
"Iya hati - hati nak, wa'alaikum salam". Ujar mereka pada hana.
"Kak ana harus datang ya". Seru Keysha pada hana. Ia sudah menganggap kak ana sebagai kakaknya sendiri.
"Sip". Ujar ana memberikan jempol pada Keysha kemudian bergegas pergi.
Sementara itu nara yang baru kembali dari toilet melihat hana & asisten nya terburu buru.
"Itu bukannya hana ya, kok buru - buru banget sampai gak melihat kearah ku biasanya dia tidak bisa mengabaikan ku". Ujar nara yang merasa di cuekin.
"Akh bodoh lah kenapa juga aku harus memikirkan nya". Sambung nara kembali melangkah menuju ke tempat adik serta orang tuanya berada.
"Ekhem, bun yah opa belum datang". Tanya nara.
"Belum". Ujar bunda.
"Seperti nya opa ingin membohongi kita semua, jika tidak mengapa ia belum sampai sejak tadi. Pasti opa merencanakan sesuatu". Ujar nara mencurigai opanya sendiri karena opa sering memberikan banyak kejutan.
"Merencanakan apa". Ujar opa yang tiba - tiba muncul entah darimana.
"Opa". Teriak mereka semua terkejut.
"Papi". Ujar ayah adi melotot tak percaya karna merasa sudah di kerjai oleh papinya sendiri.
"Ekhem kalian tidak ada yang ingin memeluk opa dan radit". Keluh sang opa pada anak & cucunya. Sehingga mengundang tawa mereka semua.
"Opa". Ujar keysha berhambur memeluk opa nya.
"Princess opa". Balas opa dengan memeluk erat cucu perempuan nya itu.
"Opa aku kangen banget sama opa". Ujar keysha dengan manja pada opa nya.
"Opa juga kangen banget sama princess opa yang cantik ini". Ujar opa memanjakan cucu tersayang nya. Ralat semua cucunya sangat lah di sayangi oleh opa nya tersebut. Opa bernama lengkap kusuma wijaya prakarsa.
"Ekhem sampai kapan kalian terus berpelukan". Seru nara pada adik & opa nya. Mereka berdua pun tertawa & langsung melepaskan pelukannya.
Mereka semua saling membalas peluk kangen.
"Papah gimana kabarnya, papah sehat - sehat aja kan selama disana". Tanya bunda pada mertua nya.
__ADS_1
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat papah sehat - sehat saja". Ujar Opa sukma
"Ekhem kalian tak ada yang menanyakan kabar ku". Ujar radit yang Merasa di cuekin sejak tadi.
Sontak ucapannya mengundang tawa.
"Hahahah ada - ada saja kamu radit, bagaimana kabar mu disana". Ujar ayah adi langsung memeluk adik satu - satunya.
"Baik abangku bagaimana kabarnya masih sering sakit pinggang kah". Ujar radit bergurau.
"Siapa bilang aku suka sakit pinggang, aku masih kuat dan gagah begini". Ujar ayah adi berkilah.
"Sudah - sudah bergurau nya kita lanjutkan di rumah saja, kasihan papah pasti capek ingin beristirahat". Ujar bunda menengahi mereka.
"Iya benar itu, mari om dan opa kita pulang". Ujar keysha menggandeng keduanya, sehingga posisi keysha berada di tengah-tengah antara opa & om radit.
Mereka semua sangat lah dekat, keluarga mereka memang harmonis namun banyak yang berusaha menjatuhkan mereka bahkan ada yang berusaha mencelakai serta melenyapkan mereka. Jadi wajar saja jika pengamanan mereka sangatlah ketat, bahkan nara & keysha pun memiliki banyak bodyguard.
"Lest go princess". Ujar mereka tersenyum, mereka semua berjalan bersama. Untuk koper bawaan mereka di bawakan oleh pengawal mereka.
*******
"Aaaakh". Teriak arga frustasi, ia kesal karna tadi sudah berbuat kasar pada keysha. Ia tau pasti keysha marah pada nya.
Ceklek suara pintu kamar arga terbuka.
"Boy kamu kenapa". Ujar mamah ayu.
