HAREM Sang PENGUASA

HAREM Sang PENGUASA
JANGAN GEGABAH


__ADS_3

Samuel uring-uringan karena setelah kejadian di dalam ruangan kantornya, ia tak bisa menghubungi Ella sama sekali.


"Ella, kemana kamu sayang," Samuel duduk lesu sendirian di Apartemen mereka berdua.


Samuel mencoba menelepon Angela, " Halo, apakah Ella meneleponmu?"


"Iya, tadi Ella menelepon sebentar, dia bilang sedang kesal padamu. Dia bilang bukan kesal karena curiga, karena dia sangat percaya padamu. Tapi dia kesal karena kau sangat bodoh. Apa yang terjadi Sam? Aku bahkan tak mengerti perkataannya, saat aku tanya kenapa, dia malah bilang tidak ada apa-apa. Apa kau berselingkuh?" ucap Angela.


Samuel terkejut, ternyata Ella tidak mencurigainya. Ia semakin kesal pada dirinya sendiri, kenapa masih belum mengenal sifat kekasihnya. Harusnya dirinya tahu Ella bukan tipe wanita berpikiran dangkal, memang benar dirinyalah yang sangat bodoh.


"Angela... Kau pikir aku serendah itu! Kau tau betapa aku sangat mencintainya. Sudahlah, aku tutup teleponnya." Samuel memutuskan sambungan teleponnya.


"Baby, dimana kamu... "


*


Di sebuah ruangan gelap, dua orang wanita masih tak sadarkan diri. Mereka berdua terbaring di lantai dingin dengan kedua tangan dan kakinya yang terikat.


*


Lazarus sedang memeriksa semua Cctv kediamannya di tab nya, semua terlihat aman. Angela sedang bersama Sean dikamar Putranya itu. Ia lalu memeriksa Cctv di Rumah Sakit, putrinya Samantha sedang tertidur lelap. Tadi siang dirinya sudah menjadwalkan operasinya dengan putrinya bersama Theo.


"Tuan," Albert mendekati Lazarus.

__ADS_1


"Hm."


Albert menekuk kedua kakinya, bersujud di hadapan Lazarus.


Lazarus menaruh tab di tangannya ke atas meja, mengerutkan dahinya. "Apa yang kau lakukan?"


Albert mengangkat wajahnya, "Saya ingin mengakui sesuatu Tuan. Setelah Anda mendengarnya, saya akan menerima semua hukuman dari Anda."


Lazarus terdiam, menatap wajah Albert yang tersirat sebuah tekad yang kuat.


"Bicaralah."


Albert menarik nafas, membuangnya perlahan.


"Lima tahun lalu saat saya mendapatkan kabar tentang Nyonya Angela yang akan melahirkan, saya juga mendapatkan informasi dari Tuan Peter jika Nyonya berada dalam bahaya. Nyonya Marry dan Tuan Vincent sedang menuju ke tempat Nyonya Angela. Tapi saat itu saya tidak mengatakannya pada Anda dan membawa Anda langsung untuk ke Rumah Sakit. Sampai akhirnya saat kita sampai semua sudah terlambat, Nyonya Angela sudah tidak ada dan semua anak buah kita meninggal termasuk Ibu susu Anda. Beban ini saya sudah tak sanggup lagi menanggungnya Tuan, saya mohon maafkan saya dan hukumlah saya." Albert mengingat semua para anak buahnya yang telah mati dibunuh.


Lazarus terdiam lama, tapi akhirnya dia angkat bicara.


"Aku sudah tau semua, aku menginterogasi semuanya termasuk Paman Peter. Saat itu dia mengatakan jika dia sudah mengatakan rencana jahat Marry dan Vincent dan mencoba mengatakannya padaku tapi dia bertemu denganmu dan menitipkan pesannya untukku, tapi kau tak pernah mengatakannya padaku. Sejak hari itu aku mencurigaimu dan menyuruh seseorang mengawasimu. Aku juga tau siapa di belakangmu, tapi melihat kesetiaanmu selama ini dan merasa kau masih setia padaku, aku sudah memaafkanmu. Aku memberikanmu banyak kesempatan lagi Albert, dan sekarang dengan kau mengakui semuanya. Aku tau kau benar-benar masih setia padaku."


