawatmu bukannya cuma bersenang-senang dan membiarkan kamu seperti ini." ucap Laura yang kemudian dengan telaten menyuapi Nicholas dengan bubur yang barusan dia buatkan. secangkir teh hangat juga menemani bubur buatan Laura.


"Makanlah yang banyak, Setelah itu kamu minum obat. apa kamu mau sesuatu!" tanya Laura.


Nicholas menggelengkan kepalanya, terlihat pria itu menatap Laura dengan begitu intens. walaupun tingkahnya sangat bar-bar namun dia begitu telaten merawat orang yang sakit.


"Apa kamu mau aku buatkan sesuatu atau kamu mau aku kupaskan buah?" tanya Laura.


Nicholas nampak terdiam namun tidak menjawab, Laura akhirnya mengambil buah apel dan buah anggur. "Makanlah sesuatu agar perutmu itu terisi, bubur hanyalah makanan cair yang tidak akan membuatmu kenyang." ucap Laura.


Entah mengapa Nicholas benar-benar baru mengenal istrinya itu, sudah beberapa bulan wanita itu menjadi istrinya tidak pernah sekalipun Nicholas berusaha untuk mendekatinya atau sekedar untuk berbuat baik padanya.


"Minumlah obat ini terlebih dahulu." ucap Laura yang kemudian memberi obat.


"Terima kasih."


entah angin apa yang membuat Nicholas tiba-tiba mengucapkan kata terima kasih kepada Laura, mungkin saja pria itu sedikit terbuka otaknya.

__ADS_1


"It's oke." jawab Laura.


"Sekarang kamu istirahatlah dan jangan memikirkan apapun." pinta Laura yang kemudian hendak pergi dari tempat itu. seketika Nicholas langsung menarik tangan Laura yang membuat wanita itu langsung menghentikan langkah kakinya.


"Kenapa kamu mau berbuat baik padaku?" tanya Nicholas.


Laura menatap pria yang ada di depan. "Aku harus menjawab apa?" tanya balik Laura yang membuat Nicholas malah terdiam.


"Tentu saja aku bertanya kenapa kamu mau merawatku, padahal ketiga istriku bersenang-senang dan tidak menghiraukan ku." ucap Nicholas yang terlihat menatap Laura.


"Aku tidak harus mempunyai alasan untuk membantumu, mungkin secara hukum dan agama aku istrimu. tapi secara kenyataan tidak ada hubungan di antara kita sama sekali." jawab Laura yang membuat Nicholas langsung terdiam.


Secara hukum dan agama Mereka berdua adalah sepasang suami istri, namun secara kenyataan bahkan Nicholas tidak pernah menganggap Laura sebagai istrinya. kata-kata yang keluar dari mulut Laura membuat Nicholas terdiam, wanita muda itu benar-benar sangat berbeda dengan ketiga istrinya.


DEG..


DEG..


jantung Nicholas berdebar begitu kencang, pria itu begitu takjub dengan isteri keempatnya itu.


KEESOKAN PAGI


Hari ini Laura libur bekerja, nampak wanita itu ingin beristirahat di rumah. Nicholas juga masih berada di rumah ayahnya, dia harus mengistirahatkan tubuhnya, pikirannya dan otaknya yang sudah setengah miring tersebut.


"Tidak, aku ingin sedikit menggerakkan tubuhku. lagi pula untuk beberapa hari ini aku ingin istirahat." jawab Nicholas.


"Apa kamu mau aku buatkan teh hangat?" tanya Laura.


Nicholas menganggukkan kepalanya, terlihat pria itu menatap Laura yang sedang memasak bersama beberapa pembantu.


"Nona Laura." Panggil salah satu pembantu.


"Iya ada apa bi." jawab Laura.


"Non Laura, saya sama satu pembantu mau ke pasar. Kami mau berbelanja, bolehkan?" tanya salah satu pembantu tua yang sudah bekerja lama di tempat tersebut.


"Ya silakan bi." jawab Laura.


"Oh ya bi, nanti kalau ada sisa uangnya kalian buat beli makanan untuk kita bersama. lagi pula kalian itu terlalu capek nanti gunakan sisa uang itu untuk membeli makanan teman-teman kalian." perintah Laura yang membuat kedua wanita itu tersenyum.


"Terima kasih ya non." ucap salah satu pembantu.


"Iya." jawab Laura yang kemudian mengambil air putih.


Segelas teh hangat sudah dibuatkan oleh Laura, wanita itu nampak memberikan isyarat kepada Nicholas untuk meminum teh hangat tersebut. sekitar 5 atau 10 menit kemudian 3 pengganggu mulai datang kembali ke rumah tuan Danilo.

__ADS_1


"Sayang, Lihatlah aku buatkan makanan!" seru istri pertama Nicholas.


"Iya sayang, kami tadi membuat masakan ini dengan susah payah." timpal istri kedua yang juga ikut mencari muka.


Laura nampak menatap ketiga istri Nicholas yang datang dengan membawa beberapa piring makanan.


"Buka mulutmu, sayang. kami akan menyuapimu." pinta istri ketiga suaminya itu.


Entah mengapa otak Nicholas mulai berpikir, tiba-tiba saja Ketiga istrinya itu bisa memasak. Hal itu membuat Nicholas menatap tajam ke arah ketiga istrinya itu.


"Kalian beli makanan ini di mana?" tanya Laura yang membuat ketiga istri Nicholas langsung menatap wanita itu.


"Apa maksudmu kamu mengatakan hal itu? kami sudah bersusah payah bangun pagi untuk membuatkan makanan ini untuk suami kami." jawab istri pertama.


Laura hanya menganggukkan kepalanya, wanita itu mencibir kan bibirnya seolah mengatakan kalau ketiga wanita itu pembohong.


"Semenjak Kapan kalian bisa memasak?" tanya Nicholas yang membuat ketiga istrinya menunjukkan senyum palsu mereka.


"Demi dirimu kami berusaha untuk memasak, suamiku. Masak kamu tidak percaya sih?" rayu manja istri kedua.


Wanita itu nampak matanya menatap tiga wanita ganjen yang benar-benar menjengkelkan tersebut. "Kalau kalian mau membelikan makanan itu belilah makanan untuk orang sakit, kalian membawa seafood pedas, seafood asam manis. Memangnya Kalian mau memakannya sendiri? suami kalian ini sedang sakit kalau kalian mau membeli makanan belikan dia bubur, belikan dia makanan yang mudah dicerna." sindir Laura yang membuat ketiga istri Nicholas menatap tajam kepada istri keempat suaminya tersebut.


"Kamu jangan banyak bicara, kamu ingin menjatuhkan harga diri kami kan? pura-pura baik namun kenyataannya kamu itu adalah wanita tidak tahu diri!!" bentak istri ketiga Nicolas.


"Tutup mulut kalian!" bentak balik Nicholas saat dia mendengar ketiga istrinya itu menghina istri keempatnya.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William

__ADS_1


__ADS_2