
...Jangan lupa dukung GREEN ya......
...Happy reading...
...
Hujan turun lebat sekali hari ini. Kepulan kabut menyelimuti seluruh sisi kerajaan, dan tentu saja hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Hellen beserta orang-orang yang ada dibawah kendalinya untuk membuat rencana jahat itu terus berjalan.
Di tempat biasa mereka bertemu, Hellen bersama orang kepercayaan tiba tepat tengah malam ketika sebagian kegiatan kerajaan lengang dan hanya beberapa petugas jaga yang berkeliling memastikan keamanan.
Sesampainya didalam ruangan, Hellen merapikan gaun tidurnya yang sedikit berantakan dan basah oleh air hujan, kemudian duduk di bangku yang biasa ia tempati, diterangi cahaya redup dari lampu minyak yang menyala hanya jika mereka berada disana untuk bertemu.
“Aruchi menunda pernikahan Havier dan Green.” ucap Hellen membuka topik. Ia sudah bersungut-sungut ingin meledakkan emosi mengingat hal itu. Karena itu artinya, kematian Aruchi dan juga penobatannya sebagai pemegang kendali dan kuasa Amber juga akan tertunda.
“Kita bisa menyusun rencana lebih matang.”
Laki-laki jangkung bertubuh gempal itu ikut bicara. Selama ini, dia datang sembunyi-sembunyi dari balik pagar pembatas atas pertolongan orang kepercayaan Hellen.
“Rencana apalagi? Rasa-rasanya aku ingin mencekik Aruchi hari ini juga.” ucap Hellen penuh amarah. Ia benar-benar kesal karena berita pernikahan Green yang ditunda. “Aku sudah muak hidup sebagai istrinya. Kamu tau, Hinawa. Raja tua itu gila ranjang! Aku tidak suka saat dia menyentuhku diatas tempat tidur.”
Laki-laki bernama Hinawa itu mendekat dan mengecup bibir Hellen. “Bersabarlah sebentar lagi. Aku akan meyakinkan Havier agar menolak penundaan pernikahan itu.”
__ADS_1
Hinawa, adalah paman dari Havier. Dia adalah adik dari raja Nagawa yang juga menginginkan kekuasaan di Amber. Dia bersedia membuat konspirasi bersama Hellen bukan hanya karena ingin menjadi pemilik kekuasaan di Amber, tapi dia juga ingin memiliki Hellen seutuhnya. Hellen adalah kekasihnya sebelum memutuskan untuk menikahi Aruchi. Mereka sempat mengakhiri hubungan, dan kembali jatuh cinta setelah tanpa sengaja bertemu pada salah satu pertemuan penting antara kerajaan Amber dan kerajaan Shibu.
Sedangkan Hellen, memilih Nagawa untuk ia jadikan kambing hitam dalam menutupi hubungannya dengan Hinawa. Selama ini, semuanya bekerja dengan baik karena tidak ada satu orangpun curiga akan hubungan mereka.
“Aku akan menghasut Havier agar rencana kita tidak berantakan.”
Hellen membalas kecupan Hinawa dengan lumayan menuntut. “Lakukan itu dengan baik. Bujuk Havier tanpa mengundang curiga pemuda itu. Havier sepertinya mulai paham jika aku tidak sepenuhnya memiliki hubungan dengan Nagawa.”
“Lakukan itu tanpa membuat kita dalam masalah.”
***
Shibu terlihat cukup sibuk pagi ini. Hujan yang sempat menerjang bersama butiran-butiran batu dari langit itu, sempat membuat warga dan seluruh penghuni istana panik. Pasalnya, ini adalah pertama kalinya tempat mereka di guyur hujan es seperti semalam.
“Tidak, pangeran.”
“Kalau begitu, aku akan meminta izin pada Raja untuk pergi ke Amber.” tutur Havier sembari menarik tali kuda agar langkah tapak kaki kudanya menuju kediaman sang ayah. Namun belum jauh meninggalkan lokasi awal, Havier harus kembali menghentikan laju kaki kudanya karena sang paman—Hinawa, tiba-tiba muncul di depannya.
“Mau kemana, pangeran?”
Havier menaruh perhatiannya kepada sang paman, menyambut kehadiran pamannya itu dengan sebuah senyuman. Selainenkadi sosok paman yang peduli padanya, bagi Havier, Hinawa juga merupakan sosok yang patut di acungi jempol untuk kepekaannya terhadap suatu bahaya yang hendak menyergah istana Shibu. Hinawa adalah panglima perang dari kerajaan Shibu.
“Ah, paman. Aku ingin ke tempat yang mulia raja untuk meminta izin pergi ke amber.”
__ADS_1
Apa ini sebuah kesempatan?
Hinawa tersenyum sinis dalam batin. Tuhan sepertinya sedang memihak kepadanya.
“Ah, paman dengar, pernikahanmu dengan putri kerajaan Amber, di tunda. Apa itu benar?” tanyanya sok tidak tau, padahal dia sudah jelas-jelas mengetahui hal itu.
“Iya. Darimana paman tau?”
Hinawa sedikit kebingungan mendengar pertanyaan Havier tersebut. Akan tetapi, Hd nawa mencoba bersikap biasa agar Havier tidak curiga darimana dirinya mendapatkan tersebut.
“Ada. Paman tidak ingin menyebutkan namanya.” atau jika sampai kamu tau, bukan hanya dia yang musnah, paman juga. Batinnya merujuk kepada Hellen, dan dihadiahi senyuman tulus menghargai keputusan sang paman untuk tidak mengatakan identitas si pemberitahu. “Lalu, apa kamu setuju dengan keinginan raja Aruchi itu?”
Sedetik, Havier menatap mata Hinawa, namun kembali menunduk guna mencari jawaban yang tepat agar tidak salah bicara. “Aku ingin membicarakannya terlebih dahulu dengan raja Aruchi, paman.”
Hinawa tersenyum simpul. Ia rasa akan mudah mempengaruhi Havier, mengingat keponakannya itu begitu percaya kepadanya. “Apa kamu tidak ingin mendengar pendapat dari sisi paman?”
Lagi-lagi, Havier menoleh. Ia menatap dalam pada manik coklat pamannya, mencari sebuah kepastian. “Menurut paman, apa aku harus menerimanya?”
Hinawa menggeleng mantap. “Tidak. Sebaiknya, jangan menerima tawaran sepihak itu.”
“Itulah kenapa aku ingin pergi ke Amber dan membicarakan itu dengan raja Aruchi.”
Hinawa mengumpat dalam hati. “Pernah dengar tentang raja Aruchi?” pertanyaan ini sontak membuat Havier mantap lama pada sang paman. “...dia dikenal sebagai raja yang licik. Jangan sampai, kamu menjadi salah satu orang yang berhasil ia kelabui, pangeran Havier.”[]
__ADS_1
^^^to be continued.^^^