
Adrian mencium bibir Stela layaknya dua insan yang saling merindukan, saling mencintai, saling menikmati, setiap luumatan yang dia berikan untuk membawa gadisnya ke surga dunia yang berbeda.
Cinta yang tumbuh bukan cinta biasa, namun cinta yang penuh perasaan gairah cinta kedua diantara mereka.
Kedua insan itu kembali terlarut dalam dunia cinta yang mampu menepis semua pikiran sangat menyakitkan. Cinta, hanya kalimat itu yang ada dihati Stela dan Adrian.
Saat keduanya terlarut dalam cinta yang indah, cinta manis dan sangat menggairahkan...
BRAAAK....!!!
Pintu connecting terbuka lebar, dibuka paksa oleh Stefan yang ternyata mengetahui kehadiran Adrian dikamar adik kembarnya.
Stefan yang tidak kuasa menahan rasa amarahnya, saat melihat Adrian tengah menikmati keindahan diatas tubuh saudara kembarnya Stela, sontak dia menghajar laki-laki blesteran Batak itu.
BHUUUUG....!!
BHUUUUG....!!
"Dasar laki-laki tidak tahu diri! Tua bangka yang tidak punya etika! Kau pikir aku tidak tahu siapa keluarga mu!!! Brengsek...!!!"
Stevie yang melihat Stefan menghajar Adrian dengan membabi buta, melerai kedua pria itu agar tidak membunuh pria Batak yang masih terkapar dihadapan Stela adiknya.
"Stop, Stef..... stop...!!" Stevie menarik tubuh Stefan yang berada diatas Adrian.
Stela yang melihat Stefan berteriak keras atas perlakuan saudara kembarnya pada sang pujaan hati.
"Kak....!!!" Stela melilitkan selimut tipis pada tubuhnya, berlari menuju Adrian yang sudah babak belur.
Stefan benar-benar tidak kuasa menahan amarahnya, saat mengetahui dari Stevie siapa Adrian Martadinata. Pria Batak yang memiliki marga, ternyata putra kesayangan Silutak Panjaitan.
"Brengsek kau...! Apa hubungan mu dengan Lauren Bennett sudah selesai!? Tega sekali kau meniduri adikku!" Stefan masih menantang Adrian, seakan-akan ingin mematahkan kepala pria itu.
"Aaaagh....!!!" Adrian menyentuh rahangnya yang terasa rontok karena hantaman pukulan tangan kekar pria muda seperti Stefan.
"Bang....!" Stela membantu Adrian, untuk membawanya keatas ranjang.
Stefan yang masih enggan melihat adiknya memperlakukan Adrian dengan baik, malah menarik paksa lengan Stela.
"Jangan kamu sentuh dia, Stel! Sekarang pakai bajumu! Tinggalkan adikku! Pergi kau....!!!"
__ADS_1
Stela melepaskan genggaman tangan Stefan dari lengannya, "Kamu yang pergi dari kamar ku, Stef....! Jangan pernah kamu mengganggu hidupku! Apakah kegagalan ku dengan Will tidak menjadi masalah bagimu? Kenapa saat sama Bang Adrian kamu mempermasalahkannya!!! Kalian kejam, kalian tidak mengetahui perasaan aku....!!!!!"
Adrian yang mendengar penuturan Stela terdiam sejenak, dia tidak menyangka bahwa secara tidak langsung, cintanya berbalas. Bahkan tidak merasa sia-sia walau dia mesti dihadapkan dengan kondisi seperti sekarang.
Stefan dan Stevie terdiam, kalimat yang keluar dari bibir mungil adiknya sangat menusuk jantungnya. Bahkan ini merupakan hantaman keras bagi mereka berdua. Bagaimana tidak, jika Stela sudah tunduk pada Adrian Martadinata, berarti dengan sangat tega adiknya sendiri yang akan membawanya ke meja hijau persidangan.
"Are you crazy, Stel! Apakah kau tidak tahu Tuan ini memiliki istri!? Bahkan dia anak dari musuh keluarga kita, Stel...! Ini tidak mungkin, kau....!"
Stefan kembali menghampiri Adrian, menghabisi pria itu tanpa ampun.
BHUUUUG....!!
BHUUUUG...!!
BHUUUUG....!!!
Melihat Adrian Martadinata yang telah bersimbah darah, karena pukulan yang dihujamkan oleh Stefan, membuat Stela meraih senjata api yang ada didalam laci kamar hotel.
Dor.... dor... dor...!!!
Suara tembakan yang melayang di langit kamar Stela, membuat Stefan mengehentikan tindakannya.
