
Saat Lazarus akan berjalan mendekati Sean dan Angela, tiba-tiba David mencekal lengannya.
"Maaf Tuan, aku lupa mengatakan sesuatu."
"Katakanlah."
David merendahkan suaranya agar tidak ada yang bisa mendengarnya selain mereka berdua.
"Beberapa kali Michelle bertelepon dengan orang yang bernama Elisa yang berada disini dan berhati-hatilah dengan Berta asisten Michelle. Terakhir kali Michelle bertemu denganku sebelum kematiannya, asistennya tidak ikut. Padahal biasanya dia selalu berada di samping Michelle, saya hanya merasa sedikit aneh."
Lazarus mengangguk, "Terimakasih. Aku menghargainya. David, ini simpan nomer ponselku jika sewaktu-waktu kau membutuhkan jangan ragu untuk menghubungiku."
David mengambil kartu nama khusus dari Lazarus dan menyimpannya.
Lazarus kemudian berjalan ke arah Sean dan menggandeng tangannya. "Ayo."
Sean mengikuti Ayahnya pergi tapi ia terus mencuri pandang ke arah Evelyn.
__ADS_1
Evelyn tersenyum seraya melambaikan tangannya pada Sean.
Sean akhirnya memberanikan diri membalas lambaian tangan Evelyn.
Angela hanya tersenyum gemas melihat interaksi Putranya dengan Evelyn, putranya ternyata begitu manis.
Semua proses pemakaman akhirnya selesai, semua yang datang untuk mengucapkan perpisahan pada Michelle pergi satu-persatu.
Kecuali keluarga Michelle, Rose Ibu Michelle dan Ayah Michelle Jeremy serta kakak-kakak lelaki Michelle. Mereka sengaja tinggal di kediaman Utama untuk bicara dengan Abraham dan Lazarus.
Semua orang yang ada di ruang keluarga duduk di sofa dan tenggelam dalam pikiran dan amarah mereka masing-masing. Kecuali Abraham yang duduk di kursi rodanya dengan wajah datarnya.
"Ayah mertua... aku sekali lagi ingin meminta maaf kepada Anda dan semua keluarga Michelle. Aku sebagai suami tak bisa melindunginya." Lazarus merendah, dia tak ingin bicara yang tak seharusnya.
"Bah! Kau masih berani minta maaf padaku! Dulu aku menikahkan putriku bukan hanya karena kau putra Abraham tapi juga karena putriku meminta dinikahkan denganmu karena Michelle bilang dia sangat menyukaimu. Aku bahkan lebih menyayangimu dan selalu membanggakanmu dibandingkan semua Putraku. Tapi lihat yang kau lakukan pada putriku satu-satunya!" Jeremy berdiri sembari menunjuk-nunjuk Lazarus.
"Saat tau kau membawa wanita lain dan bahkan mempunyai anak haram darinya, aku masih bisa menerimanya karena Michelle bilang itu adalah permintaannya agar membawanya ke rumah kalian, dia bilang dia belum bisa memberikan seorang putra yang diinginkan Ayahmu!"
__ADS_1
Jeremy berjalan arah Berta, dia mengambil map yang berisi foto-foto akhir-akhir ini tentang kebersamaan Lazarus dan Kristine yang sering menghabiskan waktu bersama bahkan setiap malam Lazarus berada dalam kamar Kristine.
"Lihatlah kelakuanmu! Kau bahkan masih bermain dengan seorang pelayan dan Berta bilang saat Michelle memintamu jangan bersama wanita pelayan itu, kau malah mengusir Michelle!" Jeremy mengamuk , melemparkan isi dalam map ke meja membuat isinya berhamburan.
Lazarus sudah menduga ini akan terjadi, tapi ia tidak tega jika membongkar tentang rahasia Michelle. Memikirkan Evelyn yang masih kecil dan keselamatannya membuatnya menutup mulutnya tentang rahasia Michelle. Jeremy adalah tipe seorang pria seperti Abraham Ayahnya, yang tidak bisa menoleransi jika nama keluarganya tercoreng.
"Bagaimana kau akan mempertanggung jawabkan kematian Putriku. Berta bahkan bilang Michelle depresi dan berniat bunuh diri. Bahkan mungkin kecelakaan mobilnya, kau yang merekayasanya agar bisa menyingkirkan putriku! Berta bilang Michelle menolak bercerai, jadi kau pasti merencanakan membunuh putriku!"
Abraham masih diam mendengarkan mantan besannya bicara.
Sedangkan Lazarus akhirnya menjawab tuduhan mantan mertuanya itu.
"Ayah mertua, aku mengakui perselingkuhanku. Aku juga mengakui ingin menceraikan Michelle tapi selebihnya tentang semua tuduhanmu padaku adalah salah. Semua tuduhan itu kau harus membuktikannya, apalagi tentang kecelakaan yang menimpa Michelle. Buktikan semua itu, maka aku tidak akan mengelaknya."
Dada Jeremy kembang kempis menahan amarah, begitu juga kakak-kakak lelaki Michelle. Rose Ibu Michelle hanya tertunduk menangisi putri kesayangan satu-satunya.
Albert ingin maju untuk membela Tuannya dan akan mengatakan jika Michelle juga mengkhianati Tuannya. Tapi Lazarus tau dan menggeleng, menghentikan tindakannya.
__ADS_1
"Jika sudah selesai, aku pergi. Jika kalian ingin menuduhku, bawa buktinya ke hadapanku. Aku masih akan menghormati kalian sebagai keluarga Michelle."
Kemudian Lazarus pergi dari ruangan itu, meninggalkan semua orang yang masih memendam amarah mereka kepadanya.