HAREM Sang PENGUASA

HAREM Sang PENGUASA
KEKALAHAN MARRY


__ADS_3

Lazarus masuk ke dalam ruangannya, segera memanggil Timothy orang kedua kepercayaannya.


"Ya Tuan."


"Kumpulkan semua dokumen-dokumen tentang Vincent dan semua keluarga Marry. Hubungi semua Dewan Direksi. Besok kita akan mengadakan rapat istimewa."


"Baik Tuan."


"Bagaimana Albert? Dia sudah kembali?"


"Belum Tuan."


"Hem, bawa Irene kesini dari rumah rahasiaku. Aku ingin menanyakan tentang keberadaan Vincent. Sepertinya Vincent menyuruh seseorang membawa Evelyn."


"Kenapa Anda yakin itu perbuatan Tuan Vincent?"


"Hanya dia dan Marry yang tau tentang rahasia Michelle, meskipun Irene tau dia ada di dalam kurunganku jadi tidak mungkin dia."


Timothy mengangguk setuju, perkataan Tuannya sangat masuk akal.


Albert kembali dengan tangan kosong, ia bahkan tak mendapatkan petunjuk apapun. Bahkan para penculik David yang masih hidup tak mau membuka mulutnya sama sekali. Mereka hanya mengatakan jika mereka adalah penjahat bayaran dan tak tau siapa yang menyuruh mereka.


Esoknya di Perusahaan Lazarus segera memimpin rapat istimewa tertutup. Semua Dewan Direksi hadir di rapat itu. Kecuali Vincent dan Marry. Marry ditahan di kantor Lazarus saat akan menerobos masuk ke dalam ruang rapat.


Lazarus menatap satu persatu keluarga dari pihak Marry. Ada Paman Marry, kakak lelakinya dan juga sepupunya.


Dulu Lazarus mungkin akan berpura-pura sopan kepada mereka tapi hari ini Lazarus tak akan segan-segan kepada siapapun.

__ADS_1


"Albert, buka rapatnya!"


Albert lalu mulai membahas dokumen tentang kejahatan Vincent dan penggelapan dana Perusahaan yang Vincent lakukan dibantu semua keluarga Marry.


"Kalian semua dipecat, kemasi barang-barang kalian. Jika kalian menolak, aku akan menindaklanjuti tentang penggelapan dana Perusahaan. Saham kalian pun sudah dilimpahkan padaku, kalian sudah tidak punya otoritas apapun lagi di dalam Perusahaan."


Semua keluarga Marry menerimanya, Lazarus sudah menjanjikan pada mereka tidak akan membawa ke jalur hukum jika mereka menurut.


Marry berhasil keluar kantor Lazarus, ia menggendor pintu ruang rapat.


"Lazarus! Buka!"


Lazarus menatap semua orang yang berada disana dengan mata tajamnya. "Ingat, jika kalian masih ingin berada di dalam Perusahaan. Jangan mengikuti jalan salah mereka. Sekarang bubar!"


Seketika satu-persatu keluar dari ruangan, tersisa Marry yang menatap marah pada Lazarus.


Lazarus bersikap santai, ia menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi, menumpuk kedua kakinya dan melipat kedua tangannya di dada.


"Sepertinya kau jujur dengan perkataanmu, kau tidak tau apapum tentang Vincent sekarang."


"Apa maksudmu?!"


"Vincent sekarang sudah berstatus buronan internasional. Dia sedang dikejar pihak Interpol, dia sudah tamat."


"Kau bohong! Anakku tak melakukan kejahatan apapun!"


Saat mendengar Marry mengatakan Vincent tidak melakukan kejahatan. Lazarus menggebrag meja marah.

__ADS_1


"Kau sungguh tak tau malu Marry! Aku sudah tau semuanya tentang penculikanmu pada Angela, juga tentang kau mengirim Angela sebagai Kristine! Semuanya, kau dan putramu itu bahkan dari dulu selalu memata-mataiku dan menyebarkan berita bohong tentangku agar Angela membenciku! Kalian bahkan membunuh anakkku saat dalam kandungan, juga membuat putriku Samantha sakit!"


Marry mundur tak menyangka Lazarus akan mengetahui semuanya. Ia mundur ketakutan, berusaha melarikan diri dari sana tapi Albert menghalanginya.


"Pengawal!" Marry berteriak memanggil pengawal pribadinya. Tapi tak ada jawaban.


Mereka semua sudah dilumpuhkan oleh para pengawal Lazarus.


Marry semakin ketakutan.


Lazarus bangkit dari duduknya, ia berjalan perlahan menatap benci pada Marry.


"Marry! Kau ingin menyerah dan mengakui semua kejahatanmu dan dipenjara atau kau tetap tak mau mengaku. Tapi ingat saat kau tak mengaku, aku lah yang akan menghukummu, aku akan menyiksamu sampai mati! Sekarang Vincent bahkan tak bisa menolongmu!"


"Vincent bahkan melakukan kejahatan ilegal dengan menjual organ-organ manusia! Kau pikir Vincent akan selamat saat tertangkap! Tidak! Dia akan dihukum mati di penjara!"


Marry menggeleng, "Tidak! Lazarus... maafkan aku. Maafkan aku dan Vincent, aku mohon. Demi adikmu Amanda, bagaimana dengannya nanti?"


"Jangan menjadikan Amanda alat untuk bernegosiasi denganku! Aku menyayanginya seperti adik kandungku sendiri! Kau tak pantas menjadi Ibunya! Jika masih ingin hidup Amanda baik-baik saja, bertobatlah!"


"Jangan berpikir untuk meminta tolong pada Ayahku. Ayahku pun takkan bisa menolongmu, dia sudah tau kau lah yang sudah membunuh anak Ibu Sheril bahkan memberikan obat agar Ibu Sheril tak bisa mengandung lagi. Kau tau Ayahku sangat mencintai Ibu Sheril, hanya saja Ayahku selama ini menutup matanya akan perbuatan jahatmu. Tapi saat aku memberikan dokumen kejahatan tentang kegiatan ilegal Vincent, Ayahku sudah menyerahkan semuanya padaku untuk menghukummu dan Vincent!"


Marry ambruk, menangis di lantai menerima kekalahannya.


"Albert! Bawa dia ke kantor polisi! Tapi halangi wartawan jangan sampai tau!"


Albert membawa Marry ke kantor polisi, dengan membawa semua bukti-bukti tentang semua kejahatannya.

__ADS_1


__ADS_2