Hallo Nana!

Hallo Nana!
Cinderella Masuk Perangkap


__ADS_3

Sesuai janji Nana, dia akan bertemu orang dengan pemilik akun Facebook atas nama Kevin Sanjaya yang di acceptnya semalam. Dia tidak mengerti kenapa dia berani menemui lelaki yang ditemukannya di sosial media itu. Yang jelas, alasan Nana cuma satu, dia ingin mengajak kerja sama dengan orang tersebut.


"Nana, kamu serius mau menemui pemilik akun Facebook itu?" tanya Tania dengan nada super khawatir.


"Kamu tidak lihat kalau aku sekarang sedang berdandan?" Nana memutar setengah badannya kehadapan Tania yang tengah duduk di tepian anjang. "Itu artinya aku serius akan menemui pemilik akun Kevin Sanjaya itu," lanjut Nana, lantas ia kembali menghadap cermin dan melanjutkan pekerjaannya memoles wajahnya dengan beberapa make-up.


Tania bangkit dari posisinya, perasaannya semakin khawatir melihat Nana begitu serius akan menemui pemilik akun Kevin Sanjaya tersebut. "Bagaimana kalau dia orang jahat yang mau memanfaatkan kamu? Lagipula dia tidak memberikan info jelas di akun Facebooknya, terus juga wajahnya tertutup masker, apa kamu tidak curiga sedikit pun?"


Nana menghela nafasnya dengan berat, sementara aktivitas memoles wajahnya lagi-lagi harus terjeda karena ulah Tania. "Pertama-tama aku mau jelasin ke kamu ... don't be afraid honey! Semua akan baik-baik saja, toh aku ketemuannya di jam siang. Jadi tidak akan terjadi apa-apa, kalau pun nih terjadi hal-hal buruk seperti dugaan kamu barusan, aku kan bisa teriak minta tolong tuh, ya kan?"


"Tapi Na ... kalau dia ternyata jelek dan tidak sesuai selera kamu gimana? Terus dia nanti kecewa ... lalu dia bertindak arogan kaya di film-film—"


"Stop!" Nana menjentikkan jarinya untuk menyentil kening Tania dari jarak jauh agar Tania berhenti menyerocos yang tidak-tidak tentang pemilik akun itu. "Pikiran kamu terlalu kejauhan Tania, percaya deh sama aku ... kalau semuanya akan baik-baik saja. Gak akan terjadi apa-apa kok."


"Tapi Nana ... aku cuma khawatir—"


"Stop Tania! Daripada kamu khawatir gak jelas mending kamu siap-siap, sebentar lagi kita akan berangkat menemui pemilik akun Facebook Kevin Sanjaya itu."


"Ta-ta-tapi Na ...."


"Aku bilang stop! Gak ada tapi-tapian lagi. Sekarang cepat kamu siap-siap, atau aku tidak akan memberimu izin untuk menumpang di apartemenku lagi."


"Ish iya ... iya ... ini aku siap-siap."


Tania merengut kesal sekaligus pasrah. Meski begitu, dia tidak bisa berkutik kalau Nana sudah memuntahkan ancamannya. Alhasil, Tania langsung membuka lemari baju dan mulai bersiap sesuai perintah si empunya apartemen.


Sesekali, Tania memerhatikan Nana dengan wajah sebal, ia ingin sekali menggerutu pada si ratu bawel yang tengah bersolek di depan cermin rias itu. Tapi apa daya Tania? Sebanyak apapun dia mencoba memperingatkan Nana, maka sebanyak itu argumennya dibantah. Tidak salah dugaan Tania, kalau Nana itu sebelas dua belas sama Omanya, sama-sama sekehendak dan mau menang sendiri, alias tidak bisa dikasih tahu, alias keras kepala.


Selang beberapa menit, Tania telah selesai mengganti bajunya dengan sebuah kemeja bercorak blaster pink dan putih dipadukan dengan celana jeans boot cut berwana navi.


"Aku udah selesai!" seru Tania malas dan langsung memberengutkan wajahnya.


"Gausah masang wajah memberengut begitu dong Tania, kamu makin jelek kalau sedang mengerutkan wajahmu itu."


"Ck! Terserah."


"Tunggu sebentar ya, aku selesaikan dulu riasan wajahku, aku harus tampil cantik dan memesona di depan orang itu."


"Ter-se-rah!" Tania benar-benar sudah malas menanggapi ocehan Nana yang ba-bi-bu. Bahkan saking malasnya menanggapi kalimat Nana, dia sampai menjawab dengan kata yang sama seperti sebelumnya, hanya saja sengaja dibuat terpatah-patah agar lebih meyakinkan Nana betapa malasnya Tania sekarang.


