Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 25 - Penasaran


__ADS_3

"Bang bagaimana kabar keysha?". Tanya regan yang sudah lama tertarik pada keysha.


"Cukup baik walau kadang dia suka kambuh". Jawab nara sambil bersandar merileks kan tubuhnya.


"Gue dengar keysha sudah bertunangan, apa itu benar nar". Tanya fajar sembari menyesap rokoknya.


"Hah yang benar bang". Tanya regan terkejut.


"Iya dia sudah di jodohkan sejak kecil, namun orang tua gue setuju untuk mempercepat pertunangan mereka demi proses pemulihan keysha dan revan juga menyetujui itu". Ujar nara menceritakan semuanya pada sahabatnya itu.


"Silahkan di minum bos". Ujar alex menyajikan minuman pada atasannya & yang lainnya.


"Thanks bang alex". Ujar regan, sejujurnya regan usia nya sangat muda ia baru kelas 3 SMA namun karna ke cerdasannya & ke pandaian nya dalam berbagai hal ia diangkat menjadi ketua gengs motor bahkan ia juga calon CEO di perusahaan milik orang tuanya. Perusahaan orang tua nya juga masuk ke salah satu jajaran perusahaan terbesar se asia no.3. Perusahaan no.1 nya milik keluarga keysha, sedangkan yang no.2 adalah milik keluarga arga. Bahkan sekarang perusahaan mereka akan memasuki ke deretan perusahaan terbesar di dunia.


"Hem". Ujar alex. Alex orang nya memang sipe namun ia yang paling perhatian diantara mereka semua. Alex sudah bersahabat dengan nara, fajar, & revan sejak masih sekolah bahkan diantara mereka ada yang sudah bersahabat sejak kecil contohnya seperti nara & fajar mereka sudah bersahabat sejak kecil. (Kalian tau dokter revan yaitu psikiater nya keysha, yups dia sahabat nara, fajar, & alex. _author pov)


Alex bekerja sebagai asisten pribadi nara sejak lama, orang tua alex dulunya pernah mengalami sebuah musibah dan di bantu oleh orang tua nara. Oleh sebab itu alex & orang tuanya sangat setia pada keluarga nara. & Alex memutuskan untuk menjadi asisten nya nara padahal sebagai balas budinya. Berkat keluarga nara pula akhirnya orang tuanya bisa mendirikan perusahaan bahkan perusahaan nya kini sudah cukup besar meski masih dibawah dari perusahaan keluarga nara, arga, & regan.


"Elo mah jahat bang, lo tau kan gimana perasaan gue ke adek lo". Ujar regan nampak kesal.


"Hahahah makanya ungkapin jangan diem aja, udah terlalu lama lo diem akhirnya keysha di embat orang". Ujar fajar tertawa puas, ia sangat senang menggoda regan yang notabene nya lebih muda dari nya & sangat menggemaskan ketika ia ganggu.


"Lo gue blacklist baru tau rasa lo". Ujar regan yang geram pada fajar karna selalu menertawakan nya ketika tengah menderita.


"Aduh tuan muda ku jangan dong, ampuni hamba". Ujar fajar memohon, padahal Ia tak takut sama sekali toh regan tak kan mungkin melakukan itu padanya pikir fajar. Lagi pula mereka sudah biasa bercanda seperti ini.


"Udah berisik kalian berdua, lagi pula gue gak bisa menolak keinginan nyokap & bokap gue. Jadi gue ikutin aja demi kebaikan keysha. & lo regan kemana aja lo selama beberapa bulan ini". Tanya nara pada regan yang suka menghilang & datang tiba - tiba kek jailangkung.


"Iya kemana aja lo". Ujar fajar ikut mengompor - ngompori.


Sementara itu alex, dimas ( asisten fajar ), & reno ( asisten regan ) hanya diam menyimak saja.


"Heheh biasa ada urusan penting". Jawab regan nyegir memperlihatkan giginya.

__ADS_1


~Nara Off Pov


*********


Kembali ke Arga & Keysha


"Silahkan di minum den, bibik langsung permisi ya soalnya masih ada kerjaan". Ujar bik surti menyajikan minuman & cemilan untuk arga.


"Terima kasih bik". Ujar arga singkat kemudian ia langsung meminum minuman nya karna ia merasa cukup haus.


"Ehem sini gue liat punggung lo". Ujar keysha yang membawa P3K.


