HAREM Sang PENGUASA

HAREM Sang PENGUASA
KEBENARAN 2


__ADS_3

Angela semakin gugup ditinggal berdua dengan Samuel. "Kalau begitu saya juga permisi," mencoba kabur dari Samuel.


Tapi sayang, lengannya dicengkram Samuel, ia ditarik pergi dari sana.


Samuel menarik tangan Angela tanpa menarik perhatian orang-orang. Ia berjalan santai melewati para tamu, sampai akhirnya tiba ditempat yang jauh dari para tamu. Menempatkan tubuh mereka berdua ke pojok, tempat tidak ada seorangpun bisa melihat mereka.


"Angela," ucap Samuel seraya melepaskan pegangannya pada lengan Angela.


Angela terhenyak, benar saja Samuel mengenalinya. "Samuel! Kau mengenaliku?" Angela masih tak percaya.


"Bukan aku, tapi Lazarus yang mengenalimu. Sampai kapan kau akan bersembunyi dari kami? Lihatlah! Aku sudah bukan Samuel yang dulu! Kali ini percayalah padaku dan Ella juga Lazarus. Kau tidak sendiri." Kata Samuel.


"Jadi memang benar seperti perkiraanku. Lazarus sudah mengenaliku. Tapi aku membencinya Samuel, karena dia hidupku hancur!" Angela marah.


"Itu memang benar, perhitungan Lazarus yang salah. Cara dia melindungimu dan mencintaimu juga salah tapi cintanya padamu tidak pernah salah, Angela. Lazarus sangat mencintaimu, berikan dia kesempatan agar bisa memperbaiki semuanya." Samuel membujuknya.


"Cinta katamu! Lazarus tidak pernah mencintaiku. Kau tau sendiri perlakuannya kepadaku!"


"Itu bukan dia yang sebenarnya, dengarkan aku bicara Angela! Kehidupan Lazarus selama ini tidak seperti yang kita bayangkan." Ucap Samuel kemudian mulai menceritakan kebenaran tentang Lazarus.


Angela menggeleng, tidak mempercayai perkataan Samuel. "Kau bohong! Kau bohong!"


"Lihat aku Angela! Aku masih Samuel sahabatmu, kau juga bilang aku sudah seperti saudaramu. Apakah kau tidak mempercayaiku?"


Tubuh Angela lunglai, Samuel menahannya. "Kau baik-baik saja?" Tanya Samuel.

__ADS_1


"Meskipun begitu, aku tetap harus melakukannya. Putraku ada dalam genggaman mereka. Maaf Samuel, aku harus pergi sekarang," racau Angela teringat dokumen yang diminta Vincent agar bisa menukar dengan putranya.


Angela dengan langkah cepat meninggalkan Samuel menuju ruangan Lazarus. Tadi dirinya melihat Lazarus sudah datang ke Pesta tapi pergi dengan pengurus rumah ayahnya, Ia harus cepat.


Angela menghentikan langkahnya, ia merasa aneh melihat situasinya. Biasanya ada seorang penjaga di depan pintu ruangan Lazarus tapi sekarang tidak ada seorang pun disana. Ia tak ingin berpikir lama, dengan cepat memasukkan kunci ruangan yang ia punya tapi pintu sudah terbuka tidak terkunci.


Firasatnya mengatakan ada yang tidak beres, tapi resiko dan bahaya apapun akan diambilnya demi putranya.


Angela masuk ke dalam ruangan, mendekati brangkas di belakang lukisan. Ia mengangkat lukisan dan menaruhnya di bawah diatas lantai.


Angela tak mengetahui jika gerak-geriknya sekarang sedang disaksikan Lazarus lewat Cctv di Tab-nya.


Setelah brangkas terlihat, Angela mulai mengotak ngatik kode kunci. Dimulai tanggal lahir Ibu kandung Lazarus, Ayahnya, tanggal lahir Lazarus sendiri sampai tanggal lahir istrinya Michelle dan Putranya Sean tapi tidak ada yang cocok.


Angela terganggu dengan pikirannya, tidak mungkin tanggal lahir dirinya kan?


Angela menatap tak percaya, dengan cepat ia mencari dokumen yang diminta Vincent. Tapi saat ia mengambilnya, tak sengaja sudut matanya melihat sebuah dokumen medis.


Penasaran ia menariknya, membukanya dan isinya membuatnya menjatuhkan kertas kertas di tangannya. Seketika tubuhnya ambruk ke lantai, "Lazarus sakit... "


Angela mengambil kembali kertas laporan medis yang berserakan di lantai dan membacanya kembali, tepat saat itu lah Lazarus datang padanya.


Lazarus lupa berkas riwayat medis dirinya saat koma di makau dulu ia taruh di brangkas, saat melihat dari Tab-nya Angela mengambilnya, dengan cepat ia berlari. Tapi sayang sepertinya Angela sudah membaca semuanya.


"Lazarus... apa ini? Kau tertembak di makau sampai koma? Disini tertulis tanggal kejadian, saat itu aku disini sedang keguguran dan hampir kehilangan nyawaku juga? Apa semua ini? Ak--" Angela tak kuat menahan tangisnya.

__ADS_1


Lazarus dengan cepat memeluk Angela, "Sayang, maafkan aku. Selama ini aku terlalu banyak berbohong padamu. Aku benar-benar tidak ingin kamu terluka. Dari awal aku sangat mencintaimu... " Lazarus mengelus lembut rambutnya, menciuminya.


Angela terus menangis, tangannya mencengkram lengan Lazarus. "Kenapa? Bahkan kau sudah tau ini aku, tapi kau masih bersandiwara. Dulu saat akan bercerai, aku membuka hatiku untukmu. Tapi kau menyangkal mencintaiku, Lazarus. Kenapa semua ini terjadi pada kita?!"


"Sshh... jangan menangis. Semua demi kamu, demi kita. Tapi aku yang salah, ke-arogananku yang membuatku berpikir semua bisa kulakukan, malah membuat semuanya berantakan. Aku terlalu percaya diri bisa melindungimu dari mereka, tapi aku malah kehilanganmu. Maafkan aku... sayang."


Angela semakin keras menangis, ia teringat putranya. "Aku mengambil dokumen ini untuk ditukar dengan putra kita. Putra kita Lazarus, mereka mengambilnya." Kata Angela disela isak tangisnya.


"Putra Anda ada disini Nyonya," terdengar Albert bicara.


Sontak Angela mengangkat wajahnya dari pelukan Lazarus. Terkejut melihat di depannya ada wajah-wajah yang ia kenal.


Samuel dan Ella sedang tersenyum padanya, menggandeng tangan Sean.


"Putraku?" Angela melihat mereka semua.


"Putra kita, Sean." Lazarus yang memberikan jawaban.


Angela masih tak mengerti, Lazarus merangkul berdiri tubuh Angela dari lantai, membantunya berjalan mendekati Sean.


"Sean anak kita, salah satu anak kembar kita. Samantha dan Sean."


Angela menatap Lazarus tak percaya, dia sudah mengetahui semuanya.


"Benarkah dia anak kita? Tapi... "

__ADS_1


"Percayalah sayang... " Lazarus meyakinkannya.


Angela dengan cepat memeluk Sean, menangis haru penuh bahagia. Ella ikut bahagia, tak bisa menahannya ia ikut berpelukan bersama Angela, menangis bersama.


__ADS_2