Sayang, Nana begitu cuek. Dia bahkan asyik dengan cermin dan alat-alat tempur make upnya. "Kamu gak mau make up-an dulu atau paling nggak mengukir alis kamu biar lebih cetar?!"


"Tidak perlu. Aku terlalu malas berdandan," imbuh Tania.


Nana berdecak ambigu, "Woahh tumben?!."


"Berhentilah berbasa-basi. Cepat selesaikan riasanmu sebelum aku keburu malas nemenin kamu," tukas Tania yang entah sudah diujung mana kemalasannya itu.

__ADS_1


Nana pun semakin mempercepat riasannya agar Tania tak melulu mengomel A sampai Z. Apalagi sampai mengurungkan niatnya menemani Nana untuk bertemu dengan pemilik akun Kevin Sanjaya tersebut.


Entah dapat keyakinan darimana, Nana sangat yakin kalau akun Facebook bernama Kevin Sanjaya itu adalah orang yang tepat buat diajak kerja sama. Nana juga yakin, kalau pemilik akun tersebut bukan orang jahat yang akan memanfaatkan Nana, selain itu Nana juga yakin seratus persen bahwa pemilik akun dengan foto profil aneh itu tidak memiliki wajah burik sesuai yang dikhawatirkan Tania, hanya karena wajahnya ditutup masker di Facebook.


--o0o--


Kaki jenjang Nana dan Tania melangkah memasuki sebuah Kafé XXX di kawasan Jakarta Pusat. Kafé itu adalah Kafé yang tidak terlalu besar, dan tidak terlalu kecil juga. Cukup sedang, tapi konsepnya terlihat kekinian dan nyaman. Di sana juga tidak terlalu ramai pengunjung, mungkin karena masih jam 1 siang, jadi tidak terlalu banyak orang yang mampir ke sana. Sehingga Nana dan Tania bisa lebih mudah dan leluasa mencari orang yang disebut mereka calon mangsa.


"Coba kamu chat si mangsa kamu itu, dia sudah sampai di sini apa belum?!" usul Tania.


"Dia bilang sih sudah datang, tapi aku gak tahu dia duduk di sebelah mana," Nana membalas kalimat Tania sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Kafé tersebut.


"Emang dia pakai baju apa katanya?"


"Hitam, celananya juga hitam."


"Seperti orang yang mau melayat saja pakai hitam-hitam."


Nana memutar bola matanya, lantas berdesis sebal setelah mendengar Tania menyeplos seenak jidatnya. "Ish ... Berhentilah membuat lelucon Tania!"


"Aku sedang tidak membuat lelucon Setyana!" bantah Tania tak mau kalah. "Terus selain kaos dan celana hitam, apalagi yang dia pakai? Di sini soalnya ada beberapa yang pakai kaos hitam dan celana hitam juga."


"Tadi sih dia bilangnya pakai topi juga."


"Warnanya?"


"Tuhkan aku bilang juga apa ... semuanya serba hitam, dia memang mau melayat kali," Tania berkomentar secara asal, membuat Nana hampir naik pitam. Untung saja Nana bisa mengendalikan emosinya itu, jadi perang antara Tom and Jerry bisa di skip terlebih dahulu.


Nana tak menggubris sedikitpun ocehan Tania yang selalu memberikan komentar negatif tentang mangsa yang dipilih Nana tersebut. Mata Nana malah sibuk mengedarkan pandangannya mencari sosok laki-laki dengan ciri-ciri yang dikasih tahu lelaki itu di dalam pesan Whatsapp Nana.


Tak berlangsung lama, Nana pun menemukan sosok yang mirip dengan kriteria yang diberitahukan pemilik akun Kevin Sanjaya tersebut. Dengan kaos hitam, celana hitam, serta memakai topi berwarna yang sama.


"Kayanya itu tuh orangnya!" tunjuk Nana pada seseorang yang tengah duduk membelakangi arah pintu Kafé.


"Kamu yakin orangnya yang itu?" klarifikasi Tania.


"Kalau dari ciri-ciri yang dikasih tahu dia di chat sih emang begitu. Topi hitam, kaos hitam, dan celananya hitam. Lagipula di sini tidak ada lagi yang memakai topi selain orang yang kini tengah duduk di kursi pojok itu."


"Iya juga sih. Yaudah kita samperin!"


