HAREM Sang PENGUASA

HAREM Sang PENGUASA
BAB 6


__ADS_3

Akhirnya mereka berhasil masuk ke dalam mobil, masih terengah engah mengatur irama nafas. Samuel mangambil dua botol air minum yang sudah tersedia di dalam mobilnya, membuka tutup botol menyodorkannya pada Angela.


"Thanks," ucap Angela sembari meneguk perlahan agar tidak tersedak.


Samuel membuka satu lagi tutup botol, langsung meminumnya dengan cepat. Kejadian barusan benar- benar membuatnya mulut dan kerongkongannya terasa kering.


"Hei perlahan! Kau akan tersedak nanti," angela yang sudah selesai minum mengingatkan samuel.


Samuel berpura-pura tak mendengarnya, ia dengan cepat meneguk sampai habis air botol itu. "Ahhh ... segernya. Spot jantung untuk hari ini memang luar biasa, padahal sudah terbiasa melakukan pekerja yang memacu adrenalin tetap saja kejadian barusan yang paling gila!".


"Hahaha ... kamu salah Sam, yang lebih menantang lagi adalah hasil akhir dari pekerjaanmu dalam rencana kita. Aku benar-benar ingin berhasil sesuai rencana. Ok!" semangat Angela kembali.


"Sudah, jangan terlalu bersemangat. Aku hanya bisa membantu semampuku, tapi keberhasilan belum tentu." samuel tidak ingin memberi harapan palsu pada Angela.


"Sudahlah, ayo pergi." Angela hanya tidak ingin kehilangan harapannya.


Samuel segera melajukan mobilnya, menginjak pedal gas dengan kecepatan sedikit diatas rata-rata. Sesekali melirik kaca spion depan dan kaca spion samping. Dirasa aman tapi dirinya tidak ingin kecolongan.


Sekitar duapuluh menit Samuel menghentikan mobilnya di rest area. Mereka turun dari mobil, berjalan ke arah toilet untuk mengganti lebih dulu pakaian mereka berdua. Setelah selesai, Angela dengan dress cantiknya lagi dan samuel rapi dengan berpakaian laki-laki, memakai atas kemeja putih lengan panjang digulung sampai siku, bagian dada dua kancing dia biarkan terbuka.


"Uwow, Samuel yang aku kenal telah kembali. So hot ... andaikan dulu aku menerimamu. Ckkkk," goda Angela sembari mengerlingkan sebelah matanya.


"Maaf nona, benar kata pepatah. Penyesalan selalu datang belakangan. Kalaupun sekarang kau memohon, aku tak akan sudi menerimamu. Cam kan itu ladies," Samuel membalas candaan Angela. Mereka berdua tertawa kompak.


"Yo, kita sudah terlalu lama disini," ajak Samuel ketika memeriksa jam tangannya.

__ADS_1


"Ok".


Melanjutkan perjalanan menuju hotel yang sebelumnya sudah Samuel booking. Disana sudah menunggu teman Angela satu lagi, Ella yang sekarang sedang dekat dengan samuel.


Turun dari mobil, sekali lagi memeriksa sekeliling. Masuk ke dalam hotel, segera masuk ke dalam lift naik ke lantai 8. Kartu kunci kamar hotel sudah Ella ambil lebih dulu, dia yang mempersiapkan semuanya. Ketika sampai dikamar 803, Samuel mengetuk pintu dengan ketukan empat kali ketuk berirama, itu adalah kode mereka semua saat bermain bersama dulu waktu kuliah.


Tok tok tok tok ...


Menunggu sebentar, tak berapa lama pintu kamar hotel terbuka sedikit. Wajah cantik Ella menyembul dari balik pintu dalam kamar.


Angela tersenyum, Ella membuka pintu lebih lebar. Angela berjalan masuk lebih dulu, Ella dan Angela berpelukan dan berjingkrak jingkrang kegirangan. Mereka berdua lebih akrab dibandingkan Angela dengan Shella.


