Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 50 - Nara Pov (Warning Terdapat Adegan Pembunuhan / Action)


__ADS_3

Setelah dari rumah sakit aku, ayah, opa, dan om radit pergi menuju markas besar kami.


Disana sudah ada sahabat, bawahan kami, serta orang - orang ku. Saat hendak masuk semua orang disana berbaris menyambut kedatangan kami.


"Pindahkan mereka ke satu ruangan". Perintah ku pada bawahanku.


"Siap tuan muda". Balas mereka pada ku.


Ketika ruangan sudah siap aku, ayah, opa serta yang lainnya masuk bersamaan.


Suara derap langkah kami seakan membuat mereka takut sehingga mereka berdua mencoba memberontak ketika mendengar suara langkah ku.


Aku perintahkan penutup kepala mereka di buka. Saat mereka membuka mata ayah bertepuk tangan merasa senang karna berhasil menangkap salah satu dari mereka.


Mereka berdua terkejut karna tak menyangka akan kembali tertangkap oleh kami.


"Hebat sekali kalian, padahal aku sudah memberi kesempatan untuk kalian agar tetap hidup. Namun kalian tetap mengusik keluarga ku maka kali ini tak ada kesempatan lagi untuk kalian". Ujar ayah dengan dingin & tatapan tajam seperti elang.


Siapapun yang mendengar suara dingin serta melihat tatapan ayah adi pasti akan bergidik ngeri, ku perhatikan mereka berdua pun menelan saliva mereka dengan kasar.


"Ada yang ingin kalian sampaikan mungkin untuk orang terdekat kalian untuk terakhir kalinya". Ejek ku pada mereka dengan senyum ku yang mengartikan banyak makna.


"Ampuni kami tuan, kami terpaksa kembali melakukan ini karna nyawa keluarga kami taruhannya jika kami menolak melakukan semua ini". Ujar orang berinisial D.


"Benar tuan istri saya tengah hamil tua, namun ia di sekap olehnya saya takut terjadi apa - apa pada istri dan anak saya". Ujar A lelaki satu nya.


"Hahahahh mudah sekali kalian mengatakannya, tak ada ampun bagi ku untuk siapapun yang mengusikku". Ujar Nara mendekati pisau ke pipi D lalu sedikit menggoresnya. Sehingga membuat D merintis namun tanpa suara.


"Berteriaklah aku menyukai itu". Ujar nara dengan tawa jahat nya. Sembari tangannya sibuk menggores A & D.


"Sudah nar ayah belum selesai bicara dengan mereka". Ujar ayah adi menghentikan aksi nara. Nara pun menghentikan aksinya.


"Aku tak bisa mengampuni kalian tapi aku berjanji akan melindungi keluarga kalian, asalkan keluarga kalian harus mengabdi pada keluarga kami dan setia pada kami sampai kapan pun. Bagaimana kalian mau?". Ujar ayah adi mencoba berbaik hati ia tahu keluarga mereka tak salah & tidak terlibat karna ia sudah mencari tau latar belakang mereka.


Karna tak ada pilihan lain akhirnya mereka setuju, lagi pula mereka kini merasa tenang karna keluarga mereka terjamin aman.


"Tuan boleh kah saya meminta hal lain". Ujar A memohon.


"Hem apa itu". Ujar ayah adi.


"Selama ini saya dan keluarga hidup dalam ke susahan dan serba kekurangan, boleh tidak jika tuan membantu anak saya agar bisa sekolah minimal hingga lulus SMA". Ujar A dengan air mata yang sudah menetes.


"Baiklah keluarga kalian berdua akan hidup dengan aman sampai kapan pun, dan aku akan menjamin pendidikan mereka setinggi mungkin". Ujar ayah adi dengan serius, sehingga membuat A & D terharu karna baru kali ini ada orang yang dengan tulus membantu mereka.

__ADS_1


"Terima kasih tuan". Ujar mereka bersujud di depan ayah adi.


"Sudah tak perlu ada yang di bicarakan lagi waktu kalian telah habis". Ujar opa kusuma yang sedari tadi diam.


"Baik tuan kami akan suka rela jika kalian menghabisi kami sekarang". Ujar mereka berdua dengan senang hati.


"Huh aku kurang merasa puas karena tak ada teriakan penderitaan dari kalian". Ujar nara dengan kesal.


"Opa, ayah izin kan aku menyiksa mereka terlebih dahulu". Pinta nara.


"Baiklah". Ujar opa & ayah adi bersamaan, mereka tau seperti apa nara jadi mereka membiarkan nya saja.


Nara melangkah maju menginjak tangan A & D bergantian sehingga terdengar suara tulang tangan yang patah.


"Kreeetttt....".... "Aakkhhh". Teriak A & D kesakitan.


"Bagus berteriak lah yang kencang aku suka itu". Nara merasa sangat senang.


Belum puas sampai situ ia menendang perut A & D sehingga mereka menyemburkan banyak darah.....


Bahkan nara dengan kejam nya menyayat mereka secara perlahan namun cukup melukai hingga dalam.


Nara yang sudah puas melihat A & D sudah terkapar lemah pun menyerahkan mereka kembali kepada opa & ayahnya.


