Gairah Cinta Kedua

Gairah Cinta Kedua
Kepiluan hati


__ADS_3

Terdengar suara tembakan sangat menggema dan mencekam dari arah seberang sana, membuat mereka semua semakin kalang kabut, bergegas menyelamatkan diri mencari tempat berlindung.


"Run....!! Run....!! Move....!!"


Terdengar suara teriakan dari salah seorang untuk melindungi majikan mereka.


Zhiing.... zhiing....!!


Dor.... dor.... dor....!!


Bleeez....!!


Satu peluru menembus tubuh salah satu mereka yang ada dikamar peraduan Adrian dan Stela dini hari yang semakin menakutkan.


Stela berlindung di balik ranjang, namun timah panas itu menembus tubuh wanita dewasa yang akan mencekiknya hidup-hidup.


"Aaaagh..... Adrian....!!"


Suara pekikan Lauren memanggil nama suaminya, meminta perlindungan karena timah panas telah menembus bahu yang tertutup oleh baju penghangat berbulu tebal.


Sontak Adrian dengan cepat menyambut tubuh Lauren yang akan terjatuh, karena kembali peluru dari arah seberang menembus tubuh wanita yang telah memberikannya seorang putra.


BHUUUUG....!!


Tubuh kedua suami istri itu jatuh di hadapan Stela yang masih berlindung. Dia melihat kepanikan luar biasa saat mengetahui Lauren terluka, bahkan dengan sangat cepat Adrian, pria yang masih berstatus suami seorang pengusaha dan dokter spesialis tersebut menggendong tubuh Lauren yang terluka.


Pemandangan itu membuat Stela meremas kuat punggung Adrian, namun tidak di hiraukan oleh pria mapan tersebut.


Adrian berteriak dihadapan Stela, "Sayang bangun, sayang! Demi Antoni, aku mohon!" ucapnya membuat Stela semakin terbakar api cemburu.


Stela menarik lengan Adrian, agar menoleh padanya, "Bang.... bagaimana dengan aku...??"

__ADS_1


Adrian justru menarik lengannya tanpa mau menoleh lagi, karena lebih mementingkan kondisi Lauren Bennett yang terluka.


Stela yang tidak terima dengan keadaan, dia terus mengikuti Adrian yang menggendong Lauren tanpa perasaan bersalah ataupun malu. Baginya, laki-laki Batak itu adalah belahan jiwanya. Dia mengikuti Adrian hingga ke basemen untuk membawa Lauren kerumah sakit segera.


Perlahan Adrian meletakkan Lauren ke dalam mobil, meminta salah seorang bodyguard keluarga untuk segera membawa istrinya kerumah sakit terdekat, "Cepat bawa istriku! Aku akan menyusul kesana. Kalian kabari rumah sakit dimana. Move....!!" perintahnya.


"Baik Tuan...!" driver menjawab dengan suara tegas, segera berlalu meninggalkan hotel keluarga mereka.


Adrian menoleh kearah Stela yang masih berdiri di belakangnya, dia hanya ingin bertanggung jawab pada Lauren, dan berpamitan pada gadis yang baru menghabiskan malam dengannya, "Maaf kan aku, baby! Aku harus segera mengurus Lauren. Bagaimana pun dia masih menjadi istri dan tanggung jawab ku sebagai suami."


Mendengar penuturan Adrian, membuat perasaan Stela semakin hancur berkeping-keping. Bagaimana tidak, baru saja pria yang ada di hadapannya menghabiskan waktu bersama, saat ini karena kecelakaan tersebut Adrian lebih memilih meninggalkan nya.


Stela tidak terima, "Kamu akan menyusul Aunty, Bang?" tanyanya tampak seperti wanita bodoh.


Adrian menautkan kedua alisnya, sedikit tidak mengerti dengan pemikiran Stela, "Lauren terluka, baby.... dia istri ku! Dan aku harus bertanggung jawab padanya. Dia ibu dari Antoni!" tegasnya.


Stela benar-benar tidak menyangka semua ucapan Adrian mampu meluluh lantakkan perasaan cintanya menjadi seorang wanita yang egois karena terbakar api cemburu dan menegaskan bahwa hubungan mereka hanya nafsu belaka.


Adrian terdiam, wajahnya seketika berubah menjadi monster bahkan sangat garang, "Dengar Stela.... Lauren terluka karena tembakan keluarga mu! Jangan kamu pikir aku akan tinggal diam, apa salah Lauren? Jangan sakiti istriku! Bagaimana pun dia istri ku..... Lauren Bennett masih istri ku....!!"


Adrian melepaskan jemari Stela dari bajunya, berlalu pergi dengan langkah cepat untuk segera menyusul Lauren Bennett.


