Hallo Nana!

Hallo Nana!
Kapan Menikah?


__ADS_3

Apa yang kalian pikirkan jika mendengar pertanyaan "Kapan Menikah?"


A. Sakit hati sampai ingin membenturkan kepala sendiri.


B. Tersenyum Kecut sambil makan kacang.


C. Nangis di pojokan sambil sesenggukan.


D. Dongkol dan ingin mencekik orang yang bertanya.


Yapp! Kuyakin jawaban kalian berbeda-beda. Pasalmya semua orang pasti memiliki jawaban dan presepsi yang berbeda tergantung kebutuhan. Tapi bagiku... dengan tegas aku akan memilih jawaban D. Kenapa? Karena aku sering merasa dongkol ketika ada yang bertanya "Kapan Menikah?" "Kapan Nyusul?" dan pertanyaan sejenisnya.


Dan kalau saja hukum dan agama tak melarang ku untuk mencekik manusia-manusia bermulut lemes itu mungkin aku sudah melakukannya sejak dulu sampai mereka tak bernafas.


Aku geram bukan main, hanya karena aku sudah hampir menjadi anggota "Thirty Club" alias kepala tiga alias tiga puluh tahun dan sekarang aku jomblo, orang-orang jadi seenak jidatnya melontarkan pertanyaan "Kapan Menikah" .


Apa mereka tidak punya otak? Jika saja menikah bisa dilakukan sendiri, aku sudah melakukannya sedari dulu tanpa mereka suruh. Dasar payah!.


Memangnya kenapa sih harus buru-buru menikah? Apa takut keburu kiamat sehingga tidak bisa melakukan esek-esek lalu menetaskan mahluk-mahluk kecil penghuni baru muka bumi.


Seperti itu? Hey Bambang dan Sukriyem, jika kalian hanya berpikir nikmatnya saja lebih baik kalian urungkan niat kalian untuk menikah. Jika tidak bisa, maka setidaknya hargailah kaum jomblo yang belum menikah.


Menyusahkan saja!


Jakarta, 22 Juni 2020


Setyana, Gadis yang kenyang dengan pertanyaan klasik "Kapan Menikah".


—o0o—


Setyana Suwardi. Biasa dipanggil Nana, seorang wanita bertubuh sedikit gempal dengan mata coklat alis tebal, rambut pendek, pipinya kembung seperti kue cubit, bibirnya mungil dan hidungnya mancung serta dagunya lancip seperti lebah menggantung. Usianya 30 tahun kurang lima hari.


Berbicara karirnya, dia tidak terlalu beruntung. Pasalnya dia baru saja kena PHK dari perusahaan yang menaunginya selama kurang lebih tiga tahun bekerja sebagai Development Staff. Sungguh miris memang di saat situasi pandemi seperti ini, dia harus kena imbasnya juga.


Semakin miris ketika dirinya juga menyandang status jomblo. Sudah tidak memiliki pekerjaan, jomblo pula. Ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga pula. Entah seperti apa perasaannya sekarang. Yang jelas tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Gadis itu menjomblo sekitar dua tahun yang lalu. Status jomblonya karena dicampakkan oleh seseorang yang menjadi pacarnya semenjak SMA. Lelaki payah yang berhasil membuat Nana agak sedikit trauma dengan yang namanya cinta.


Kala itu sepulang dari kantornya, Nana menyempatkan diri untuk ke kedai kopi dan berniat membelikan kekasihnya kopi agar bisa diminum bersama saat telah sampai di apartemennya.


Namun belum sempat hal itu terjadi, Nana memergoki kekasihnya tengah duduk bermesraan dengan seorang perempuan seksi berbalut gaun minim khas wanita penggoda.


Saingannya itu sangat cantik, bahkan lebih cantik dari bidadari. Mungkin dia blasteran Indonesia Surga, makanya bisa secantik itu. Bagaimana tidak, saingan Nana itu memiliki tubuh ramping dengan dada dan pinggul yang besar, kulitnya mulus bak porselen. Bibirnya tebal seperti bibir Kilye Jenner, rambutnya lurus dan yang paling penting dia fashionista.


