HAREM Sang PENGUASA

HAREM Sang PENGUASA
BAB 13


__ADS_3

Pagi itu Angela terbangun dari mimpi buruknya, mencengkram jantungnya merasa kesakitan, seketika perasaannya gelisah. Dirinya teringat kembali pertengkarannya dengan lazarus kemarin, juga tentang perceraiannya.


"Semuanya akan baik-baik saja angela, tenanglah," menguatkan dirinya sendiri.


Tok tok tok...


"Ya. Masuklah"


Pintu terbuka, Greta berjalan masuk membawa sarapan dikedua tangannya. Diatas piring tersedia susu dan roti blueberry panggang kesukaannya. Semenjak dirinya menikah dan masuk ke dalam harem, sebenarnya dirinya merasa sangat aneh. Setiap barang-barang dari hal terkecil apapun itu semua adalah kesukaannya. Warna gorden, warna sofa, tas-tas serta pakaian di lemarinya semua adalah favoritnya bahkan semua masakan yang dihidangkan adalah kesukaannya.


Di awal pernikahan sebenarnya sikap lazarus sedikit hangat padanya, sesekali menyelimuti dirinya saat lazarus menyangka dirinya sudah tertidur lelap. Terkadang saat dirinya sedang membaca buku duduk di bangku taman, merasa ada seseorang yang sedang memperhatikannya.


Tapi semua perasaan aneh itu tertutup oleh perlakuan cuek lazarus padanya, apalagi sikap dinginnya mulai terasa setelah dirinya mengalami keguguran. Lazarus sudah jarang memasuki kamar tidur mereka, jarang menyentuhnya. Sehari-harinya lazarus menghabiskan waktunya diluar sana, pulang larut malam dan tidak keluar sampai pagi dari ruang kerjanya. Bahkan terkadang lazarus pulang dengan mabuk dan berteriak marah entah kepada siapa.

__ADS_1


Perilaku dinginnya pernah sangat menyakiti hatinya, pernah suatu kali saat di meja makan lazarus membanting sendok, dia bilang makan dengan dirinya tak membuatnya bernafsu makan. Membuat hatinya yang tak mencintai lazarus semakin tak menyukainya.


"Nyonya, tuan bilang sarapan anda harus dihabiskan. Tuan juga menyuruh anda berpakaian bagus hari ini, tuan akan mengajak anda keluar rumah," perkataan greta menarik kembali pikirannya dari lamunan.


"Ya, bilang padanya aku akan menurutinya tuk terakhir kalinya. Juga bilang padanya semua urusan yang belum selesai, sebaiknya cepat selesaikan maka itu akan lebih baik."


Greta mengiyakan, ia mengangguk membemberi hormat lalu berbalik badan pergi dari sana.


Sepergi greta, Angela mulai menikmati sarapannya. Untung saja gejala morning sickness-nya tidak muncul. "Kenapa saat semuanya hampir selesai, perasaanku tak tenang. Seperti ada sesuatu yang telah aku lewatkan mengenai lazarus," lamun angela sambil memasukkan potongan roti ke dalam mulutnya.


Selesai sarapan, Angela bergegas membersihkan dirinya. Ia memilih memakai gaun panjang sampai tumit dan berlengan pendek dengan renda. Gaunnya berwarna putih tulang, salah satu warna favoritnya. Rambut bergelombang panjang coklat kemerahan ia biarkan terurai, mengelilingi wajah mungilnya.


Dirinya memakai riasan wajah natural, tak menyukai riasan tebal atau yang terlihat mewah, ditambah sebuah kalung berlian di lehernya hadiah perayaan pernikahan pertama mereka. Dirinya akan menepati janjinya, memperlakukan lazarus dengan tulus sehari saja.

__ADS_1


Setelah merasa cukup puas dengan tampilannya hari ini, sebelum keluar ia sekali lagi memperhatikan dirinya dipantulan cermin. Mencoba tersenyum tulus dan bahagia, mencoba sekali tidak mudah, ketiga kalinya akhirnya dirinya berhasil. Sambil mempertahankan senyuman bahagianya, ia berjalan keluar kamarnya.


Angela berjalan melewati lorong, terus melangkah hingga sampai di diundakan tangga atas, menatap ke bawah tangga disana lazarus sudah menunggunya.


Angela melanjutkan langkahnya, menuruni satu persatu anak tangga dengan perasaan yang campur aduk. Masih tetap mempertahankan senyuman bahagianya, mencoba menutupi perasaan gugupnya.


Mendengar suara ketukan langkah kaki dari atas, lazarus mendongak ke arah atas tangga. Kedua manik mata lazarus disuguhkan pemandangan indah, seorang bidadari turun menghampirinya seperti waktu dirinya melihat Angela di acara pesta.


Sekarang Angela terlihat seperti hari itu, dengan gaun putihnya serta rambut indahnya yang tergerai dengan senyuman merekah dibibir indahnya. Lazarus tak kuasa menahan senyumnya, matanya berkaca-kaca.


Angela sekarang aku akan mengembalikan waktumu kembali kesaat kau belum mengenalku. Kesaat kau hanya seorang wanita biasa dengan senyuman indah di bibirmu. Sebelum kau mengenal duniaku yang membuatmu bersedih dan menderita, sebelum kau mengenalku yang memang tak pantas kau cintai! Lazarus merasa sesak didadanya.


Angela... cintaku. Jika waktu memberiku kesempatan bersamamu kembali, saat itu aku mohon cintai aku! Lazarus pasrah akan takdirnya.

__ADS_1


Angela menghentikan langkahnya menuruni anak tangga, tersisa tiga anak tangga diantara dirinya dan lazarus, ia menatap dalam sorot mata lazarus. Dirinya terkejut untuk pertama kalinya melihat sorot mata lazarus yang penuh cinta dengan seyuman tulus dibibirnya. Seketika membuat jantungnya bergetar hebat. Degh!


__ADS_2