Guzheng of The Moon

Guzheng of The Moon
XXIV


__ADS_3

...


"Bukan begitu, Nona Ah Mei?" Xiaoli menatap tajam gadis yang ikut berjalan di belakangnya. Seakan muncul entah dari mana. "Kenapa tidak kau jelaskan pada kami? Siapa yang sebenarnya telah bertunangan dengan sang Kaisar?"


Yue benar-benar bingung dengan siatuasinya saat ini. Apa maksudnya?


Saat itulah Gu Zheng menghampiri Ah Mei. Tidak cukup dekat, namun semua pasang mata yang ada di sana dapat melihatnya. Baik sang Kaisar maupun para undangan menunggu penjelasan Ah Mei.


Ah Mei merogoh sakunya dan saat mengeluarkan tangannya, ia menggenggam sesuatu. Sebuah jepitan emas. Yang tentunya jepitan itu sangat dikenali oleh Yue.


Tanpa sadar Yue pun turun dari altar dan ikut berdiri di samping Gu Zheng. "Ah Mei-a, kau bilang jepit itu hilang."


Seperti gadis bodoh, Yue juga menantikan penjelasan dari Ah Mei. Tapi saat itulah dirinya sadar, semua orang dikenalnya berubah menjadi aneh. Tidak hanya Gu Zheng yang bersikap dingin padanya tapi juga Ah Mei.


"Anda ingat jepitan emas ini, Yang Mulia?" Ah Mei menyodorkan telapak tangannya pada Gu Zheng. "Saya lah yang memakai jepitan ini saat itu. Saat Anda mengucap sumpah di hadapan Kaisar terdahulu. Saya tunangan Anda yang sebenarnya."


Tepat saat Ah Mei mengakhiri penjelasannya, semua yang hadir di sana menjadi riuh. Ibu Suri Jia juga. Wanita tua itu bahkan tidak segan menarik tangan Ah Mei dengan kasar.


"Apa maksudmu, Nona?" tanya wanita tua itu.


Ah Mei dengan wajah ketakutan bersujud di hadapan semua orang. "Seharusnya saya yang menjadi anak angkat keluarga Hwang. Tapi saya memberikannya pada teman saya."


"A-apa kau bilang?!"


"Sa-saya merasa kasihan padanya. Waktu itu dia terus saja menangis, khawatir memikirkan tidak mendapatkan keluarga yang layak dan baik. Jadi ... jadi saya merelakan tempat saya."


"Siapa? Siapa temanmu itu?!" tanya Ibu Suri Jia dengan nada tinggi. "Siapa yang telah berani menerima tempatmu?"


Dengan tangan gemetaran Ah Mei mengangkat tangannya. Meski begitu dia bahkan tidak ragu menunjuk ke arah Yue. Tentu saja hal itu semakin membuat semua yang hadir riuh. Sebagian dari mereka marah dan malu.


"Ah Mei-a, aku tidak berbuat seperti itu," sangkal Yue. "Aku yang memberimu ...."


"Apa itu benar?" sahut An Cheng Li. "Katakan padaku apa itu benar?!"

__ADS_1


Pertanyaan itu bukan ditujukan untuk Yue tapi kepada Ah Mei. "Yue Bi, jadi kau Yue Bi?"


Wajah ketakutan Ah Mei berubah bingung saat Kaisar An bertanya padanya. "Apa maksud Anda, Yang Mulia?"


"Yang Mulia, saya yang telah memberikan jepitan emas itu, sebagai tanda ikatan antara Kerajaan Shicuan dan An. Sekaligus menjadi simbol bahwa saya telah melamar putri bungsu Kerajaan Shicuan tiga belas tahun silam."


Ibu Suri Jia semakin kaget saat mendengar penjelasan Kaisar An. Wanita tua itu hampir luruh ke lantai. Beruntung Gu Zheng dengan sigap menyangga tubuh neneknya.


"Apa maksudmu, Kak?" Xiaoli yang awalnya berapi-api, ikut dibuat melongo oleh An Cheng Li. "Tapi gadis itu sudah mati tiga belas tahun silam."


"S-saya tidak ingat karena ... karena hilang ingatan. Waktu itu saya terluka mungkin karena itu," sahut Ah Mei cepat.


"Itu tidak benar! Aku ...," sahut Yue.


"Jadi kau ... palsu?" tanya Gu Zheng dengan mata yang paling dingin yang pernah Yue lihat. "Kau mengambil tempat orang lain."


"Aku ...."


"Pengawal! Bawa nona ini pergi jauh dari sini, kalau perlu lemparkan ke penjara," seru Gu Zheng.


