
"Vanya bagas sejak kapan kalian ada disini". Teriak keysha pada vanya dan bagas yang baru duduk di sofa.
"Sejak kalian berdua ciuman". Ujar bagas dengan santai.
"Gue gak nyangka lo bisa kek gitu ga". Ejek bagas pada arga.
"Apaan lo lebih parah dari gue ya". Ujar arga dengan santai seolah tak terjadi apa - apa. Lagi pula ia melakukannya dengan orang yang di cintai nya jadi buat apa malu pikirnya.
"Mana ada lo lebih jago dari gue ya bahkan lebih profesional dari gue". Elak bagas pada arga.
Keysha & vanya yang mendengar pembicaraan mesum bagas & arga pun menjadi kesal. Mereka sama - sama mengambil bantal untuk memukul arga & bagas.
"Dasar mesum seberapa sering kamu melakukan itu pada wanita lain". Ujar keysha marah & melempar bantal nya tepat ke wajah arga & berhasil mengenainya.
"Parah lo gas, gue gak nyangka lo kek gitu". Ujar vanya memukuli bagas dengan bantal sofa.
"Mana pernah aku begitu dengan wanita lain key". Ujar arga dengan tegas.
"Oh gitu ya gak usah bohong kamu". Ujar keysha tak percaya.
"Serius kamu yang pertama dan terakhir". Ujar arga dengan serius tanpa keraguan sedikit pun. Keysha yang melihat ke seriusan arga pun merasa senang, ia tersenyum dengan tipis namun tak ada yang dapat melihat senyumnya.
"Uekh kok gue geli ya denger nya". Ujar bagas pura - pura jijik.
"Ekhem kek nya ada yang mulai bucin nih". Ejek vanya pada arga.
"Oke aku percaya". Ujar keysha dengan datar berusaha menutupi rasa senang nya.
"Cie manggil nya aku kamu". Ejek vanya kembali. Bagas pun ikut mengejek kedua sejoli itu.
"Berisik kalian". Ujar arga & keysha berbarengan.
"Cie kompak". Ujar vanya & bagas berbarengan
"Cie ngomong nya barengan". Ejek keysha kembali pada bagas & vanya.
"Siapa yang barengan, lo ngapain ngikutin gue sih". Elak vanya dengan kesal.
"Mana ada gue ikutin, lo kali yang ngikutin gue". Ujar bagas tak terima. Sehingga mereka adu omong.
"Lah mana berantem, berisik kalian ngapain kesini". Ujar arga pada vanya dan bagas.
"Oh iya lupa ini pesenan lo key". Ujar vanya memberikan cemilan pesanan keysha.
"Thanks beby". ujar keysha langsung menikmati cemilan kesukaan nya.
"Lo ngapain kesini". Ujar arga pada bagas.
"Gak sengaja ketemu vanya di jalan tadi makanya sekalian gue temenin dia kesini". Ujar bagas yang memang bertemu vanya di jalan tadi.
__ADS_1
"Oh lo gak bawa sesuatu untuk gue gitu". Ujar arga yang sedang menginginkan sesuatu. Bagas yang memahami pun langsung memberikan makanan kesukaan arga.
"Thanks lo emang sahabat gue yang the best". Ujar arga tersenyum bangga, entah mengapa semenjak kenal keysha ia jadi mudah tersenyum sekarang.
"Hah gue gak salah nih seorang arga ternyata bisa tersenyum". Ejek bagas sembari mengucek matanya seolah tak percaya padahal ia sangat mengenal arga.
"Diem lo, udah sana pulang nanti ke malaman". Ujar arga mengusir bagas untuk pulang.
"Gue minep disini ya key". Ujar vanya memelas.
"Iya gue juga". Imbuh bagas.
"Enggak". Seru arga & keysha dengan tegas.
"Assalamu'alaikum". Salam kak nara & alvin yang datang bersama.
"Wa'alaikum salam". Ujar mereka serempak.
"Urusan kakak sudah selesai". Tanya keysha pada kakaknya.
"Hem sudah". Ujar kak nara mengangguk lalu duduk di sofa sedikit merenggangkan ototnya.
"Nah pas ada kak nara". Ujar vanya menyeringai.
"Kenapa". Tanya nara dengan selidik.
"Kakak aku boleh minap disini kan". Ujar vanya dengan suara yang manja.
"Nah bener bang kita boleh minap disini kan". Ujar bagas pada bang alvin.
