
Harem, setiap bangunan di dalamnya terpisah bagi para penghuninya. Setiap istri Ayahnya mempunyai bangunan sendiri dilengkapi taman indah dengan air mancur di depan. Di dalam setiap bangunan dilengkapi ruangan tamu, ruangan musik, perpustakaan, ruangan belajar dan ruangan keluarga. Tiga kamar tidur dengan bathroom yang dilengkapi bathtub dan perlengkapan mandi lainnya. Serta kolam renang di belakang bangunan dan kebun bunga kecil.
Istri ketiga ayahnya tinggal di bangunan terpisah, sedangkan istri kedua Ayahnya mendiami bangunan utama yang dulu adalah kediaman Ibunya yang adalah istri pertama.
Lazarus memiliki bangunan sendiri, sama seperti bangunan lainnya semua lengkap di kediamannya. Kediamannya berada di sayap barat, istri ketiga ayahnya berada di sayap timur. Kediaman utama berdiri kokoh dengan megahnya dihimpit kediaman lazarus dan kediaman istri ketiga Ayahnya.
Langkah lazarus terhenti saat melewati ruang tamu, melirik sebentar kepada istri kedua ayahnya, ibu tirinya yang berkuasa. Tidak ingin berbasa basi ia melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja Ayahnya. Setelah sampai disana, terlihat paman peter berdiri di depan pintu menyambutnya.
Paman peter yang melihatnya datang segera mengetuk pintu. "Tuan besar, tuan muda lazarus datang."
"Biarkan dia masuk!" Perintah Ayahnya dari dalam ruangan.
Peter membuka pintu, membiarkan lazarus masuk ke dalam.
__ADS_1
Lazarus menarik nafas dalam, dirinya tau apa yang akan dilakukan Ayahnya, menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Melangkahkan kakinya yang terasa berat ke dalam ruangan kerja ayahnya.
Dugh! prank!
Sebuah asbak melayang mengenai kepala lazarus, jatuh melewati tubuhnya dan pecah berkeping-keping di bawah kaki lazarus.
"Dasar anak tidak berguna! Apa? Bercerai! Mengurusi satu wanita saja tidak becus, tapi kau ingin mewarisi perusahaan! Dasar lemah!" Ayahnya meraung marah, melemparkan satu persatu barang yang ada di meja ke arah lazarus.
Ayahnya menghampirinya, membawa tongkat golf di tangannya. Mengayunkan tongkatnya dengan keras ke tubuh lazarus, sekali memukul tak memuaskannya, sampai ia lakukan berulang-ulang.
Setelah puas Ayahnya membanting tongkat golf-nya, mencari sapu tangan membersihkan tangannya.
"Baik, bercerailah. Mangenai proyek kasino di makau kau mundurlah, biarkan adikmu vincent yang mengambil alih. Kau tidak pantas!"
__ADS_1
Lazarus menahan amarahnya, mencoba menenangkan diri supaya ayahnya cepat merasa puas. Tak apa satu proyek lepas dari tangannya meskipun sudah hampir dua tahun dirinya memegang proyek itu. Dirinya hanya mengkhawatirkan angela, hukuman apa yang menantinya.
"Wanita itu! Istrimu yang berani mengkhianatimu sampai berani mengandung lelaki lain! Kau yang harus menghukumnya, jangan beri ampun seperti aku dulu tidak memberi ampun pada ayahnya. Putrinya mengikuti jejak ayahnya, yang berani membangkang padaku. Dengan congkaknya ayahnya menolak menjual lahan yang akan kujadikan proyekku selanjutnya! Bahhh! Berani sekali pria itu, lihat yang terjadi pada perusahaan dan dirinya! Mati! Sekarang giliran putrinya!"
Tidak! Beban yang dibawanya selama ini karena merahasiakan tentang ayah angela sudah membuatnya merasa bersalah menerima cinta angela. Bahkan dalam pernikahannya dirinya tidak mengharapkan apa-apa, dirinya hanya pasrah menerima saat angela tak mencintainya. Hanya dengan pernikahan lah, dirinya bisa menebus semua kesalahan ayahnya kepada ayah angela. Ia tau dirinya tidak pantas dicintai angela, apalagi saat Angela tau kebenarannya mungkin dia akan semakin membecinya.
"Jangan biarkan istrimu lolos! Biarkan dia sekarat dengan kemiskinan, jangan kau beri dia uang sepersenpun! Buang dia ke jalananan, jika kau tidak ingin melakukannya, aku akan memasukan dia ke penjara, itu semudah membalikkan telapak tanganku!" Ayahnya menjatuhkan boom terakhir.
"Tidak Pah! Aku akan mengurusnya, a-ku akan~"
"Akan apa?! Aku tau watakmu, kau dulu berani melawanku dan menjadikan dia istrimu! Menurutmu aku akan percaya lagi padamu! Aku akan memerintahkan agar dia dipenjara! Membusuk didalam sana menderita dengan bayi haramnya!"
"Aku mohon pah, hukum saja aku lagi. Aku akan menerima hukuman apapun juga asal jangan sakiti angela, aku mohon... "
__ADS_1
Ayahnya terdiam sebentar, memikirkan sesuatu. "Baiklah, setelah resmi bercerai menikahlah dengan putri rekan bisnis papa. Itu akan menguntungkan bagi kita, menikahlah dan biarkan istri barumu nanti melahirkan putramu. Kau masih ingat kan, semua belum berakhir. Perusahaan dan warisan akan menjadi milikmu jika kau mempunyai anak lelaki! Jika tidak adikmu yang akan mewarisi semuanya! Sekarang pergilah! Ambil keputusan, masukkan istrimu ke penjara atau menikahlah kembali!"
Lazarus tertunduk lesu, baru saja dirinya mengatakan hal kejam pada angela jika dirinya akan menikah kembali. Haruskah sekarang dirinya benar-benar melakukannya?