Stefan menatap sinis kearah Stela, "Aku kecewa denganmu! Selamat malam....!!!"
Stela menangis sejadi-jadinya. Senjata api yang ada ditangan terlepas seketika. Wajah cantiknya, tampak frustasi karena harus menghadapi kenyataan yang sangat menyakitkan, bahkan menjadi masalah baru untuk keluarga besar mereka.
Stefan dan Stevie meninggalkan kamar hotel Stela. Enggan berdebat, atau mempermasalahkan semua tentang hubungan terlarang adiknya dengan pria Batak blesteran Netherland tersebut.
BRAAAK....!!
Stefan membanting keras pintu connecting. Wajah tampannya semakin menggeram kesal.
"Brengsek dia...!! Damn it...! Apa kamu tidak melihat Stela mencintai tua bangka itu daripada kita!? Apa hebatnya dia? Sehingga dengan tega dia mengancam kita dengan senjatanya!? Jika aku ikutkan hati ingin aku habisi nyawanya. Dan menjualnya!!" Stefan masih menggeram.
Stevie hanya tertawa kecil, mendengar celotehan saudara kembarnya yang sangat lucu menggelitik tenggorokan.
"Persiapkan semua perlengkapan mu! Kita harus meninggalkan tempat ini sebelum mereka bertindak lebih kejam lagi. Cepat....!!" Stevie menatap Stefan tanpa berfikir panjang.
Mendengar penuturan Stevie, Stefan tidak ingin berfikir panjang, dia melakukan semua perintah saudara kembarnya, demi menyelamatkan diri dari team informasi yang masih mencari keberadaan mereka berdua, termasuk keberadaan William.
__ADS_1
Mereka berdua meninggalkan Frankfurt malam itu juga, tanpa berpamitan dengan Stela yang masih sibuk merawat Adrian.
Rasa sakit yang Stefan berikan pada Adrian, tidak sebanding dengan luka yang diberikan Silutak Panjaitan pada kedua orang tua empat anak kembar Leonal dan Paras.
Stela mengambil kotak P3k untuk mengobati luka pada hidung, dan pelipis kiri Adrian Martadinata.
Perasaan serba salah, bahkan bingung, sangat terlihat diwajah gadis lugu berusia 22 tahun tersebut.
"Aaaaugh.... ini sakit sekali, baby...!" Adrian meringis, menahan rasa sakit yang teramat sangat, saat Stela mengoleskan obat luka pada wajah pria tampan yang ada dihadapannya.
Stela menghela nafas panjang, "Tahan... makanya, kalau aku suruh pulang... ya pulang! Jangan pernah bermain-main dengan mereka. Dari awal sudah ku katakan, ada saudara kembar ku disebelah!"
Adrian hanya menatap wajah Stela yang terus mengomelinya. Tubuh kekar yang hanya berbalut baju kaos dan celana pendek untuk menutupi tubuh kekar itu, kembali membawanya dalam pelukan.
"Terimakasih kamu telah mencintai aku, baby."
Adrian mengecup lembut puncak kepala Stela yang semakin tidak mampu menghindari perlakuan manis pria sepertinya.
Stela menangis kencang, bahkan meratapi semua kejadian yang baru dia alami.
"Kenapa aku terjebak pada cinta ini, Bang? Ini sangat menyakitkan, aku tidak mampu berada disini. Please... tinggalkan aku! Karena aku tidak ingin kehilangan keluargaku, hanya karena cinta yang bodoh seperti ini!"
Mendengar kalimat yang keluar dari bibir Stela, membuat Adrian semakin memeluk erat tubuh gadis ramping yang masih berada di dadanya.
"Apa kamu akan meninggalkan aku, baby!? Setelah aku memilih berpisah dari Lauren hanya untuk dirimu. Ini tidak mungkin baby. Kita enggak akan pernah berpisah. Aku akan mengahadapi semua. Demi melindungi mu, dan demi kerjasama kita untuk sebuah kekuatan dalam karier kita, baby!"
Stela masih terus menangis, dia tidak ingin melanjutkan cerita cinta yang sangat menyakitkan.
"Tinggalkan aku, Bang! Tinggalkan aku.... jangan pernah temui aku lagi. Pergilah, ini akhir dari semua urusan percintaan kita. Aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku! Hanya demi laki-laki seperti mu!"
Adrian hanya menatap langit-langit kamar yang masih hancur berantakan, karena tembakan senjata api Stela.
_______
Pemberitahuan Author...
Terimakasih banyak atas kunjungannya, untuk Cleopatra's Divorce sudah tidak saya update lagi di Noveltoon.
Mohon maaf, sebelumnya... bagi pencinta terong import....!!!
__ADS_1