Gairah Cinta Kedua

Gairah Cinta Kedua
Kau milikku...!


__ADS_3

"Hoh... berarti kau telah menertawakan aku sebagai orang tua yang gagal? Bukankah itu juga karena ketidakpedulianmu pada Will? Kini kau menyalahkan aku!? Haaah... kau sangat lucu Adrian Martadinata."


Lauren mendekati Adrian semakin menggeram, bahkan ingin sekali membenamkan kepala sang jenderal yang benar-benar bodoh, bahkan tidak mampu mengakui kegagalannya dalam mendidik putra sambungnya dengan baik.


Adrian yang mengetahui bagaimana cara Lauren mengendalikan emosinya, berdiri tegak meremas lengan istrinya dengan sangat kasar.


"Dengar Bennett....! Aku tidak pernah ingin terjerumus dalam dunia bisnis! Kau yang menjebak ku kala itu. Kau yang memintaku untuk melakukan hal bodoh yang sangat memalukan, sehingga membuat kedua orangtuaku meninggal mendadak karena perselingkuhan ku terbuka di media! Kau tahu, itu sangat membekas dikepala ku! Apa kau pernah peduli pada kehidupan ku? Kau hanya sibuk dengan dunia mu, sehingga melupakan putramu dan putra kita. Aku ingin kita bercerai! Jangan pernah kau ganggu kehidupan ku lagi! Aku kembali hanya untuk Antoni, bukan untuk mu! Karena aku, sangat mencintai Stela Chaniago Leonal Alkhairi!"


Adrian tersenyum tipis, memilih berlalu meninggalkan serigala betina yang semakin tidak mampu mengendalikan semua rasa sesak didada.


Perasaan cemburu, bahkan kalimat terakhir yang diucapkan Adrian, sangat menyakitkan Lauren sebagai seorang istri. 


Lauren mengambil gelas yang ada diatas meja bulat yang terletak dihalaman samping rumahnya, melempar gelas itu pada Adrian yang telah mengucapkan kata cerai.


PRAAAANK....!


Gelas yang dilempar Lauren tidak mengenai sasaran, namun sangat mengejutkan bagi Adrian.


Adrian menoleh kebelakang, manantang Lauren dengan sangat tajam, "What are you doing, Bennett...!?"


Lauren menatap lekat wajah pria tampan yang tampak semakin muda dari dirinya, "Kau milikku, Adrian! Tidak akan ada seorangpun yang bisa merebutmu dari genggaman ku! Apa hebatnya pellacur kecil itu!! Dia istri Will, kenapa kau tiduri dia Adrian...!!!!"


Mendengar kata pellacur kecil, Adrian semakin mendekati Lauren, rahang tegasnya menggeram, bahkan sangat menakutkan bagi siapa saja yang berada didekatnya saat ini.


"Who is Bennett's little ****? Aren't you a whore fuuck an innocent young man like me?" Adrian benar-benar menatap mata Lauren tanpa perasaan takut, ataupun merasa berdosa.


"Aku istrimu Adrian Martadinata! Stela, Stela pellacur kecil yang tega menggoda suami orang lain, tanpa dia tahu bahwa kau milikku....!" Lauren berteriak diwajah Adrian, membuat pria tampan dan mapan itu semakin berada dipuncak amarah, ibarat gunung berapi yang siap menumpahkan lahar panasnya diwaktu yang tepat.


Inilah yang dialami Adrian dan Lauren, mereka tidak pernah bahagia, semenjak kedua orang tua Adrian meninggal dunia, karena kasus perselingkuhan putranya terkuak dimedia.


Sebagai keluarga terpandang di negaranya, merupakan orang terpandang sebagai pemilik lahan sawit terbesar di Sumatera Utara, saingan Oma Maride membuat Adrian benar-benar frustasi.

__ADS_1


Yah... Adrian adalah putra kesayangan  Silutak Panjaitan yang telah mati bunuh diri didalam sel penjara, setelah mendengar kabar perselingkuhan putra kesayangannya. 


Silutak yang memiliki banyak wanita, membuat Adrian lahir dari rahim seorang wanita bule berdarah Netherland yang tinggal di Nuremberg Jerman 39 tahun lalu.


Semua pertikaian dan perdebatan semakin tampak jelas, saat Adrian tertangkap basah telah meniduri wanita beristri dari Dokter spesialis kandungan terbaik di Hamburg Jerman.


Membuat Adrian mengurungkan niatnya untuk memakai marga Panjaitan pada namanya, seperti nama Sintya Panjaitan yang merupakan putri sah Silutak Panjaitan dan Margareth.


