Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 23 - Perasaan Arga


__ADS_3

"Dan kenapa tempat ini sepi padahal kan tempat ini bagus banget, jangan bilang lo sewa tempat ini?". Sambung keysha kembali banyak pertanyaan yang muncul di benaknya.


"Satu-satu kalau nanya". Ujar arga dengan santai.


"Tinggal jawab aja apa susahnya sih". Ujar keysha geram karna arga jika ditanya sulit untuk menjawabnya.


"Oke gue jawab". Belum selesai arga berkata waiters tadi datang kembali mengantarkan pesanan mereka.


"Silahkan mba mas". Ujar waiters tersebut tersenyum ramah.


"Terima kasih". Ujar arga & keysha pada waiters tersebut.


"Dimakan dulu nanti gue jawab pertanyaan lo". Seru arga. Keysha hanya mengangguk saja.


Mereka menikmati makanan mereka, arga terus memperhatikan wajah keysha saat makan.


"Kenapa sih liatin gue mulu". Ujar keysha yang sadar jika di perhatikan terus oleh arga.


"Gakpapa, by the way ini menu favorit lo?". Ujar arga sejujurnya ia penasaran apa saja yang disukai oleh keysha namun ia malu untuk bertanya.


"Hem". Ujar keysha singkat karna ia tengah menikmati makanan kesukaannya.


"Sekarang jawab pertanyaan gue". Ujar keysha karna mereka telah selesai makan & kini ia tengah menikmati kue nya serta minumannya sembari melihat pemandangan sekitar.


Kini mereka tengah menikmati suasana di caffe tersebut.


"Pegawai disini akan datang jika kita menepukkan tangan kita, itu tandanya kita membutuhkan bantuan mereka. Gue gak sewa tempat ini, tempat ini sepi karna memang tempat ini baru buka & mereka memang belum meresmikan tempat ini". Ujar arga.


"Lalu kenapa kita bisa masuk kalau tempat ini belum di resmikan?". Tanya keysha kembali.


"Gue kenal pemilik caffe ini, makanya gue maksa untuk diizinin masuk kesini". Ujar arga, toh ini keuntungan untuknya karna tempat nya sepi jadi tak ada yang bisa mengganggu waktu mereka berdua pikir arga.


"Hem gitu kapan tempat ini di resmikan?". Ujar keysha mengangguk mengerti.


"Hari senin". Ujar arga.


"Key boleh gue tanya sesuatu". Ujar arga

__ADS_1


"Apa itu?". Ujar keysha


"Boleh atau gak?". Ujar arga kesal karna keysha tak menjawabnya dengan benar.


"Hem boleh". Ujar keysha.


"Apa hubungan lo dengan rama, kalian berdua terlihat sangat dekat". Ujar arga yang penasaran akan hubungan mereka.


"Rama sahabat gue dari kecil, kita udah kek saudara makanya kita dekat banget". Ujar keysha tersenyum, ia terlihat senang ketika membahas orang-orang yang disayanginya.


"Memangnya diantara kalian tak ada yang memiliki perasaan?". Tanya arga kembali ia yakin pasti diantara mereka ada yang memiliki perasaan atau bisa saja mereka saling menyukai satu sama lain pikirnya.


Deg jantung keysha berdebar saat mendengar perkataan arga. "Gak ada gue cuma nganggep rama sebagai kakak gue, begitupun rama dia cuma nganggep gue sebagai adiknya". Ujar keysha berbohong, ia tak mau ada orang lain yang tau jika rama memiliki perasaan padanya.


"Hem gitu, tapi kenapa waktu kita tunangan rama gak datang?". Tanya arga.


"Gue gak ngasih tau dia, toh semakin sedikit orang yang tahu maka kemungkinan nya kecil untuk orang lain mengetahuinya". Ujar keysha kembali berbohong.


"Hem iya juga sih, yaudah yuk pulang". Ujar arga karna mereka telah menghabiskan makanan & minuman mereka. Arga meninggalkan bild nya dimeja karna tadi waiters itu sempat memberikan mereka bild nya.


Mereka kembali menuju motor arga.


"Lah kenapa tadi gakpapah tuh gue megang lo doang, kenapa sekarang harus pelukan". Ujar keysha yang malas berpelukan dengan arga, ia ingin menjaga jarak supaya arga tak berharap lebih padanya. Meski arga tunangannya namun keysha belum siap membuka hatinya untuk arga.


"Ikutin aja kenapa". Ujar arga yang kesal karna keysha keras kepala.


"Hem iya bawel". Ujar keysha yang malas berdebat dengan arga, ia memeluk arga dengan erat supaya arga tak banyak koment.


