Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 77 - Dejavu


__ADS_3

Sang big boss menampar keysha habis - habisan. Saat ini keadaan keysha lebih menyedihkan diantara mereka berempat.


.


Keysha meringis, hidung & bibirnya sudah berdarah sejak tadi.


.


Sungguh arkan, alya, & rara tak tega melihatnya.


.


Sang big boss sudah siap untuk melepaskan tembakannya kearah keysha, secepat kilat arkan melepaskan diri & berlari ke arah keysha.


.


"Jangan". Teriak arkan. Terdengar suara tembakan yang begitu kencang. Beruntung arkan berhasil menyelamatkan keysha dari tembakan itu.


.


Arkan membantu keysha berdiri


"Kamu gak apa - apa". Ucap arkan mengecek keadaan keysha.


.


Namun keysha hanya diam saja & terduduk, arkan mulai merasa ada yang aneh dengan keysha. Apakah traumanya kambuh ucap arkan dalam hati.


.


"Tangan mu". Ucap alya melihat tangan arkan berdarah sepertinya peluru tadi mengenai lengan arkan.


.


"Tidak apa - apa, tolong jaga keysha". Arkan bangkit untuk menghajar big boss yang selalu ia panggil tua bangka.


.


Alya langsung beralih ke keysha, & benar saja ia juga merasa ada yang aneh dengan keysha.


.


.


*******


Sementara itu diluar ruangan itu sudah ada arga, rama, bima, nara serta yang lainnya.


.


Mereka terkejut mendengar suara tembakan dari dalam.


.


Sontak nara langsung menendang pintu ruangan tersebut dengan kencang.


.


Sang big boss terkejut tak menyangka mereka datang secepat ini & berhasil mengalahkan anak buahnya yang ada diluar.


.


"Sial". Ucap sang big boss lirih. Ia langsung mengode agar anak buahnya menghajar nara.


.


Suara baku hantam terdengar disekujur ruangan itu.


.


Saat sang big boss akan kalah tertangkap diam - diam, Richard mengarahkan pistol kearah keysha.


.


Alya yang masih berada didekat keysha terkejut melihat sebuah pistol yang mengarah kearah keysha.


.


Alya langsung mendekap keysha bertepatan suara tembakan terdengar.


.


"Keysha". Teriak alya. Sontak mereka semua melihat kearah keysha.


.


Keysha & alya berguling-guling kepala mereka sudah mengeluarkan banyak darah karna benturan yang terjadi.


.

__ADS_1


Arga & rama berlari kearah keysha & alya.


Beruntung peluru itu meleset tak mengenai keysha ataupun alya.


.


Nara sungguh geram ia langsung menghajar habis Richard, tepat saat ia ingin membunuh Richard. Adi langsung menghentikannya.


.


"Biar ayah yang mengurusnya". Ujar ayah adi dengan dingin & datar, ekspresi wajahnya sulit ditebak. Nara mengangguk lalu berlari kearah keysha yang pikirannya terlihat kosong sejak tadi.


.


"Putri sadar put, put ini aku rapa. Jangan gini put aku mohon sadar". Ucap rama menangis ia tak tahan melihat keysha yang hanya diam sejak tadi.


.


"Sayang kamu kenapa diam saja, ini aku arga sayang suami kamu". Ucap arga juga berusaha menyadarkan keysha.


.


Namun lagi - lagi tak ada tanggapan dari keysha.


.


"Minggir". Ucap Nara sehingga arga & rama sedikit bergeser memberi ruang bagi nara untuk memeluk keysha.


.


"Adek hey, adek bisa dengar kakak. ini kakak hem". Ucap Nara dengan suara bergetar menahan tangisnya.


.


Nara terus memeluk keysha dengan erat sampai keysha mulai bereaksi.


.


Keysha melepas pelukan kakaknya ia bangkit dengan tatapan yang entah kemana.


.


"Keysha". Panggil alya menghampiri keysha dengan air mata yang sudah mengalir deras.


.


Sontak semua berlari menggapai tubuh alya & keysha.


.


"Alya". Ucap arkan, baru saja arkan ingin mengangkat tubuh alya rama langsung menghentikannya.


.


"Biar gue aja tangan lo terluka". Ucap rama mengangkat tubuh alya. Lalu berjalan keluar gedung.


.