Bagaimana tidak? Pernikahan adalah simbol bahwa seorang Kaisar berkuasa penuh atas istana dan negaranya. Jika pernikahan sang Kaisar tertunda itu artinya Gu Zheng belum berhak sepenuhnya atas kekuasaan di dalam istana maupun luar istana.


Banyak dari mereka tersenyum senang dan sinis atas situasi rumit ini.


******


Masih mengenakan gaun pengantin merahnya, Yue berlutut di hadapan dua orang Kaisar dengan tangan terikat. Ia sekarang seorang tahanan. Berbeda halnya dengan Ah Mei yang duduk di samping Ibu Suri Jia sambil menangis tersedu.


"Yang Mulia, saya mohon. Teman saya tidak bersalah, saya yang bersalah," isak Ah Mei.


"Omong kosong! Seharusnya dia tahu tempatnya. Kau sudah berbaik hati menolongnya. Tapi apa yang temanmu itu lakukan?!" Ibu Suri Jia terlihat sangat marah. "Dia ... dia telah mempermalukan kerajaan Yuhan!"


"Saya akan membawa kembali wanita saya ke Kerajaan An," ujar Cheng Li.

__ADS_1


"Wanitamu?! Dia juga tunangan Gu Zheng!" hardik Ibu Suri Jia.


Sedangkan Ibu Suri Han, hanya diam mendengarkan perdebatan itu. Wanita itu tidak tahu kalau akan begini jadinya. Gu Han Er sama sekali tidak tahu kalau Ah Mei lah yang sebenarnya tunangan Gu Zheng. Kenyataan bahwa anaknya memang berniat mempermainkan Putri Shicuan yang sesungguhnya tidak terlaksana. Anaknya malah merusak seorang gadis ... lain.


"Karena itukah kau bekerja sebagai dayang di istana?" tanya Han Er.


"Ya, Yang Mulia. Saya melakukannya agar bisa dekat dengan sang Kaisar. Saya pikir beliau akan mengingat saya. Nampaknya saya terlalu naif. Lalu tibalah hari sang Kaisar mengumumkan akan mempersunting seorang gadis sebagai permaisurinya. Dan pilihan sang Kaisar jatuh pada keluarga Hwang. Keluarga saya yang seharusnya. Dan yang jelas-jelas sayalah tunangannya yang sesungguhnya."


"Kenapa kau tidak bilang hal ini sedari awal?"


"Karena saya takut."


"Benarkah? Apa yang kau takutkan?" tanya Gu Zheng dengan menyipitkan matanya. Lalu tersenyum simpul bahkan sebelum mendengar jawaban Ah Mei.


"Saya takut, Anda tidak menyukai saya lagi." Dengan penuh keyakinan Ah Mei mengatakannya seolah menantang Gu Zheng.


Dan lagi-lagi Gu Zheng hanya tersenyum. Tidak ada yang menyadarinya, hanya Ah Mei seorang.


******


Gu Zheng menikmati permainan ini. Bahkan melebihi apa yang ia harapkan. Di sisi manapun ia berdiri, ia akan keluar sebagai pemenang. Ya, hanya dirinya yang tahu siapa Ah Mei sebenarnya. Bahkan ibunya pun yang memiliki antek di mana-mana tidak tahu akan hal ini. Itu karena Gu Zheng memang sengaja menutupi jejak Ah Mei dan Yue.


Ia menimbang berkali-kali mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dan mudah saja, Gu Zheng hanya perlu melihat reaksi An Cheng Li.


Jika Kaisar An menganggap putri dari Shicuan adalah Ah Mei, maka dirinya akan berdiri di sisi Ah Mei. Dan kalaupun Cheng Li tahu siapa sebenarnya Yue yang jelas-jelas tunangannya, maka Gu Zheng akan berdiri di sisi Yue. Tapi sayangnya semua sudah terlambat. Ya, dirinyalah lelaki pertama yang menyentuh tubuh Yue bukannya Cheng Li.


Yang otomatis pilihan manapun akan menghancurkan An Cheng Li sekaligus menjadi kemenangan untuk Gu Zheng.


Ide menyetubuhi Yue sebelum upacara pernikahan adalah ide yang sangat briliant. Bayangkan saja kalau ia tidak melakukannya, lalu Cheng Li menyeret gadis itu ke Kerajaan An. Tentu hal itu akan membuat Gu Zheng kalah telak.


Baik Gu Zheng, Ah Mei, Xiaoli dan Cheng Li kini berada pada perahu yang sama. Sama-sama memiliki pion emas yang harus di jaga. Kalaupun Fang Wei ingin ikut serta, bukankan semakin meriah?


Sekilas Gu Zheng menatap wajah pilu Yue yang tertunduk. Dan saat itu juga hatinya merasa sakit ....

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2