Semua teka-teki keterikatan permasalahan berhubungan dengan misi balas dendam Adrian pada Leonal dan Maride, untuk merebut kekuasaan dari warisan Opung Pardede yang diketahui oleh laki-laki berdarah Batak tersebut.


Adrian tersenyum tipis menatap nanar manik mata Lauren, "Aku mendapatkan mu, sangat mudah Bennett! Namun tidak untuk Stela. Dan kau sudah mendengar penjelasan dariku bukan? Lebih baik kau kemasi semua barang-barang mu dan tinggalkan kediamanku!"


Lauren menarik nafas panjang, "Aku tidak akan pergi dari sini! Karena kau milikku, Adrian! Milikku...!!!"


Adrian mendengus kesal, memilih meninggalkan Lauren dalam kondisi pikiran yang semakin berkecamuk dikepalanya.


Stela, hanya nama Stela yang ada dibenaknya saat ini. Adrian tidak peduli dengan semua tantangan terbesar yang akan terjadi. Baginya, memperjuangkan Stela untuk menjadikan cinta keduanya sudah semakin mudah, bahkan sangat gampang, setelah pergumulan mereka saat di Shanghai.


"Tidak mungkin aku akan meninggalkan Stela, karena dia adalah wanita yang pertama bagiku!"


Bagi Adrian kini, memperjuangkan Stela hal paling utama, dibandingkan harus berdebat dengan wanita keras kepala seperti Lauren Bennett.


Pria berdarah Batak itu, tidak mengindahkan teriakan dan makian dari Lauren. Baginya, makian yang keluar dari bibir tipis seorang Lauren, merupakan kaset kusut yang tidak akan pernah bisa berubah menjadi lagu yang bersenandung rindu.


Perselingkuhan yang sangat menyakitkan.


.


Stefan menutup telfonnya, menatap lekat wajah cantik adiknya, "Kita akan menginap disini, tapi tidak diketahui oleh Steiner. Besok kita akan berangkat menuju Sachsenring, kita diminta datang ke Hotel Sheraton Frankfurt, karena Stevie berada disana."


Stela tertawa lepas, sejenak kepiluan hatinya terlupakan, karena keberadaan saudara kembarnya yang sangat mengejutkan, memiliki waktu yang banyak untuk menghabiskan masa indah bersama.

__ADS_1


Stefan menggandeng jemari adik kesayangannya, menuju hotel yang dimaksud Stevie, Sheraton Frankfurt Deutschland.


Mereka tiba di hotel, Stela turun dengan gaya santai namun terlihat elegan, karena dibalut jaket berbulu tebal, pemberian Adrian saat akan meninggalkan Shanghai.


Jaket yang dia beli, disalah satu pusat perbelanjaan ternama di negara tirai bambu itu, menjadi kejutan yang sangat luar biasa bagi gadis muda berusia 22 tahun tersebut.


Stela merasakan handphone miliknya bergetar dari balik jaket tebal itu, dengan sangat tenang dia melihat nomor yang tertera, namun tidak dikenal.


Dengan gampang, gadis muda itu menggeser lambang hijau, meletakkan handphone ditelinga kanannya.


"Ya... halo...!"-Stela.


"Kamu dimana, baby? Saya ingin bertemu dengan mu!"-Adrian.


Jantung Stela bergetar hebat, bahkan sangat bahagia saat mendengar suara Adrian diseberang sana.


"Hmm, aku di Frankfurt Deutschland. Sheraton hotel yang dekat dengan bandara. Ada apa Abang menghubungi ku?"-Stela.


"Aku kesana sekarang! Jangan mengelak, ataupun kabur dari ku! Karena aku akan menemukan keberadaan mu!"


Adrian menutup saluran telepon, membuat Stela berfikir dua kali, "Ada apa dengan pria tua bangka itu? Apakah dia sudah memiliki nyali untuk menemui aku?"


Hati Stela sedikit khawatir, namun tidak mampu menyembunyikan rasa bahagia perasaan seorang wanita yang sedang jatuh cinta.


"Ooogh Tuhan...! Apakah aku jatuh cinta dengannya? Jika iya, bagaimana dengan Aunty Lauren dan anak mereka!? Aku tidak ingin menghancurkan keutuhan rumah tangga yang hampir sempurna."


Stela menggelengkan kepalanya, namun wajah bahagia tampak jelas terlihat dari raut cantiknya.


"Stel, are you okay? You seem happy?"


_____

__ADS_1


Terimakasih atas kunjungannya.


Tinggalkan komentar, karena itu merupakan satu bagian kebahagiaan untuk Author Pemes seperti saya.


__ADS_2