Stela mengejar Adrian yang akan memasuki mobil sport miliknya, karena tidak terima di tinggal begitu saja oleh pria yang baru saja menghabiskan waktu bersama, karena kejadian ini harus pergi meninggalkan nya.


"Bang.... Bang Adrian.... Bang.... bagaimana dengan aku, Bang!? Abang.....!!!" teriak Stela melihat mobil sport Adrian berlalu meninggalkan basemen tanpa mau menghiraukan dirinya.


Stela terjatuh di lantai, menangis sejadi-jadinya, kembali meratapi nasibnya yang diambang kehancuran karena perasaan cinta dan nyaman. Dia terjebak dengan perasaannya sendiri.


Sakit.... sangat sakit, Stela menangis, meraung keras memanggil nama Adrian Martadinata Panjaitan yang sangat dia cintai. Tubuhnya bergetar, bahkan tidak mampu berdiri tegak, bahkan tidak ada seorangpun yang mau peduli dengan perasaan nya saat ini.


Wanita seumur Stela yang masih terbilang muda, harus kembali menelan pil pahit di tinggalkan oleh pria yang sangat dia cintai, dan dengan rela melakukan apapun demi seorang pria bernama Adrian Martadinata hanya karena kepanikan melihat Ibu dari anaknya terluka pria itu harus pergi meninggalkan nya.

__ADS_1


Stela kembali berteriak memanggil nama Adrian. Perasaan yang hancur berkeping-keping karena perasaan egois dan cemburu dan tidak siap untuk menjadi seorang simpanan berkecamuk di kepalanya.


Hati wanita mana yang tidak akan hancur saat mendengar penegasan, bahwa Adrian lebih memilih wanita yang benar adalah istri sahnya di bandingkan harus memilih dia sebagai wanita kedua.


"Bang Adrian..... jangan tinggalkan aku....!!" tangisnya kembali terdengar sangat menggelegar di basemen yang masih terlihat sepi.


Stela yang masih menangis keras, tak menyadari bahwa Stefan telah berdiri di belakang saudara kembarnya tersebut. Hanya kepiluan hati yang dapat dia rasakan melihat adik perempuan meratapi seorang Adrian hanya karena keegoisan seorang Stevie.


Stefan memberanikan diri merangkul tubuh adiknya yang masih menangis keras, membawa gadis cantik itu dalam pelukannya.


Seorang Stefan yang tidak sanggup mendengar suara jeritan Stela, hanya mampu memeluk tubuh ramping saudara kembarnya yang menjadi perempuan satu-satunya.


"Sssst.... tenanglah Stel! Adrian hanya meninggalkan mu karena Lauren terluka! Ayoo, ikut dengan ku. Kita pulang.... kami sangat mencintaimu!" hibur Stefan di telinga Stela yang meremas kuat lengan sang Kakak.


Stela masih menangis keras, "Dia meninggalkan aku, Stef.... laki-laki itu meninggalkan aku! Aku sangat mencintainya, aku sudah hancur.... hancur Stef....!!"


Stefan menggendong tubuh Stela untuk memasukkan adik kembarnya kedalam mobil, meletakkan gadis yang tampak lemah itu di jok penumpang, yang hanya menggunakan baju kaos tipis dan celana levis pendek tanpa penyanggah benda kenyalnya.


Sesekali Stefan menggeleng kesal, karena kecerobohan seorang Stevie yang menurutnya tidak memiliki perasaan, bahkan pikiran jernih hanya karena perasaan benci pada keturunan Silutak Panjaitan.


Stefan membawa Stela meninggalkan tempat adiknya menghabiskan malam indah bersama seorang Adrian Martadinata, menuju tempat mereka yang sudah menjadi basecamp bagi Stefan dan Stevie jika berada di Munich.


Stefan masih melirik kearah adik kembarnya yang masih menangisi kepergian Adrian, tanpa mau menoleh kearahnya.


Stefan berusaha menghibur Stela, "Kita akan kembali ke rumah sakit, karena Mama dan Papa masih menunggu kita disana," jelasnya.


Stela justru tidak memperdulikan apapun tentang keluarganya. Baginya saat ini Adrian lah yang ada di benaknya, bukan keluarga.


"Bang.... jangan tinggalkan aku....!!!" tangisnya kembali terdengar dengan suara yang meratapi diri sendiri.


Stefan hanya terdiam, dia tidak mampu melakukan apapun, karena bagi pria muda itu lebih baik Stela sakit saat ini, di bandingkan harus berlarut-larut dalam pelarian yang tidak pernah memiliki arah dan tujuan untuk hubungan mereka ke depannya.

__ADS_1


__ADS_2