Sedangkan keysha di gendong langsung oleh kak nara, sedari tadi ia sangat mencemaskan kondisi adiknya. Wajah keysha terlihat pucat pasih, keringat dingin mengucur di sekujur tubuhnya.


.


Untung saja mereka sudah membawa tiga mobil ambulance. Untuk berjaga - jaga jika terjadi suatu yang tak diinginkan.


.


"Aku ikut kak". Ucap arga ikut masuk kedalam mobil ambulance yang membawa keysha, ia duduk berdampingan dengan kak nara.


.


Sedangkan alya juga berada di mobil ambulance lainnya ditemani oleh rama & vanya.


Vanya menangis di pelukan rama, ia tak menyangka hal seperti ini terulang lagi.


.


Arkan hendak pergi meninggalkan tempat itu tapi langkahnya dihentikan oleh rara.


.


"Mau kemana lo". Ucap rara mencegal lengan kiri arkan.


.


Rara menarik paksa arkan, bima yang melihatnya ikut membantu rara.


.


"Tangan lo terluka jadi lo juga harus diobati". Ucap rara dengan nada penuh penekanan.

__ADS_1


.


Arkan yang sangat lelah pun menurut pada rara, sehingga kini arkan, rara, & bima ada di dalam ambulance.


.


Mereka semua dibawa kerumah sakit yang sama.


.


Sepanjang perjalanan keysha terus menyemburkan darah, sehingga membuat semua yang ada dimobil ambulance khawatir.


.


Terutama kak nara & arga. Mereka bahkan sudah menangis sedari tadi.


.


Ya ini adalah moment langkah dimana kak Nara & Arga adalah orang yang terkenal jarang menangis.


.


Namun untuk kali ini mereka menangis melihat orang yang sama - sama sangat berarti dalam hidup mereka. Yaitu keysha, terus menyemburkan darah tanpa henti dengan mata yang tertutup rapat.


.


Semua dokter & perawat sudah menunggu didepan rumah sakit begitu mereka semua sampai.


.


Brangkar keysha, alya, & arkan di dorong kedalam UGD. Nara hendak menerobos masuk namun dihalangi oleh revan.


.


"Tenang nar, lo gak boleh begini". Ucap revan, lalu ia masuk kedalam UGD.


.


Nara mengusap wajah nya dengan kasar bahkan penampilan nya saat ini sangat kacau darah ada disekujur pakaiannya.


.


Lagi - lagi rama, ayah adi, vanya, & yang lainnya merasa Dejavu mereka teringat akan kejadian beberapa tahun lalu.


.


Beberapa dokter berlari masuk kedalam UGD, disusul oleh perawat yang membawa beberapa kantung darah.


.


Deg jantung mereka semua berdetak dengan kencang, pikiran mereka semua sama kalutnya mengingat alya, arkan banyak mengeluarkan darah terutama keysha.


.


Bunda sukma yang baru tiba bersama dengan mamah ayu langsung menghampiri putra sulungnya, ia mengusap lengan putranya.


.


Nara langsung memeluk bunda sukma.


.


"Adek bun, lihat bun adek banyak mengeluarkan darah terutama dari mulutnya tadi". Ucap nara menunjuk tangan & badan nya yang terdapat banyak darah milik adiknya.


.


Bunda yang melihatnya semakin menangis kejer, hati ibu mana yang tak terluka melihat keadaan putrinya yang sudah di pastikan tak kan baik - baik saja.


.


Ayah adi memeluk istrinya yang hampir terjatuh pingsan.


.


Rara yang melihat keluarga keysha, arkan, dan alya yang tengah mengkhawatirkan. Keadaan anak mereka masing - masing tersenyum miris, jauh didalam lubuk hatinya ia merasa iri karena tak ada anggota keluarga nya yang peduli padanya. Bahkan pamannya Richard orang yang ia kira akan peduli padanya pun menyakiti nya juga, tanpa sadar ia menangis begitu saja.


.


.


Bima sedari tadi memperhatikan rara, tatapannya tak pernah luput kearah rara. Ia menatap rara dengan tatapan sulit diartikan.


.


Bima langsung menghampiri rara, rara yang menyadari bima ada didekat nya langsung menghapus air matanya.


.


"Ayo kamu juga harus diobati". Ucap bima membantu rara keruangan yang ada dirumah sakit itu, lalu dokter langsung mengobati luka yang ada pada tubuh rara.

__ADS_1


__ADS_2