Hallo Nana!

Hallo Nana!
Ada Apa di Korea?


__ADS_3

Malam telah menjemput.


Nana dan Kevin selesai packing setelah berjam-jam berdebat akan jadi pergi atau tidak. Pada akhirnya mereka memutuskan akan pergi ke Korea besok.


Lantas mereka berdua merebahkan tubuh mereka pada tempat berbeda. Kali ini Kevin mengalah pada Nana, ia memutuskan tidur di sofa sementara Nana di tempat tidur yang empuk.


Setelah beberapa saat masuk ke dalam selimut masing-masing, namun entah apa yang mereka pikirkan malam itu. Keduanya tampak tak bisa memejamkan mata.


"Vin, kamu udah tidur belum?" tanya Nana sembari menyibak selimutnya dan duduk menghadap ke arah sofa tempat Kevin.


"Belum." Kevin menjawab dengan singkat dan menyibak selimutnya juga. "Ada apa memang?"


"Kita beneran jadi ke Korea?"


"Masih bahas masalah tadi? Kan kita sudah packing barang bawaan kita."


"Kenapa harus sih? Emang ada apa di sana?" raut Nana kembali dibuat bimbang.

__ADS_1


"Ada SONG HYE KYO!" jawab Kevin ngegas. Ia masuk lagi dalam selimutnya.


"Iss.. bisa gak sih serius dikit?"


"Lah kan memang benar di Korea ada Song Hye Kyo."


"Kamu tuh yak!!" dengan geram Nana melempar bantal ke arah Kevin. Membuat Kevin kembali terbangun.


"Dih apaan sih Singa Betina, bisa gak sih kita tuh gak ributin masalah ini terus?"


"Gak bisa! Kamu tuh harus jawab pertanyaan aku dulu. Kenapa harus Korea? Oh, jangan-jangan kamu sengaja ya mau pisahin aku sama Jonatan? Iya 'kan?" Nana mencecar pertanyaan-pertanyaan tanpa jeda.


"Jelas aja ada urusannya. Sejauh ini kamu kan iri kalau aku bahagia? Ngaku aja deh, gausah sok naif jadi manusia."


"Dih, denger ya.. kamu mau bahagia atau sedih gak peduli aku. Kamu tuh gak penting buat aku."


Nana mendelik sinis dan tidak percaya. "Terus kalau bukan karena kenapa kamu milih ke Korea?"

__ADS_1


"Ya memang kamu maunya kemana? Ke Pluto gitu?"


"Ogah!"


"Udah deh gini aja, semisal kamu tidak mau ikut yaudah. Kamu bilang ke Oma kamu buat rayain pesta anniversary kita. Tapi sorry sorry to say, aku tetap akan pergi ke Korea besok. Biar sekalian aku cari perempuan Korea yang cantik dan body unggul."


"Gausah bawa-bawa body ya!" tandas Nana dongkol. Ia pun masuk ke dalam selimutnya lagi.


"Selamat malam," ucap Kevin dengan nada meledek dan memutar tubuhnya ke sisi lain membelakangi Nana.


Sengaja Kevin menyinggung body, serta merta agar Nana naik pitam. Lantas tak punya alasan untuk menolak ikut ke Korea. Biar bagaimanapun Kevin sejujurnya tidak rela jika tiket pesawatnya terbuang begitu saja karena Nana tidak mau ikut.


Terlebih, Kevin juga tidak ingin Nana terus-menerus membucin Jonatan.


Jadi bohong sekali jika tadi Kevin berucap kalau Nana tidak penting dan tidak ada urusannya menjauhkan istrinya itu dari Jonatan.


Kevin mengintip Nana dari celah-celah selimutnya. Ia pun bergumam dalam hatinya.

__ADS_1


"Maaf ya Na, aku gak bermaksud membuat kamu gak berkutik kaya gini. Aku cuma tidak mau kamu terus-menerus membucin pada si manusia kerdus macam Jonatan. Dia itu gak baik buat kamu, dia gak layak untuk wanita setulus dan senaif kamu. Semoga kamu paham situasi ini ya Na."


Tak berselang lama, Kevin pun mulai memejamkan matanya.


__ADS_2