Perbandingan Nana dan saingannya itu memang cukup ketara, seperti langit dan kerak bumi atau seperti Matahari dan Pluto, alias Jauuuhhh.


Pantas kalau kekasihnya berpaling darinya. Mana ada yang tahan sih dengan Nana, si gadis gendut yang super bawel dan maha pengatur. Meski demikian, bukan berarti Nana harus dicampakkan layaknya sampah atau diinjak-injak seperti rumput liar.

__ADS_1


Nana sangat mencintai kekasihnya, bahkan dia merencanakan pernikahannya waktu itu. Namun nasib berkata lain, Nana harus putus dengan satu-satunya lelaki yang pernah dia sukai.


Tidak ada lelaki lain selain Jonatan Lee, pria berahang kekar yang menjadi kekasihnya sepanjang hidup Nana. Saking cintanya Nana sama mantan kekasihnya itu, menjadikan Nana yang sekarang sebagai wanita tidak percaya dengan cinta dan laki-laki.


Bagi Nana cinta dan lelaki adalah dua hal yang membuat Nana sakit kepala, tak ayal kalau sekarang dirinya memilih menjomblo.


Makanya, setiap ada orang yang bertanya: 1."Kapan menikah?"



"Kok masih sendiri aja?"


3."Emang gak pengen ngerasain malam pertama?" dan pertanyaan serupa lainnya, Nana jadi pengen mencekik atau menyumpal mulut si penanya itu.



Dan biasanya, Nana sering mendapatkan pertanyaan seperti itu ketika dia sedang menghadiri acara pernikahan temannya.


Seperti sekarang ...


Suara merdu penyanyi wedding serta alunan musik yang mendayu-dayu mengiringi derap langkah sepasang pengantin menuju pelaminannya.


Di belakangnya ada beberapa kaki-kaki mungil sebagai bridesmaids cilik yang mengekor menggiring pengantin dengan penuh suka cita.


Tak lupa, kelopak-kelopak bunga cantik di taburkan oleh para tamu undangan yang berjejer di tepian ketika iring-iringan pengantin tersebut berjalan melintasi karpet merah penghantar pelaminan.


Terlepas dari itu semua, Nana si gadis jomblo yang kini ada dalam berisan penabur bunga tersebut malah memasang wajah muram dan malas.


"Kita ngapain sih harus kesini segala?" bisiknya pada seseorang yang di klaim teman dekatnya bernama Tania.


"Ini kan pernikahan teman kita, masa kita gak ada di sini sih?" balas Tania.


"Iya Samudra memang teman kita, tapi cobalah lihat siapa pengantin wanitanya. Hellena, si manusia cerewet sekaligus songong." Nana menatap tak suka ke arah pengantin wanitanya.


"Tahan aja Na, tahan sampai selesai. Kita ke sini kan bukan semata-mata atas nama Hellena tapi atas nama teman kita, Samudra."


"Tapi tetap saja. Si cerewet itu pasti akan meledekku nanti saat sesi salaman."


"Yaudah kalau gitu, kita gak pakai sesi salaman saja. Habis ini kita langsung keluar."


"Bener ya?"


Tania mengangguk mengiyakan. Kemudian ia kembali menaburkan bunga-bunga pada sepasang pengantin yang kini tengah melintasinya.


Nana juga ikut menaburi bunga lagi seperti apa yang dilakukan Tania sekarang. Sebenarnya dia agak kurang nyaman berada di sana, apalagi menyaksikan kebahagiaan Hellena. Entah kenapa Nana benar-benar bahagia melihat Hellena menikah.


Pasalnya, Hellena adalah mantan rekan kerja Nana yang sering sekali meledek Nana gara-gara statusnya yang masih belum menikah dan masih jomblo. Hellena sering sekali melontarkan kalimat-kalimat sindiran pada Nana secara halus, padahal niatnya busuk dan ujung-ujungnya pasti menjatuhkan harga diri Nana.

__ADS_1


Nana tidak suka dengan Hellena, menurut Nana gadis seperti Hellena itu cocoknya menjadi presenter gosip ketimbang menjadi staff development. Nana semakin tidak suka pada Hellena apalagi saat gadis itu suka cari muka di depan atasannya. Mereka berdua tidak pernah bisa akur seperti anjing dan kucing, atau seperti tikus dan kucing.


