
...Selamat membaca...
...•...
...•...
...Jangan lupa untuk memberikan like dan simpan di list favorit kalian ya, agar aku tambah semangat nulisnya....
...Thank you...
...🏰🏰🏰...
“Mereka memiliki pasukan.” kata pria yang sempat menjadi tawanan Junot, yang sekarang menjadi bagian darinya itu.
Junot mengerutkan kening cukup dalam. Sedangkan Havier, tidak terkejut karena ayahnya sempat curiga karena jumlah pasukan yang ada di Shibu terlihat berkurang dalam jumlah yang tidak sedikit.
“Pasukan?”
“Ya. Tuan Hinawa membawa seribu orang dari Shibu, dan ratu Hellen membawa tujuh ratus orang dari Amber.”
Mendengar itu, Havier mengepal kuat jemari tangannya hingga memutih. Sedangkan Junot mulai menyusun sesuatu di otaknya. Informasi ini tidaklah main-main. Jika mereka yang hanya beranggotakan tiga puluh orang datang tanpa bantuan, mereka akan musnah dalam satu kedipan mata.
Junot tidak menduga jika rencana konspirasi itu sudah disusun secara rapih dan matang. Ia menatap sekilas Havier yang terlihat marah, kemudian kembali berbicara dengan orang yang mengaku bernama Retio ini.
“Lalu, apa senjata yang mereka gunakan?”
“Sama seperti senjata kerajaan pada umumnya. Tapi entahlah, aku tidak begitu paham akan hal itu. Tugasku hanya menjadi mata-mata dan melaporkan ke mereka tentang situasi di jantung hutan.”
Dan nahasnya ia malah tertangkap Junot.
“Sekarang, mereka pasti curiga karena aku belum kembali dan memberikan laporan pada mereka.” kata Retio sambil menatap Junot penuh harap. “Aku mohon lindungi keluargaku.”
“Tentu saja.”
Satu ide terbesit di kepalanya. Jika Hellen bisa membuat konspirasi se apik ini, bukankah Junot juga bisa membuat konspirasi kecil didalamnya?
“Retio,” panggil Junot dengan suara datar dan dingin.
”Hmm?”
“Aku punya rencana.” katanya sengaja menjeda untuk mencari persetujuan dari semua orang yang sedang duduk bersamanya. “Ini untuk kebaikan kita bersama. Kamu dan keluargamu akan aman untuk sementara, dan kami akan menyusun rencana lebih sempurna disini.”
“Apa itu?” tanya Retio ingin tau.
Junot tidak terlalu yakin akan berhasil. Kemungkinan Hellen dan orang-orang nya akan bisa membaca dengan jelas dan nyawa Retio bisa terancam. Tapi, hukum rimba memang kejam, jika Retio gagal menyembunyikan kebenaran disini, dia sendiri yang akan menanggung akibatnya disana. Begitulah yang seharusnya. Akan tetapi, dengan penuh pertimbangan, Junot berfikir tentang rencana dan risikonya. Dia tidak ingin Retio turut menjadi korban dalam hal ini. Jadi, sebisanya dia mencari cara aman agar semua tetap sinkron.
__ADS_1
“Kembalilah kesana sebelum terlalu terlambat.”
“Apa? Itu artinya—”
“Butuh berapa hari untuk sampai disana?”
“Setengah hari.”
Ini mustahil. Perjalanan meminta bantuan ke Amber memakan waktu sehari penuh. Ini pasti akan terlambat. Tapi...
Junot tetap pada pendiriannya demi Green.
“Lakukan peranmu dengan baik disana. Manipulasi otak Hellen dan yang lainnya dengan laporan yang masuk akal. Beritahu mengapa kamu terlambat kembali dengan alasan yang menurutmu bagus untuk kita bersama.”
“Alasan apa memangnya? Tuan Hinawa orang yang cerdik. Dia akan langsung membaca situasi dan akan membunuhku.”
Benar. Yang dikatakan Retio tidak ada yang salah. Semua sudah tergambar dalam otak Junot.
“Kamu benar. Tapi apa salahnya mencoba.”
Retio terlihat gusar. Dia mempertimbangkan apa yang hendak menjadi keputusan yang akan ia ambil. Lalu,
“Baiklah. Aku akan melakukan itu. Mari kita coba. Tapi jika gagal dan aku mati ditangan mereka, jangan pernah lupakan janjimu oadaku. Aku hanya ingin anak dan istriku selamat. Aku ingin mereka tetap hidup.”
Havier menunduk. Dia seperti orang yang tidak berguna karena terus memikirkan nasib Hinawa, pamannya.
“Terima kasih, Retio. Mari kita berjuang bersama untuk melawan orang yang sudah berkhianat dan tidak punya perasaan seperti mereka.”
Retio mengangguk dan membalas pelukan Junot.
Tak lama kemudian, Retio sudah siap kembali dengan sebuah rencana baru yang disusun oleh Junot. Retio yang pergi terlebih dulu, akan membawa Junot, Havier dan pasukannya nanti melalui tanda yang akan ia sematkan di beberapa titik yang akan terbaca oleh Junot. Sekali lagi, Junot memeluk Retio. “Aku percaya padamu.” katanya. Harapannya saat ini hanyalah agar Retio tidak berubah pikiran di tengah jalan, lalu menyesatkan mereka ke jalan yang salah.
