
Di dalam mobil dalam perjalanan pulang, Lazarus menarik sebelah tangan Angela, menyatukan jari jemari mereka berdua.
Angela berusaha menarik tangannya, tapi lazarus menggenggamnya dengan erat.
"Diamlah Angela, aku ingin menikmati waktu terakhir kebersamaan kita." suara lembut lazarus terdengar membuat Angela seketika mematuhinya.
"Angela... kau tidak akan pernah menyesal mengambil keputusan ini kan?" Manik coklat lazarus menatap intens mata Angela.
Degh!
Kamu harus yakin Angela!
"Tidak... aku tidak akan pernah menyesal." Menggelengkan kepalanya yakin.
Cukup lama Lazarus tak mengalihkan tatapannya, mencari kebenaran dalam sorot mata Istrinya. "Sepertinya begitu, kamu benar-benar ingin meninggalkanku." akhirnya ia memalingkan wajahnya, merasa berat jika terus menatap mata istrinya.
__ADS_1
Lazarus tetap menggenggam tangan angela tak ingin melepaskannya, mereka berdua turun dari dalam mobil masuk ke dalam kediamannya. Lazarus merangkul tubuh Angela, membantunya naik melewati satu persatu anak tangga sampai keatas. Saat sampai diundakan tangga atas, la berpaling kebawah tangga, melihat ke arah kepala pengurus kediamannya, mengganguk memberi kode.
Pats! Semua lampu padam.
Angela baru saja melewati anak tangga terakhir, kakinya tergelincir ketika pandangannya tiba-tiba menjadi gelap. Dirinya pasti akan terjatuh jika lazarus tidak sedang merangkulnya. Angela menyeimbangkan kembali tubuhnya, saat tubuhnya berdiri sempurna, ia seketika terpana melihat sepanjang lorong ke kamarnya terang oleh cahaya lilin di lantai.
Lazarus memperhatikan wajah Angela, cahaya lilin menyinari wajah cantiknya. Seketika perasaannya campur aduk, tak ingin mengakhiri hari ini, tak ingin mengakhiri hubungan mereka.
Lazarus menghela nafas dalam, menguatkan tekadnya, sekali lagi ia merangkul dan memapah Angela melanjutkan langkah mereka melewati lorong yang bertaburan kelopak mawar merah sepanjang jalan.
"Tidak apa-apa... masuklah, tadi kita sudah melewatkan makan malam ke restoran tempat favoritmu bersama Ayahmu. Aku hanya ingin terasa istimewa saat mengakhirinya denganmu."
Angela tak ingin menjawab, dirinya mengerti apa maksud lazarus. Ia mendorong pintu kamar sampai terbuka lebar, menyiapkan hatinya sekali lagi merasa lazarus akan menyiapkan sesuatu yang mewah dan berlebihan. Tapi ternyata tidak, kamarnya di dekorasi dengan sederhana. Angela tersenyum melihatnya.
Sekeliling kamarnya dipenuhi balon berbentuk hati berwarna kesukannya, balon putih, hitam, merah dan emas. Di tengah ruangan di atas meja ada sebuah kado besar diikat sebuah pita, serta ranjangnya dipenuhi kelopak-kelopak mawar merah persis seperti di lorong.
__ADS_1
Lazarus menarik maju tubuh istrinya ke tengah ruangan, memosisikan tubuh Angela di depan meja. "Bukalah hadiahnya." ucapnya.
Angela menurutinya, menarik simpul pita yang mengikatnya. Membuka tutup hadiah dengan perlahan, setelah terbuka sepenuhnya ia melihat di dalamnya berisi semua perlengkapan bayi yang baru lahir. "Lazarus... i-ini... " Angela tak bisa meneruskan kata-katanya. Menatap lazarus tak mengerti, tapi lebih ke perasaan terharu dengan perlakuan Lazarus padanya.
Lazarus merasakan perasaan haru di tatapan istrinya, tapi sayang semuanya sudah terlambat baginya. Keputusan dirinya sudah tak bisa dirubah, demi Angela dan masa depan mereka.
"Hei... kau mudah dipuaskan istriku. Ayolah jangan merasa terharu, ini hanya pemberian pertama dan terakhir untuk anakmu dariku. Meskipun bukan anakku, tapi anggap saja ini kompensasi dariku saat kau keguguran dulu, saat itu aku tidak ada saat kau sangat membutuhkanku."
Saat lazarus mengungkit lagi kegugurannya, seketika Angela tersadar. Tidak mungkin lelaki di hadapannya sekarang benar-benar memperlakukannya dengan tulus. Kegugurannya masih satu hal yang dirinya masih mencari tau penyebabnya, kandungannya waktu itu sangat sehat tapi tiba-tiba ia mengalami pendarahan hebat sampai kehilangan janinya bahkan hampir kehilangan nyawanya sendiri.
Ingat itu Angela! Ingat saat nyawamu diujung tanduk dan kau kehilangan anak yang kau kandung! Saat itu dimana lazarus? Kau melihatnya, kau melihat fotonya sedang bersama wanita lain! Geram Angela, seketika hatinya kembali membenci Lazarus.
Angela menatap kembali lazarus, kelembutan di dalam kedua matanya telah menghilang. "Kau benar lazarus, untuk apa aku merasa terharu? Kompensasi katamu? Kau tau lazarus... bahkan sampai aku mati, aku tidak akan pernah memaafkanmu!"
Lazarus mengepalkan kedua tangannya, dirinya sudah bertindak benar membuat Angela terus membenci dirinya, dengan begitu dirinya bisa melepaskan Angela.
__ADS_1
"Angela... lupakan perjanjian kita. Aku tetap akan menceraikanmu meskipun kau malam ini tidak tidur denganku. Saat kau sudah siap, datanglah ke ruang kerjaku. Lihatlah dibawah perlengkapan bayimu, disana hadiah sesungguhnya tersimpan. Jalani hidupmu, lupakan aku dan semua yang pernah kau alami di Harem!" tak kuasa lagi menatap wajah istrinya yang penuh kebencian padanya, lazarus membalikkan badan melangkahkan kakinya keluar dari kamar mereka untuk terakhir kalinya.