Selang beberapa menit, acara iring-iringan telah selesai. Kini saatnya semua para tamu undangan menyalami dan mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin yang tengah berdiri di pelaminan. Berbeda dengan tamu lainnya, Nana dan Tania diam-diam malah menyelinap keluar.


Namun baru selangkah mereka berusaha kabur diam-diam, tiba-tiba Samudra memanggil Nana dan Tania dengan suara beratnya. Kontan saja, Nana dan Tania berhenti.


"Nana ... Tania ... " pekik Samudra mendekat ke arah mereka berdua.


"Duh gimana nih? si Samudra malah manggil kita Tan." bisik Nana ke Tania secara gusar.


"Ya mau gimana lagi, bukan rejeki kita buat kabur"


"Kalian mau kemana? Kok kalian gak ngasih gue selamat atau apa gitu?!" ucap Samudra setelah mempersempit jarak dengan Nana dan Tania.


Nana dan Tania tersenyum konyol dan saling menyenggol lengan satu sama lain, membuat Samudra mengernyitkan dahinya bingung.


"Kalian kenapa sih? Emang kalian mau kemana sih?" lanjut Samudra.


"Anu ... tadi si Tania bilang kalau dia kebelet pipis makanya pengen buru-buru pulang." ceplos Nana asal.


Tania langsung melotot ke arah wajah Nana karena tak terima dijadikan alasan ceplosan Nana, padahal yang mau pulang kan bukan dirinya melainkan Nana. "Kenapa harus pakai alesan itu sih?" dumel Tania pelan.


"Kalau cuma mau ke toilet kenapa gak pakai toilet di sini aja, kenapa harus pulang segala sih?" ucap Samudra tak curiga.


"Soalnya Tania tidak biasa kalau tidak pakai toilet sendiri, iyakan Tan?" Nana kembali menyenggol Tania supaya mengiyakan ucapannya.


"Hah? A ... a ..i-iya aku tidak biasa pakai toilet yang bukan toilet sendiri makanya aku dan Nana mau buru-buru pulang. Hehe"


"Oh gitu ... tapi kenapa harus buru-buru sih? Apa tidak sebaiknya makan dulu, baru setelah itu pulang." ujar Samudra memberi saran.


Dengan sigap Nana kembali melontarkan kalimatnya "Tidak usah ... kita tidak begitu lapar kok. Hehe"


Tiba-tiba datanglah si pengantin wanita yang ikut menimbrung dan mengacaukan suasana hati Nana.


"Oh rupanya ada Nana dan Tania. Terima kasih ya sudah datang ke acara pernikahan kami." ucap Hellena pura-pura sok manis.


Nana memalingkan wajahnya ke sisi lain, sekarang dia sudah tamat. Karena orang yang sengaja dihindarinya malah ikut menimbrung sekarang.


"Sama-sama Hellena, oh ya selamat juga ya atas pernikahannya" Tania menyodorkan tangannya ke Hellena dengan ramah. Tapi Nana enggan bersalaman dengan Hellena makanya sekarang dia malah melipat kedua lengannya di depan dada.


"Aku senang sekali kalian datang, aku pikir Nana tidak akan datang karena takut baper. Haha" celetuk Hellena.


Nana cuma mampu mendesis kesal, gadis bernama Hellena sepertinya sudah siap meledeknya lagi kali ini.


"Oh ya Nana, kapan kamu mau nyusul. Jangan lama-lama loh ... nanti kamu jadi perawan tua, secara ... kamu kan sekarang sudah kepala tiga. Haha" imbuh Hellena diselingi tawa jahat.


"Memuakkan sekali ketika Hellena sengaja membuat lelucon yang membuatku naik pitam saja. Kalau saja saat ini bukan sedang di acara pernikahan Hellena atau Hellena bukan pengantinnya, mungkin aku sudah menyumpal mulut lemesnya. Bisa-bisa nya gadis itu sibuk menyindirku mentang-mentang pesta ini adalah acaranya. Sialan!!!" umpat Nana dalam hatinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2