Nana dan Tania pun kembali melanjutkan langkah kaki jenjang mereka menghampiri orang yang tengah duduk di kursi pojok Kafé. Awalnya Nana nampak tak ragu sama-sekali, tapi setelah hampir sampai ke dekat orang yang dituju, mendadak nyali Nana malah jadi ciut. Sementara Tania kebalikannya.


Jarak yang tinggal beberapa langkah itu pun harus terhenti, karena keraguan Nana mendadak memprovokasi dan memperparah keadaan Nana sekarang.


"Ada apa?" Tania terheran ketika melihat Nana yang tadinya bersemangat ingin menemui lelaki itu, tiba-tiba malah diam tak bergeming.


"Feeling aku kok gak enak ya Tan!" pungkas Nana.

__ADS_1


"Tadi kamu begitu menggebu-gebu meyakinkan aku, 'semua akan baik-baik saja Tania' gitu ... giliran tinggal seuprit lagi kita ketemu orang itu, kamu malah ragu. Dasar payah!" ejek Tania. Ia seperti puas karena Nana dihinggapi keraguan yang luar biasa seperti dirinya saat di apartemen tadi.


"Tapi perasaanku semakin gak enak, aku seperti diberi hidayah untuk tidak menghampiri orang itu."


"Aishhh ... udah nanggung sekarang buat mengurungkan niat kamu. Lebih baik kita temui ... kan kamu yang memaksa aku buat gak usah khawatir berlebihan," lanjut Tania.


"Tapi ...."


Tania pun dengan refleks menyeret tangan Nana menghadap lelaki yang tengah duduk satu meter dihadapan mereka. "Udah ayo!" seret Tania secara paksa.


Tania seperti balas dendam pada Nana yang tadi selalu stay calm, tapi ujung-ujungnya malah Nana yang lebih parno.


"Pe-pe-permisi ... a-a-apa kamu Kevin Sanjaya?" ucap Nana gelagapan ketika sampai dibelakang orang yang duduk memunggunginya.


Kontan orang yang ditegur Nana itu langsung menoleh ke arah sumber suara.


"KALIAN!!!"


Refleks, si pemilik akun bernama Kevin Sanjaya itu berdiri tiba-tiba saking shocknya melihat kehadiran Nana dan Tania saat ini. Sorot matanya seperti mengeluarkan kilat yang membuat siapapun jadi bergidik ngeri menatapnya, tak terkecuali Nana dan Tania.


"Ke-ke-kenapa kamu menatap kami seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilan kami?" ucap Nana ragu.


"Apa kamu lupa siapa aku?" tunjuk pemilik akun Facebook Kevin Sanjaya itu pada dirinya sendiri.


Nana dan Tania saling memandang heran satu sama lain, lantas menatap ke arah pemilik akun Facebook Kevin Sanjaya juga dengan tatapan yang masih heran dan tak mengerti.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Nana pada pemilik akun Facebook Kevin Sanjaya itu.


"Aku sih kaya familiar sama kamu, tapi aku lupa kita pernah bertemu di mana," sambar Tania seraya mengetuk-ngetuk area pelipis dengan jari telunjuknya khas orang yang sedang berpikir.


"Ck! Kalian pikun ya?!" decak si pemilik akun Facebook Kevin Sanjaya dengan nada tengil.


"Hey jaga ya ucapan kamu!"


"Tau nih ... baru ketemu udah ngeselin," sewot Tania.


Pemilik akun Facebook Kevin Sanjaya pun, merunduk untuk mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang tergeletak di atas meja, Sementara, Nana dan Tania tak curiga sedikitpun dengan reaksi aneh nan congkak yang ditunjukan Kevin Sanjaya.


Selang beberapa detik, pemilik akun Facebook itu pun langsung mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang dirogohnya.


"Kalian lupa stiletto ini?" pungkas pemilik akun Facebook Kevin Sanjaya itu seraya menunjukan sebuah stilleto berwarna gold.


Shock! itulah kata pertama Nana dan Tania yang mereka dapat saat orang yang dihadapannya itu tengah mengacungkan sebuah stiletto yang familiar di mata mereka. Sebuah Stiletto Nana yang kemarin malam di lempar Nana secara sembarangan. Dan lemparan Nana itu, tak sengaja mengenai seseorang sampai mengaduh kesakitan. Lebih ironisnya, orang yang terkena lemparan stiletto Nana kemarin malam adalah orang yang tengah berdiri dihadapan Nana dan Tania sekarang.


"Kabuuuuuuur!"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2