Albert tak menyangka Tuannya sudah mengetahui semuanya dan masih tak berbuat apapun padanya. Ia semakin benar-benar tak bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Aku sudah lama memaafkanmu, aku juga tau kau masih menuruti keinginan Ibu angkatmu, Ibu Sheril. Tapi aku juga tau, kamu sudah lama tidak pernah lagi memihaknya dan hanya memberikan informasi yang tak penting padanya. Sekarang pergilah temui Ibumu, katakan padanya aku tau semua perbuatannya tapi aku takkan berbuat apapun padanya. Aku tau dan mengerti, dia juga adalah korban kebiadaban Marry."

__ADS_1


Albert menangis, ternyata Tuannya begitu berhati besar. Ia merasa malu pada dirinya, melihat penderitaan Tuannya selama bertahun-tahun tapi dirinya malah pernah mengkhianatinya.


"Terimakasih Tuan. Seumur hidup, saya tidak akan melupakan kebaikan Anda."


"Katakan juga pada Ibumu, Marry pasti akan mendapatkan akibat dari semua perbuatannya. Serahkan urusan Marry padaku, bilang pada Ibumu tinggalkan Harem dan hiduplah dengan bebas diluar sana. Lupakan semua yang terjadi padanya di Harem, jalani hidupnya dengan baik. Kau juga pergilah dengannya, jaga Ibumu dengan baik. Berikan kasih sayang yang tidak dia dapatkan dari anak yang tidak bisa dikandungnya. Aku akan mengurus kehidupan kalian diluar sana, kau dan Ibumu tidak akan kekurangan apapun. Saat urusan Vincent selesai, pergilah."


Albert hanya menunduk, benar-benar merasa malu dan menyesal akan perbuatannya.


Ponsel Lazarus di atas meja bergetar, ia tak mengenal ID si penelepon, tapi ia tetap mengangkatnya.


"Aku mengirimkan sebuah Video, bukalah." Terdengar sebuah suara yang disamarkan, kemudian sambungan terputus.


Lazarus menekan video yang dimaksud, seketika matanya menyala marah.


"Albert, segera siapakan anak buah kita. Lengkapi dengan senjata. Aku kirimkan video ke ponselmu, lacak tempatnya dan rencanakan dengan matang sebelum kita pergi kesana."


Albert sedikit kaget, tapi saat video masuk ke ponselnya seketika ia mengerti dan langsung pergi keluar untuk menyiapkan semuanya.


Lazarus mengirim video itu juga ke ponsel Samuel, tak lama Samuel meneleponnya. "Kemarilah, kita selamatkan mereka sama-sama. Jangan gegabah, Vincent kabur dari kejaran Interpol. Kamu periksa dulu situasi saudara tirimu Lucas. Kita sama-sama tau mereka berdua bekerjasama." Ucap Lazarus pada Samuel.


Samuel dengan cepat menelepon beberapa antek-antek temannya. Mencari informasi keberadaan Lucas, ia dan Lazarus sudah sejak lama mengetahui info tentang Lucas yang adalah seorang Mafia. Mereka berdua juga tau, Lucas juga sering bekerjasama dengan Vincent.


Tak berapa lama, temannya memberikan informasi. "Aku melihat Lucas dan anak buahnya sekitar 8 mobil pergi dari kediaman markasnya. Sekarang aku masih menyusuri semua Cctv di sepanjang jalan yang dilewati mereka."

__ADS_1


"Baik, terimakasih. Ini tentang kekasihku, aku mohon padamu jika ada kabar terbaru cepat hubungi aku," pinta Samuel.


"Ok." Jawab temannya.


__ADS_2