"Woaahhh, gue kangen Jell. Loe sehabis married susah banget ditemuin. Gila emang itu s lazarus, pengen gue tendang s3langkangannya sampe burungnya mampus sekalian!" Greget Ella, tangan dan kakinya memperagakam celotehan yang barusan keluar dari mulutnya. Menendang udara dengan kaki jenjangnya.


Samuel bergidik ngeri melihat wanita yang dicintainya begitu brutal, kedua tangannya turun ke bawah menutupi area s3langkangannya dengan kedua tangan.


Ella adalah wanita berpikiran bebas, berpakaian seksi, memakai dress mini dengan atasan yang sangat terbuka memperlihatkan sebagian gunung kembarnya yang berukuran besar.


Ella Berjalan perlahan menghampiri Samuel, ia menatap dalam mata Samuel, menggigit bibir bawahnya dengan sengaja. Ia sampai di depan kekasihnya, jari telunjuknya ia masukkan ke dalam mulutnya sendiri. Memasukan dan mengeluarkan jarinya berulang ulang membuat saliva Samuel terus bergerak.


Samuel tak sanggup lagi menahan godaan kekasihnya, dirinya sudah tak ingat sedang apa. Tak ingat lagi sedang berada dimana, keadaan sekelilingnya tertutup sudah oleh nafsunya. Sebelah tangannya menarik tubuh sintal Ella ke dalam pelukannya, memainkan jari di bibir seksi kekasihnya.


Tepat saat samuel ingin menciumnya, deheman Angela membubarkan fantasi liarnya.


"Kalian minta aku bunuh. Baiklah sebelum aku membunuh lazarus, kalian akan ku bunuh lebih dulu," Angela memutar pupil matanya ke atas, menepuk dadanya sendiri menahan sebal.

__ADS_1


"Hei ... kau lihat siapa yang lebih dulu nakal, temanmu ini memang lihai menggodaku. Sampai aku bisa mati jika dia meninggalkanku," wajah samuel sekarang berwajah polos, berpura pura menjadi seorang korban.


"Hei, siapa dulu yang mengejar-ngejar Angela sampai mogok makan selama 3hari. Sekarat sampai di infus saking cintanya kamu sama dia, cih," cibir Ella bercanda meledek sang kekasih.


"Kalian berdua diam, waktuku tidak banyak. Nanti setelah urusanku selesai, kalian boleh bercinta disini sampai setengah mati!" Angela menyindir mereka, bibirnya menyeringai.


Samuel menghela nafas berat, menekan rasa sakit karna harus menahan hasratnya. Bagian bawahnya sudah berdiri tegak akibat godaan kekasihnya.


"Aku ke kamar mandi sebentar, butuh mandi air es. Ada rubah betina licik penggoda yang tidak bertanggung jawab, huh!," gerutu samuel melengos ke kamar mandi.


Angela dan Ella tertawa lagi, keisengan Ella dari dulu Angela sudah tau. Tapi dia tak menyangka Samuel akan bertekuk lutut padanya.


"Jell, periksa dulu semuanya. Jika masih ada yang kurang, ntar gue perbaiki." ucap Ella.


Angela berkeliling ruangan kamar, memeriksa ranjang kasur. Di atas kasur bertebaran kelopak mawar-mawar merah, di meja samping ranjang kasur ada sebuah botol wine beserta dua gelasnya. Lilin-lilin dinyalakan meskipun masih sedikit agak terang diluar. Dirasa puas, Ia berjalan ke sudut ruangan. Ia lihat ada kamera yang sudah disiapkan, baju tidur seksi sudah tergantung rapi di lemari.


Angela mengangguk puas dan terseyum. " Terima kasih El, maaf aku harus melakukakan sandiwara ini dengan samuel".


"Ayolah, loe kira gue akan melepaskan s brengsek lazarus. Apapun dan kapanpun jika ada apa-apa, loe harus andelin gue. Ok!" jawab Ella.


"Ya. Kau tau aku menyayangi kalian semua."


*


*

__ADS_1


*


-------‐‐‐-----------Bersambung


__ADS_2