“Aku akan melakukan yang terbaik. Demi keluargaku, dan untuk putri Honey green.”
Setelah kepergian Retio, Junot memacu kudanya untuk kembali ke Amber dan meminta bala bantuan. Ia akan menjelaskan semuanya ke raja Aruchi yang semoga saja sudah kembali ke istana, lalu meminta pasukan dengan jumlah yang lebih besar agar bisa meruntuhkan baris pertahanan yang coba di bangun oleh Hellen dan sekutunya.
Junot meminta Havier untuk tetap berada disini sampai dia kembali dengan bantuan pasukan nanti, kemudian mereka akan pergi bersama-sama menyelamatkan Green. Dan Havier setuju.
***
Sesampainya di Amber, Junot disambut oleh pasukan yang mencoba menghalau dan menghentikannya. Namun beruntung, raja Aruchi juga baru kembali dari perjalanan jauhnya yang juga mencari sang putri. Tentu saja nihil karena arah mereka berbeda.
Junot turun dari kuda dan membungkuk hormat.
“Apa kamu menemukan sesuatu?” tanya Aruchi dengan suara lelah dan terdengar putus asa.
Junot mengangguk. “Saya berhasil mendapat petunjuk keberadaan putri Green.”
__ADS_1
“Benarkah?”
Junot mengangguk pasti, dan Aruchi segera turun dari kuda nya , bersiap mendengarkan berita yang akan disampaikan oleh Junot untuknya.
“Saya menangkap salah seorang mata-mata yang dipasang ratu Hellen dan sekutunya. Kemudian saya meminta informasi dan memaksanya bicara.”
Aruchi diam mendengarkan. Namun ada satu keraguan menyentuh benaknya. “Apa kamu yakin dia mata-mata Hellen?”
“Ya. Dia sudah berada di pihak kita. Dia juga memberitahu, jika Hellen dan Hinawa memiliki pasukan berjumlah lebih dari seribu.”
Aruchi terkejut atas satu nama, “Hinawa?”
“Ya, paman Havier bernama Hinawa. Dia adik dari raja Nagawa.”
Ternyata Aruchi salah menduga jika hal ini atas kendali Hellen seorang diri. Tapi mendengar nama Hinawa, dia kini tau jika Hinawa dari kerajaan Shibu adalah orang yang juga turut andil dalam semua konspirasi ini.
“Jadi?” tanya Aruchi meminta kepastian.
“Saya datang kesini karena ingin meminta bantuan anda.” kata Junot penuh arti kepada Aruchi. “Berikan kami pasukan dengan jumlah yang sepadan untuk melawan mereka dan menyelamatkan putri Green.”
Aruchi bisa menangkap ketulusan dimata Junot. Mungkin selama ini penilaiannya terhadap panglima perang Geogini ini salah. Mungkin pria ini adalah orang yang benar-benar tulus mencintai putrinya.
Aruchi menghela nafas. Tentu saja dia akan memberikan berapapun pasukan yang dibutuhkan, untuk menyelamatkan putrinya. Dia juga akan ikut dan menghabisi mereka dengan tangannya sendiri jika terjadi sesuatu pada putrinya. Dia bersumpah akan melakukan hal yang lebih kejam dari pada membunuh seekor binatang, jika sampai mereka melukai segaris kulit Green.
“Bersiaplah. Aku akan meminta orangku untuk mempersiapkan pasukan.”
Junot merasa lega karena dia tidak perlu susah payah meyakinkan Aruchi. Junot kembali membungkuk hormat dan berterima kasih karena Aruchi sudah percaya padanya.
Dan setelah itu, Junot dan Aruchi, bersama ribuan pasukan mereka bersama-sama membelah hutan untuk mencari dan menyelamatkan gadis yang mereka sayangi. Gadis yang selalu membawa kebahagiaan meskipun kadang juga menyebalkan didepan Aruchi. Gadis yang dua puluh tahun hilang dan baru sejenak ia genggam kembali, sekarang dalam bahaya dan dia akan mempertaruhkan sisa usianya untuk menyelamatkan belahan jiwanya itu.
Junot pun begitu. Green adalah satu-satunya wanita yang membuat hatinya yang sekeras batu itu luluh. Gadis itu berhasil membuka hatinya yang selama ini tertutup setelah patah hati oleh sebuah hati yang dulu pernah ia buka. Green adalah kehidupannya. Green adalah nyawa dan juga nafasnya. Green adalah segalanya bagi Junot.
Dan ia berharap, dia tidak terlambat datang.[]
...🏰🏰🏰...
Minta komen boleh tak?
Otak Othor ngebul mikirin konflik yang ini guys, 😂
Jadi mohon dukungannya ya...
Tidak lupa juga mengingatkan, mampir di karya Vi's yang lainnya sambil menunggu update bab selanjutnya. Silahkan cek profil dan pilih judul cerita yang cucok sama kalian.😉
Ada yang baru juga lho, judulnya ME GUSTAS TU. Dijamin nggak kalah seru lho...
Terima kasih.
__ADS_1