Arga mulai menjalankan motornya, sungguh jantungnya berdebar ketika keysha memeluknya dengan erat.


"Anjir jantung gue berisik gak tau waktu, semoga keysha gak dengar debaran jantung gue" Ujar batin arga". Ia nampak tersenyum tipis sayangnya senyum itu terhalang oleh helm sehingga keysha tak dapat melihatnya.


"Ga kok jantung lo detaknya kenceng banget, lo lagi gak sakitkan". Ujar keysha yang tengah memeluk arga, sehingga ia dapat merasakan detak jantung arga yang kencang. Ia sedikit berteriak supaya arga dapat mendengarnya karna suara kendaraan cukup berisik.


"Hah gak kok gue sehat-sehat aja". Ujar arga terkejut karna keysha dapat merasakan detak jantungnya, ia berusaha menetralkan perasaannya agar keysha tak mengetahui kalau ia tengah salah tingkah.


"Hem yakin gakpapah kalau sakit kita ke dokter aja". Ujar keysha, bukan ia khawatir pada arga. Namun ia takut kalau arga sakit karna tengah mengendarai motor, ia takut terjadi kecelakaan. Namun ternyata perkataannya disalah artikan oleh arga.

__ADS_1


"Perhatian banget". Ujar arga tersenyum lebar, ia sangat senang karna keysha peduli padanya.


"Jangan geer deh, gue cuma gak mau kita kenapa napa di perjalanan". Ujar Keysha kesal karna arga salah mengira maksudnya.


"Yakin, padahal gue senang loh kalau lo khawatir begini". Ujar arga dengan jujur. Ntah mengapa jika bersama keysha ia dapat mengatakan perasaannya. Padahal ia notabene sulit mengungkapkan isi hatinya, tapi ketika bersama keysha ia berubah menjadi bucin meski terkadang masih suka sipe.


"Sejak kapan lo jadi baperan begini". Ujar keysha memukul pundak arga dengan kencang.


Sehingga membuat arga menepikan motornya karna takut terjatuh. Beruntung jalanan tak terlalu ramai jadi ia tak perlu khawatir karna ngerem mendadak.


"Lo kalo mukul kira-kira dong key". Ujar arga kesakitan karna pundaknya dipukul keysha.


"Lebay loh kayak gitu aja sakit". Ujar Keysha dengan watados (wajah tanpa dosa). Yaps karna keysha jago belajar diri makanya pukulannya cukup berasa, meski ia memukul dengan pelan sekalipun namun bagi orang lain pukulan nya cukup menyakitkan.


"Sakit oy tenaga lo udah kek laki-laki, untung aja kita gak jatuh dari motor". Ujar arga menggerutu.


"Iya maaf, coba sini pundak lo". Ujar keysha ingin melihat pundak arga.


"Ngapain, jangan lo pukul lagi". Ujar arga sedikit takut keysha memukulnya kembali.


"Mana ada gue cuma mau liat, kali aja ada lebam". Ujar keysha agak khawatir, kali ini ia benaran khawatir bukan karna maksud lainnya lagi.


"Di rumah lo aja liatnya". Ujar arga karna ia tak mau ada orang yang melihatnya bertelanjang dada karna harus membuka baju di tepi jalan.


"Kenapa lo malu ya takut banyak yang liat bentuk badan lo, padahal badan lo belum tentu sixpack". Ujar keysha bercanda.


"Enak aja lo liat aja nanti jangan sampe terpesona kalau liat bentuk badan gue". Ujar arga mulai kesal karna diejek oleh pujaan hatinya.


**********


Hai terima kasih semua yang sudah mendukung aku, terima kasih buat kalian yang selalu sabar menantikan aku update cerita ini. Terima kasih juga buat kalian yang sudah berkomentar positif untuk aku sehingga aku jadi semangat menulisnya.


& jujur aku terharu banget karna akhir nya ada yang mau mampir ke ceritaku padahal aku ada niat buat berenti karna setiap kali aku liat cerita ku gak ada yang koment & like sama sekali. Namun setelah penantian yg panjang akhirnya ada juga yang koment cerita ku, pokoknya aku terima kasih banget. & maaf aku baru bisa update karna aku baru pulang KKL. Insya Allah akan aku usahakan agar aku update ceritanya gak terlalu lama. Untuk visual aku udah siapin tapi bakal aku tunjukin jika koment di cerita ini sudah cukup banyak.


Maaf aku jadi curhat panjang lebar begini๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜„


Jangan lupa Like, Koment, Vote, Tambahkan Favorite, & beri hadiah ya๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‰

__ADS_1


Ingat satu koment dari kalian sangat berarti untukku I Need You๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜‰


__ADS_2