"Tidak boleh". Ujar alvin & nara bersamaan.
Arga & keysha yang mendengar nya pun ikut senang.
"Tuh denger, udah sana kalian pulang". Usir arga & keysha pada vanya & bagas.
"Oke kita pulang, ayo bagas anterin gue pulang". Ujar vanya akhirnya mengalah.
"Lah siapa yang mau nganterin lo pulang". Ujar bagas tidak mau mengantar vanya pulang.
"Key lihat bagas tak mau mengantar gue pulang". Rengek vanya pada bagas.
Baru keysha ingin menjawab sudah di jawab duluan oleh kak nara & bang alvin .
"Antarkan vanya pulang gas, awas jika kamu tak mau". Seru bang alvin. Bagas yang mendengar perkataan bang alvin pun akhirnya menurut.
"Hem iya". Ujar bagas dengan malas.
"Hati - hati kalau ada apa - apa langsung telpon kami". Seru kak nara khawatir.
__ADS_1
"Oke kami pamit dulu kak". Ujar bagas.
"Assalamualaikum". Salam vanya pada mereka.
********
"Sudah sana kalian istirahat". Seru kak nara pada keysha & arga. Saat ini nara duduk tepat di samping keysha.
"Hem". Keysha yang mulai mengantuk.
"Tunggu kenapa bibir kamu merah dek". Ujar kak nara penasaran karna bibir keysha sedikit merah karna arga mencium nya dengan kasar tadi. Keysha Yang mendengar perkataan kakaknya pun sedikit terkejut, namun dengan cepat ia menetral kan perasaannya.
"Masa sih, entah lah adek juga gak tau mungkin efek obat". Ujar keysha dengan santai seolah tak terjadi apapun.
"Yakin kamu gak papa". Tanya nara curiga.
"Iya sudah diam aku ngantuk mau tidur". Ujar keysha memejamkan matanya.
Nara yang melihat tingkat adek nya pun tersenyum kecil. Padahal ia tau apa yang sudah adiknya lakukan dengan arga, karna bodyguard yang berjaga di depan pintu kamar mereka melaporkan hal itu pada nara.
"Ternyata kamu nakal ya dek". Ujar bang alvin pada adik nya.
"Apaan". Tanya arga dengan bingung. Alvin pun membisikkan sesuatu di telinga arga.
Arga yang mendengar nya pun terkejut.
"Diam aku mau tidur". Ujar arga dengan malu lalu ia tidur membelakangi bang alvin yang ada di sebelahnya.
Alvin yang melihat nya pun tergelak akhirnya ia punya senjata untuk mengejek adiknya pekik nya. Karna selama ini arga sering mengejek alvin yang bucin.
"Ekhem bagaimana apakah semua sudah selesai". Ujar alvin ketika melihat arga & keysha tertidur pulas.
"Sudah aku mengeksekusi mereka tanpa ampun" ujar nara dengan santai.
"Padahal jika kau mau, kau bisa menangkap dalang di balik semua ini dengan mudah. Mengapa kau seperti membiarkan mereka begitu saja". Ujar alvin penasaran.
"Ya kamu memang benar, aku sengaja melakukan ini lagi pula bukti yang terkumpul belum cukup, aku mau saat waktu nya tiba nanti mereka lah yang mengakui kesalahan mereka sendiri". Ujar nara dengan nada datarnya.
"Aku memang terlihat diam, namun tanpa mereka sadari bahwa aku telah membuat sebuah perangkap besar untuk mereka semua. Sehingga aku yakin saat waktu yang tepat nanti mereka semua akan tertangkap dan habis di tanganku nanti". Ujar nara dengan senyum misterius nya siapapun yang melihatnya akan merasakan takut & ngeri.
"Hem habisi mereka tanpa sisa sedikit pun". Ujar alvin ikut tersenyum, namun senyum mengartikan banyak makna.
**************
Hai Welcome Back To My Story
Maaf aku telat up nya, aku baru ada kesempatan untuk update.
Oya bagaimana kabar kalian pasti pada baik - baik aja kan heheheh, sama aku juga baik - baik aja kok wkwkwk๐. Jaga kesehatan kalian selalu ya gengs.
__ADS_1
Titipkan salam cinta untukku ya dengan
Like, Koment, Vote, Beri Hadiah, & Tambahkan Favorite ๐๐๐๐๐ค