HAREM Sang PENGUASA

HAREM Sang PENGUASA
SANG ADIK VS CINTANYA + VISUAL PARA TOKOH


__ADS_3

SUMBER VISUAL PINTEREST


Author : Jika ada kesamaan gambar dan nama tokoh dengan Novel lain, harap maklum ya. Saya kadang tidak memperhatikannya jadi tidak tau 🙏😍 Jika tidak suka Visualnya komen ya nanti cari lagi kalau bisa 🤭💕


LAZARUS






ANGELA





KEMBAR SEAN & SAMANTHA



MICHELLE



IRENE



AMANDA

__ADS_1



VINCENT



***


**Michelle membanting setiap barang di kamarnya, Berta asisten pribadinya hanya berdiam diri membiarkan Nyonya-nya berbuat semaunya.


"Lazarus! Aku membencimu! Kesalahanku dulu dibutakan cintaku padamu sampai melupakan siapa dirimu! Kau memang pria dingin! Seburuk apapun aku kau lebih buruk dariku! Tunggu pembalasanku saat waktunya tiba!" Gumamnya.


Para pelayan mendengar semua keributan di dalam kamar Nyonya mereka, tapi tak ada yang berani mendekat.


Berta asistennya maju mendekati tubuh Michelle yang tergeletak menyedihkan. " Nyonya, Anda akan sakit kalau terus begini. Bagaimana kalau pindah dulu ke rumah Ayah Anda. Bukankah sebentar lagi ulang tahunnya?" Berta menyarankan.


Michelle masih terdiam, akhirnya membuat keputusan menuruti saran Berta.


Michelle tak menunggu lama, segera membawa beberapa barang pribadinya dan sebuah koper, pergi meninggalkan kediaman Lazarus.


Setelah Michelle pergi para pelayan sibuk membersihkan kekacuan di kamarnya.


"Hm, kau benar Albert. Pindahkan kamar Angela di sebelah ruang kerjaku. Jika ada yang bertanya bilang agar dia leluasa menjaga Sean."


"Baik Tuan."


Albert berdiri masih ingin mengatakan sesuatu. "Tuan, Nona Amanda sudah pulang semalam. Nyonya besar kedua ingin mengadakan pesta untuk penyambutan kepulangannya."


Lazarus menatap dokumen tanpa membacanya, selama ini dirinya belum bisa membalas Ibu tirinya karena Amanda, adik tersayangnya. Adik tirinya tapi sejak dia kecil sangat lengket padanya. Satu-satunya keluarga yang ia sayangi sebelum bertemu Angela.


Lazarus menghebuskan nafas beratnya, jika melawan Vincent dirinya masih bisa tak berperasaan. Tapi menghadapi Ibu tirinya, ia harus berhati-hati bukan untuk Ibu tirinya tapi demi Amanda.


Lazarus mengenyahkan pikirannya sementara tak ingin memikirkannya.


"Kita langsung berangkat ke Perusahaan sekarang, aku sedang tak ingin sarapan." Ucap Lazarus seraya berjalan keluar ruang kerjanya.

__ADS_1


Lazarus berjalan sambil memeriksa restoran untuk mengajak Angela makan malam diluar, tiba-tiba suara ceria seorang gadis berusia 18 tahun yang dikenalinya mengagetkannya.


"Aku pulang! Aku merindukanmu!" Amanda berteriak seraya berlari mendekati Lazarus, seketika langsung memeluknya.


Lazarus menahan tubuh adik perempuannya dengan kedua tangan agar tidak terjatuh, tapi tidak membalas pelukannya. "Amanda, kau sudah besar kenapa masih memelukku seperti anak kecil. Lepaskan pelukannmu!"


"No! Bagiku kamu masih seperti dulu dan aku masih tetap kesayanganmu kan? Aku tak mau melepaskan tanganku, sebelum kamu balas memelukku!" Amanda masih bergrlayut manja di tubuh Lazarus.


Prank!


Seketika suara pecahan barang menganggu pertemuan antara kedua bersaudara itu.


Tatapan Lazarus menyorot Angela yang berada tak jauh darinya.


Angela tak sengaja menyenggol Vas guci karena matanya terlalu fokus melihat Lazarus berpelukan dengan wanita. "Tuan maaf, saya tidak sengaja." Menundukkan kepalanya meminta maaf.


"Gucinya pecah, kau tau itu kesayangan Kak Michelle... kau pelayan! Dimana kau taruh matamu!?" Ucap Amanda mendekati Angela sambil memarahinya.


Lazarus mencoba mencegahnya, ia ingin mengatakan sesuatu tapi didaluhui oleh perkataan Angela.


"Maaf Nona, saya berjanji akan menggantinya. Mata saya sudah dari lahir ada di wajah saya. Apakah mata Anda tidak ada di wajah Anda?" Balas Angela dengan wajah berpura-pura lugu.


Amanda melebarkan kedua matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan seorang pelayan padanya, ia tak bisa berkata-kata. "Kau! Kau berani! Lihat saja!" Geramnya.


Lazarus tak bisa menahan senyumnya mendengar jawaban Angela, ternyata dia benar-benar bukan wanita lemah seperti saat dinikahinya. Tapi dirinya sudah tak merasa kaget lagi karena saat terakhir mereka menjadi suami istri, Angela mengeluarkan sifat pemberaninya seperti sekarang.


Lazarus tak ingin Amanda berdebat dengan Angela, segera berjalan mendekati mereka berdua. "Sudah! Ayo pergi! Aku akan membawamu makan enak di restoran kesukaanmu. Sudah, jangan marah lagi. Kecantikanmu akan hilang." merayu adik tirinya.


Lazarus mencoba menengahi tanpa dirinya tau Angela salah mengartikan perkataanya.


Amanda masih ingin melanjutkan, tapi Lazarus memeluk tubuhnya lembut seraya menariknya berjalan pergi dari hadapan Angela.


Saat keduanya sudah tak terlihat dari pandangannya, Angela merutuk kesal. "Lihatlah si buaya itu, baru saja kemarin dia memelukku! Hari ini dia sudah memeluk wanita lain! Huh! Untung saja aku tidak berharap apapun padanya!" Kesalnya, tapi hatinya terbakar api cemburu.


***Jangan lupa tinggalkan jejak sayang, LIKE & KOMEN, SANGAT BERHARGA BUAT AUTHOR 🙏😍

__ADS_1


YUK! Yang lupa like kembali ke atas TAP sampai JEMPOL BERUBAH MERAH atau BIRU 😍😍😍


SESEKALI KOMEN BOLEH YA ❤️***


__ADS_2