Semua yang menyaksikan hanya diam saja dan terlihat biasa saja karena hal seperti ini sudah biasa mereka lihat bahkan nara biasanya melakukan hal lebih dari ini pikir mereka semua.


Kemudian ayah adi mengambil sebuah pistol yang cukup canggih & hebat ia mulai mematuk pelurunya tepat terkena dada A & mengenai jantung nya, tidak ada suara pistol yang terdengar karena pistol tersebut dirancang khusus untuk mereka bahkan tak ada darah yang terlihat akibat tembakan tersebut namun pistol tersebut langsung menghempas nyawa A begitu saja. Begitulah ke hebat an senjata itu terlihat biasa saja namun dalam hitungan detik siapapun yang terkena tembakan dari pistol tersebut tak kan ada yang selamat. Ayah adi melangkah mundur membiarkan papah nya maju ke depan.


Kini opa kusuma sudah memegang sebuah pisau, ia langsung melempar pisau tepat mengenai dada D lalu opa kusuma melangkah maju mendekati D & langsung menarik pisau tersebut dari dada D & pisau tersebut mengenai organ vitalnya sehingga D langsung menghembuskan nafas terakhirnya.


"Bereskan jenazah mereka, cari dan selamatkan keluarga mereka". Ujar opa kusuma pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Baik tuan besar". Ujar mereka serempak.


Om radit, fajar, revan, alex, & yang lainnya hanya menonton saja.


Sebenarnya radit juga ingin membantu menghabisi mereka berdua namun tak mungkin rasanya jika ia ikut turun tangan, karna semua sudah di pegang oleh kakak & papah nya, oleh sebab itu ia memilih untuk menikmati melihatnya saja karna sudah lama juga ia tak melihat siaran langsung seperti ini. Jika dalang dari semua ini sudah tertangkap baru ia akan turun tangan langsung.


"Ayo kita bersihkan tubuh kita". Seru opa pada mereka.


"Baik opa, sebaiknya opa dan ayah serta om radit kembali ke rumah saja. Biar aku yang menjaga adek di rumah sakit". Pinta nara pada mereka ketika mereka telah rapih & sudah ada di dalam mobil, ia tak mau opa nya kelelahan.


"Hem jaga princess dengan baik". Ujar opa kusuma dengan penuh sayang.

__ADS_1


"Ayah boleh aku meminta alex untuk menghandle urusan kantor untuk beberapa hari saja". Ujar nara meminta izin pada ayahnya, meskipun ia kini seorang CEO tapi jika soal perusahaan ia akan tetap meminta pendapat ayahnya.


"Baiklah lakukan saja". Ujar ayah adi menyetujui keinginan nara karena memang ini bukan waktunya tepat memikirkan perusahaan.


"Kamu pindah mobil langsung kembali ke rumah sakit, jika ada apa - apa kabarin kami". Ujar om radit.


"Baik om". Ujar nara kemudian supir mereka menepi lalu pindah membawa mobil miliknya sendiri.


"Hati - hati kak". Ujar ayah adi mengingat kan anak sulungnya.


"Siap yah". Ujar nara memasuki mobilnya di kursi belakang, ia membiarkan supirnya saja yang membawa mobilnya. Karna ia merasa sedikit lelah.


"Kita kembali ke rumah sakit pak". Ujar nara pada supirnya.


"Baik tuan". Ujar sang supir langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit tempat keysha di rawat.


"Kau beristirahat lah aku akan menginap disini". Ujar nara ketika mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit.


"Baik tuan hati - hati, semoga nona keysha lekas membaik". Ujar supir tersebut.


"Hem terima kasih". Ujar nara keluar dari mobil bergegas menuju rumah sakit.


Ketika baru hendak memasuki lift ia bertemu alvin oleh sebab itu mereka masuk bersama ke ruangan adik mereka.


Untuk fajar, alex, revan, serta yang lainnya mereka sudah kembali masing - masing membawa kendaraan mereka sendiri.


(Yang pengen tau kenapa fajar, alex, & yang lain ikut hadir di markas namun tak melakukan apapun. jawabannya karena mereka penasaran kematian seperti apa yang akan dialami oleh A & D, oleh sebab itu mereka turut hadir karena ingin menyaksikan secara langsung_authorpov)


"Bagaimana kondisi adik ku dan arga". Tanya nara pada bodyguard yang menjaga di depan pintu ruangan keysha.


"Mereka baik - baik saja tuan bahkan mereka semakin mesra". Ujar salah satu bodyguard tersebut dengan tersenyum. Nara mengernyitkan dahi nya karena bingung, mereka yang memahami itupun langsung menunjukkan rekaman cctv adegan kiss keysha & arga.


Alvin & nara yang melihat nya pun tertawa lucu, mereka tak menyangka jika adik mereka berani melakukan itu. Tapi mereka bersyukur itu tandanya keysha & arga sudah menerima satu sama lain....


~Nara Pov Off


*********


Hai Gengs aku up 1 Bab dulu ya next time aku up 2 bab dehπŸ˜…


Jangan Lupa tinggal kan jejak kalian untuk ku yaπŸ˜‰πŸ˜šπŸ˜πŸ˜˜


I Love You AllπŸ˜˜πŸ˜πŸ’—πŸ’žπŸ’–

__ADS_1


__ADS_2