
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA LUANGKAN WAKTU UNTUK MEMBERI LIKE UNTUK GREEN YA,
TERIMA KASIH.
🏰🏰🏰
Perasaan Junot benar-benar kalut. Ia tidak habis pikir kenapa sampai hal seperti ini terjadi? Tidak bisakah waktu kembali di putar untuk mengembalikan kehidupan lama Green, agar gadis yang ia cintai itu tak perlu merasakan kejamnya dunia per-tahta-an seperti ini?
Junot memacu kudanya sangat cepat melewati pepohonan pinus dan pepohonan besar lainnya membelah hutan. Para prajurit Amber yang ikut, berusaha terus mengimbangi pergerakan panglima perang Geogini itu.
Hingga ia sampai di jantung hutan, para rombongan yang seperti kebingungan menginterupsi. “Apa benar ini jalannya, panglima Jun?”
Junot sendiri tidak yakin karena belum pernah menginjakkan kaki di medan seperti ini sebelumnya.
Hutan ini terlalu membingungkan. Menurut salah satu prajurit yang ikut bersamanya dan memiliki pengalaman di hutan ini, dia pernah sampai hampir tidak kembali karena terlalu banyaknya cabang yang ada. Ditambah lagi hutan ini terkenal digunakan sebagai tempat pemujaan oleh salah satu golongan yang memiliki kepercayaan tertentu yang agak menyimpang, Junot semakin frustasi.
__ADS_1
“Lalu, bagaimana caramu keluar dari sini?” tanyanya pada si pemberi kabar yang hampir tak bisa kembali itu.
“Beruntung saat itu ada seseorang yang saya temui berada didalam sana. Dia baru selesai melakukan pemujaan, dan dia lah yang menunjukkan jalan keluar.”
Jadi intinya, yang tau jalur disini hanya orang-orang yang melakukan pemujaan itu? begitu pikir Junot.
Akan tetapi, meski berisiko, dia harus tetap mengambil keputusan dan kembali melakukan perjalanan untuk mencari dan menemukan putri Green. Ia tidak peduli meskipun nanti, dia sendiri yang akan menjadi salah satu orang yang tidak akan bisa kembali.
Tak lama setelah itu, sebuah trik muncul di kepalanya. Trik yang dulu pernah ia pelajari ketika mengikuti latihan si salah satu kerajaan bergaya modern.
“Ada sesuatu yang bisa kita gunakan untuk menandai?”
Junot turun dari kudanya dan berjalan ke salah satu kuda prajurit yang membawa perlengkapan. Ia mencari sesuatu yang mungkin bisa diikatkan, atau dibuat cap tanda agar mereka bisa kembali dengan mudah karena mengenali tanda tersebut.
Lalu dia mengeluarkan sebuah kain berwarna coklat dan merobeknya hingga beberapa bagian. Sebenarnya ini adalah teknik paling dasar ketika berada didalam hutan, tapi otaknya terlalu sibuk memikirkan Green hingga tak ada satupun hal baik yang bisa ia pikirkan dengan jernih.
Junot berjalan pada salah satu tanaman terdekat dengan jalan setapak, lalu mengikatkan robekan kain tersebut pada rantingnya. Sedikit tersembunyi, namun masih bisa ia dan prajurit rombongannya lihat.
Junot menatap serius kepada rombongan kecilnya, kemudian berkata. “Siapapun yang nanti selamat dan bisa kembali membawa putri Green, cari dan ingat tanda ini. Ini adalah cara kita untuk bisa keluar dari sini.”
__ADS_1
Seluruh prajurit itu mengangguk dan kembali mengikuti kemana langkah kaki kuda Junot berjalan. Laki-laki itu berulang kali naik turun kuda untuk mengikat tanda, berharap siapapun nanti yang akan kembali membawa Green bisa keluar dari hutan ini dengan selamat sampai di Amber.
Lama melewati jalan dan hari semakin gelap, Junot memutuskan untuk beristirahat saja sambil memulihkan tenaga. Namun belum sempat ia menitahkan itu, Junot terlebih dahulu melihat sebuah pergerakan aneh jika itu hanya seekor hewan.
Tanpa memberi aba-aba atau sepatah kata kepada prajurit yang sudah bersiap turun dari kuda, Junot meninggalkan mereka untuk mengejar sosok hitam yang tadi berada di semak-semak yang sepertinya sedang mengamati pergerakan mereka.
Junot terus mengejar. Ternyata benar dugaannya, itu bukan seekor hewan, melainkan seorang manusia yang mengabarkan jubah hitam sedang berlari kencang. Kemudian berbelok untuk mengelabui Junot agar kehilangan jejaknya. Bukan panglima Geogini jika dia akan melepas begitu saja sang buruan. Tanpa mengambil jeda, Junot turun dari kudanya, kemudian berlari secepat kilat petir untuk menangkap orang tersebut. Dan, berhasil.
Nafas keduanya memburu, namun Junot tidak segan untuk menahan pergerakan orang asing itu dengan menduduki punggung dan mencekal kedua lengannya di belakang tubuhnya yang terengah.
“Sial!!” umpat Junot dengan nafas terengah bukan main setelah berlari.
Tak berselang lama, prajurit Amber yang menjadi bagian dari Junot tiba di lokasi Junot berada. Mereka semua turun dan melihat bagaimana Junot mendapatkan buruannya.
“Siapa yang menyuruhmu!” tanya Junot mengintimidasi, namun pria yang menutupi wajahnya dengan cadar hitam seperti ninja itu tidak bicara sama sekali. Dia hanya diam.
Junot tersenyum miring, lantas berdiri dan menarik tubuh pria itu berdiri bersamanya. Satu kemungkinan muncul dalam benaknya. Pasti dia adalah orang suruhan Hellen dan sekutunya untuk mengawasi keadaan.
“Bawa kami kesana!” kata Junot penuh penekanan dalam tatapan tajamnya yang mengerikan. “Bawa kami ketempat dimana mereka menyembunyikan putri Green!”[]
__ADS_1