HAREM Sang PENGUASA

HAREM Sang PENGUASA
BAB 10


__ADS_3

Terdengar empat ketukan berirama di pintu apartemen yang mereka sewa beberapa hari ini. Ella yang sedang berada di ruang tv berjalan tuk membukanya. Ia tau itu adalah samuel, mengintip sebentar dari lubang pintu untuk ekstra waspada, dirasa aman lalu membuka kuncinya.


Samuel langsung menerobos masuk saat pintu terbuka, merasa sangat haus ia berjalan ke arah lemari dingin mengambil air minum.


Ella memeriksa keadaan diluar pintu, melirik ke kiri dan ke kanan. Dirasa aman, ia menutup pintu dan menguncinya. Berjalan mendekati kekasihnya, bertanya langsung keadaan saat ini.


"Tadi di telepon kau bilang berhasil mengirim foto-foto itu, apa terjadi sesuatu saat perjalanan kesini?" cemas Ella.


"Tidak, semua lancar. Aku hanya mengkhawatirkan Angela, sepertinya foto-foto itu sudah berada di tangan lazarus."


Ella memeluk kekasihnya dari belakang. "Aku juga sangat mencemaskannya, bagaimana jika besok kau telepon kenalanmu itu. Tanya dia kapan mengambil sampah di harem, lalu bilang padanya cari tau gosip disana. Bukankah kau bilang pegawai wanita disana ada yang menaksir dia, suruh kenalanmu menggali informasi."


"Kau benar, baiklah. Nanti aku akan menghubunginya. Sekarang bukankah ada masalah yang lebih penting?" Samuel berbalik badan, menatap mata kekasihnya.


"Apa?" Ella berpura-pura tidak mengerti, mencoba melepaskan diri dari jeratan samuel.


Samuel tersenyum licik. "Dua hari ini kita sibuk menjaga keamanan kita, kesana kemari mencari tempat tinggal yang aman. Bahkan saat waktu itu angela pergi dari hotel kau bilang kita harus bergegas dan tak ada waktu," samuel semakin mempererat pelukan di pinggang Ella, sebelah tangannya memulai aksinya, meluncur ke bawah mengelus bokong kekasihnya.


Ella memutar bola matanya. "Kau masih menagih omonganku dua hari lalu, kau ini benar-benar ya!"


"Sayang, senjataku sudah tak tahan. Juniorku ketakutan dia akan berkarat, kita harus coba sekarang, dia perlu diasah biar terus tajam kan," tangannya yang dibawah mulai merayap ke dalam pakaian ella, mengelus ngelus area sensitifnya dibawah.


Samuel melihat ella sudah mulai terangsang, tanpa menunggu lama segera menyatukan bibir mereka. Lidahnya menyelusup ke dalam mulut ella, menautkan lidah mereka berdua, mengerang bersamaan.

__ADS_1


Erangan Ella semakin keras terdengar, saat tangan samuel menyelusup ke dalam pakaian bagian atasnya. tangan besarnya meremas gundukannya dengan lembut. "Ah~~~"


Lenguhan yang keluar dari mulut ella seketika membuat samuel semakin beringas. Kedua tangannya ditaruh di bokong Ella, mengangkat tubuh ella ke tengah tubuhnya memangkunya.


Ella mengaitkan kedua kakinya di pinggang samuel, mengaitkan satu tangannya di leher dan satu tangannya menahan kepala samuel agar tetap berciuman.


Samuel berjalan dengan memangku ella di pelukannya, menuju kamar tidur mereka. Dengan perlahan membaringkan ella di atas ranjang, masih dengan menautkan bibir mereka.


"Sayang aku sudah tak tahan," bisik samuel dengan suara seraknya. "Aku menginginkanmu sekarang~~~"


Ella tak ingin berlama lama juga, melepaskan semua pakaiannya tanpa tersisa sehelai benang pun di tubuh moleknya. Membantu samuel membuka ikat pinggangnya, saat semua terlepas dari tubuh samuel ia mengelus lembut senjata samuel yang sudah siap berperang.


"Ah~" erang samuel saat telapak tangan mulus ella mengelus ngelus senjata miliknya. "Cukup sayang, aku tak tahan lagi"


Samuel menjatuhkan tubuhnya, menindih tubuh ella dengan sekali gerakan memasukan senjata kepemilikannya ke dalam milik Ella.


Samuel meningkatkan ritme gerakannya, memaju mundurkan tubuh bagian bawahnya dengan cepat. Bibirnya turun ke leher ella, menciuminya dengan ganas. Perlahan bibirnya turun ke gundukan kembarnya, bibirnya melahap sebelah gundukannnya, gundukan lainnya ia mainkan dengan jarinya.


Mereka bermain selama hampir satu jam, berpindah posisi dan berbagai gerakan. Ella menunggangi samuel, berada diatas tubuh samuel lebih memuaskannya. Samuel membalikkan tubuh ella kebawah, mempercepat gerakannya.


Ella menggeliat tak tahan, kuku tangannya menancap di punggung samuel.


Samuel semakin mempercepat gerakannya, mendengar ella melenguh nikmat ia menekan senjatanya lebih dalam.

__ADS_1


"Ahhh~~~sayang a-ku tak tahan lagi," teriak ella.


"Ayo sayang, kita ke puncak bersama," samuel menarik dan mendorong senjatanya dengan sekuat tenaga tuk terakhir kalinya. Saat benih-benihnya telah tertumpahkan, tubuh keduanya bergetar hebat.


Setelah mencapai puncaknya, ella masih merasakan sensasinya. Masih tak ingin bergerak, mengatur nafasnya yang tersengal.


Samuel mencium dahi Ella. "Makasih sayang, untuk semuanya. Untuk angela, untukku dan untuk kita. Kau wanita hebat, tak salah aku memilihmu," mengecup sayang bibir ella, menggerakkan tubuhnya berpindah ke samping.


"Sini, aku peluk." Samuel menarik lembut tubuh berkeringat ella, menariknya dalam pelukan.


"Kau tak perlu berterima kasih, aku yang beruntung mempunyai kalian berdua. Apa jadinya aku sekarang tanpa kalian, aku pasti sudah terjerumus dalam dunia malam." ujar ella.


"Saat kau meneleponku dan bilang kau ada di rumah sakit bersama angela, lalu kau bilang padaku rencana kalian berdua, aku sangat terkejut. Saat kau bilang kau sudah memesan hotel, tanpa berpikir panjang aku langsung pergi ke hotel itu dengan membawa semua perlengkapan sandiwara."


Untuk itulah samuel semakin mencintainya, Ella tak banyak bertanya atau cemburu saat dirinya bilang sedang bersama angela, bahwa angela membutuhkan pertolongan. Dengan sigap kekasihnya itu menyiapkan semuanya hanya dengan waktu yang sedikit. "Aku mencintaimu"


Ella sedikit mellow mendengarnya, sebenarnya merasa dirinya tidak pantas, dulu sebelum ditolong ayah angela dirinya pernah dijual oleh ayah tirinya kepada rentenir, mereka menodainya. Dirinya sangat beruntung, Samuel bisa menerimanya dengan tulus. "Bolehkah aku mencintaimu juga, kau tak akan pernah menyesal mengenalku, wanita hina ini?"


"Shhht~~~jangan pernah menghina dirimu lagi atau aku akan membencimu. Cukup cintai aku, maka aku akan lebih mencintaimu." samuel memeluk erat wanita di pelukannya dengan tersenyum bahagia. Terlelap dalam damai di tidurnya.


*


*

__ADS_1


*


-------Bersambung


__ADS_2