"Eh mamah aku gak papa kok". Ujar arga berkilah.
"Jangan bohong boy, mamah tau kamu pasti sedang ada masalah kan. Sini cerita sama mamah siapa tau mamah bisa bantu". Ujar mamah ayu pada putra bungsunya. Yap arga sering di panggil boy oleh keluarga nya.
"Aku buat salah mah". Ujar arga memberitahukan mamahnya, ia sering curhat dengan mamahnya.
"Buat salah dengan siapa". Tanya mamah ayu.
"Sama keysha mah, kayaknya keysha marah sama aku". Ujar arga.
"Memangnya kesalahan apa yang kamu lakukan". Ujar mamah ayu penasaran.
__ADS_1
Kemudian arga langsung menceritakan kejadian di sekolahnya tadi pada mamahnya.
"Hem gitu, mamah rasa kamu harus minta maaf sama keysha boy. Jangan karna kekasaran kamu hubunganmu dan keysha jadi merenggang nantinya". Ujar mamah ayu menasehati arga.
"Iya mah nanti aku minta maaf sama keysha, semoga aja keysha mau maafin aku". Ujar arga menyadari kesalahan nya.
"Good nanti jangan kamu ulangi lagi ya, ingat perempuan itu gak boleh dikasarin". Seru mamah ayu pada putranya.
"Iya mah aku janji gak akan begitu lagi, tadi aku terlalu emosi mah karna keysha lebih milih pergi entah kemana di bandingkan jalan sama aku". Ujar arga yang kesal saat keysha menolak ajakannya.
"Ya jelas dia gak mau pergi sama kamu boy kan opa nya keysha datang ke indonesia jadi, ia harus menjemput opanya di bandara.
Memangnya keysha gak bilang sama kamu". Ujar mamah ayu.
"Gak mah dia gak bilang, aku benar - benar salah dong mah karna udah mikir yang enggak - enggak sama keysha". Ujar arga benar -benar menyesali perbuatan nya.
"Ya jelas kamu salah boy, tapi kamu tenang aja malam ini kita di undang ke rumah keysha untuk makan malam bersama. Nanti kamu minta maaf langsung sama keysha, kamu jelaskan jika kamu sudah salah paham terhadap nya". Ujar mamah ayu menasehati arga.
"Oke mah nanti aku minta maaf sama keysha". Ujar arga menuruti mamah ayu.
"Hem good boy, makanya kamu itu harusnya tanyakan alasannya dulu sama keysha kenapa dia gak mau jalan sama kamu. Jangan langsung menyimpulkan sesuatu tanpa tau kebenaran nya". Ujar mamah ayu memperingati arga.
"Iya mah aku gak akan begini lagi". Ujar arga berjanji pada diri sendiri.
******
"Ternyata kamu makin cantik ya keysha putri jaya, sebenarnya aku sangat mencintaimu sampai sekarang. Tapi kenapa kamu tidak bisa melihat itu, aku akan membuat kamu menyadari perasaanmu sendiri". Ujar seseorang yang melihat foto keysha kemudian ia tersenyum, siapapun yang melihat nya pasti akan tau itu bukanlah senyum bahagia namun senyum yang memberikan banyak makna.
"Ekhem apa yang membuatmu tersenyum sendiri A". Tanya seseorang pada lelaki yang memegang foto keysha.
Tidak ada". Ujar nya dengan santai.
"Kamu yakin akan melakukan misi besar ini dengan tua bangka itu, bagaimana jika kamu selama ini telah salah paham pada putri dan yang lainnya". Ujar B pria yang bertanya pada A tadi, ia merasa bahwa A telah salah besar & ia yakin bahwa semua yang terjadi hanyalah kesalah pahaman.
"Entah aku sendiri pun ragu". Ujar A yang memang merasakan keganjalan.
"Jika kau memang ragu mengapa kau bersedia membantu si tua bangka itu, tidak kah kau lihat jika si tua bangka memang memiliki dendam tersendiri dengan keluarga jaya". Ujar pria yang ber inisial B.
*****
__ADS_1
Like, Koment, Vote, & Tambahkan Favorite ya😉😚