"Di kamar lo aja". Ujar arga menarik tangan kiri keysha karna tangan keysha memegang P3K.


Arga menurunkan lengan Keysha tepat di depan pintu kamar keysha.


"Buka pintu kamar nya". Seru arga pada keysha.


Kemudian keysha langsung membukanya, & mempersilahkan arga masuk.


Arga hanya mengangguk, namun sebelum masuk ia melihat pintu di depan kamar keysha ia nampak penasaran sejak pertama ia kerumah keysha, namun ia enggan untuk membuka pintu itu karna tak sopan masuk tanpa izin.


"Buka baju lo". Seru keysha


"Hem". Arga membuka bajunya agar keysha dapat melihat punggung nya. Kemudian ia duduk di tepi kasur keysha.


Keysha yang melihat pandangan itu hanya bisa menelan salivanya. Jujur tubuh arga cukup sixpack, lagi pula wajar jika ia terpana akan bentuk tubuh arga, wanita mana yang tahan jika disuguhkan pemandangan yang begitu menggoda.


"Ekhem apa gue bilang pasti lo kagum liat bentuk tubuh gue". Ujar arga dengan percaya diri, padahal hatinya kini tengah berdetak kencang karna melihat mata keysha yang terpokus pada tubuhnya.


"Dih pede lo". Ujar keysha ia mulai naik ke atas kasur & ingin melihat punggung arga. Ia malas meladeni arga karna tak ada habisnya, buang - buang tenaga nya saja jika harus marah terus terhadap arga pikirnya.


"Apaan punggung lo gak kenapa napa kok, cuma agak merah doang dikit". Ujar keysha yang kesal karna menurut nya arga lebay.

__ADS_1


"Ya tetap sakit kali". Balas arga ia memutar bola mata jengahnya, ia kesal karna keysha tak cukup pekak terhadapnya.


"Iya iya gue olesin salep dulu, abis itu pasti langsung sembuh". Ujar keysha mulai mengolesi salep di punggung arga.


"Jangan pakek baju dulu biarin salep nya kering sebentar". Ujar keysha kemudian ia beranjak dari tempat tidur.


"Hem, boleh gue nanya". Ujar arga yang sudah penasaran sejak tadi. Keysha hanya mengangguk saja, ia malas berdebat dengan arga.


"Kenapa kamar lo polos gak ada hiasan sedikit pun, bahkan di dinding lo hanya ada foto keluarga lo doang?". Tanya arga.


"Gak papah gue lebih suka polos begini aja". Ujar keysha berkilah, ia mulai mengingat masa lalunya. Jujur dulu kamarnya penuh warna & nampak indah. Namun semenjak kejadian itu, ia merubah semua isi kamar nya bahkan foto - foto yang dulu banyak terpampang ia simpan, karna ia tak mau terus - terusan sedih jika melihat foto - foto itu. Oleh sebab itu kamar Keysha polos tak ada hiasan apapun, lagi pula itu cukup menggambarkan bagaimana hati Keysha kini.


Arga menangkap jelas raut wajah keysha, ia yakin keysha berbohong & menyembunyikan sesuatu. Namun ia tak mau memaksa keysha untuk jujur, biarlah keysha sendiri yang menceritakan semua padanya.


"Lalu pintu di depan kamar lo tadi, itu pintu kamar kah?". Tanya arga kembali.


"Bukan, ruangan itu jadi gudang sekarang. Kenapa lo penasaran sama pintu itu jangan bilang lo pengen tau apa isi ruangan itu.". Ujar keysha dengan tatapan tajam.


"Iya, tapi kalau lo gak izinin gue gak akan masuk kok". Ujar arga memperhatikan tatapan keysha.


"Jangan pernah masuk ruangan itu". Ujar keysha dengan nada tegas.


"Kenapa?". Tanya arga penasaran.


********


Hai gengs aku mau ngucapin terima kasih untuk kalian yang selalu mendukung aku & sudah memberikan komentar positif maaf aku gak bisa balas komentar kalian satu2.


Pokoknya terima kasih banyak ya gengs๐Ÿ˜‡๐Ÿค—


I Love You All๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜


Jangan Lupa Like, Koment, Tambah kan Favorite, Vote, & Beri hadiah ya.

__ADS_1


Ingat 1 Koment & Like dari kalian sangat berarti untukku๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜๐Ÿ’ž๐Ÿ’–


__ADS_2