Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 78 - Koma


__ADS_3

Tiga puluh menit sudah berlalu, alex datang membawa pakaian ganti untuk Ayah adi, Nara, Arga, Rama, & Bima. Mengingat pakaian mereka yang berlumuran darah.


.


Ayah adi menerima paper bag yang berisi pakaiannya.


"Ganti dulu pakaian kalian". Ucap ayah adi.


.


"Tidak ayah arga tak mau meninggalkan keysha sedetikpun". Ucap arga menolak sungguh ia merasa sangat mengkhawatirkan istrinya, ia takut jika pergi sebentar saja keysha akan pergi darinya.


.


"Ya ayah nara pun tak mau meninggalkan adek, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan adek nanti". Ucap nara kacau.


.


"Ayah tau kalian sangat mengkhawatirkan keysha, ayah pun sama keysha itu putri ayah. Ayah merasa gagal melindungi putri ayah sendiri, bukan hanya kalian yang hancur ayah lebih merasa hancur dibanding kalian". Ucap ayah adi meninggi kan suaranya, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya tumpah sudah.


.


Mereka semua terdiam, ya mereka lupa jika bukan hanya mereka yang merasa gagal.


.


"Cepat bersihkan tubuh kalian semua, keysha sangat tak menyukai darah". Ucap ayah adi menghapus air matanya lalu menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya.


.


Nara pun menyusul ayah adi.


.


"Pergilah nak, papah akan menunggu disini". Ucap papah agung. Arga mengangguk, ia menepuk lengan rama agar ikut membersihkan diri juga. Rama pun mengikuti nya.


.


Vanya melihat kak bima yang enggan pergi.


"Pergilah kak biar aku yang menjaga rara". Ucap vanya. Bima pun mengangguk.


.


Vanya merasa prihatin kepada rara karna sejak tadi tak ada keluarga rara yang datang untuk mencari rara.


.


Mamah ayu mengajak bunda sukma untuk duduk karna sedari tadi mereka hanya berdiri saja.


.


Siska datang bersama nathan & kevin, tangan mereka membawa banyak minuman & makanan.


"Bagikan minuman itu pada semua orang". Ucap siska pada nathan. Nathan mengangguk.


Mereka semua menerima minuman itu, tenggorokan mereka semua benar - benar terasa kering jadi mereka langsung meminum air itu.


"Bagaimana keadaan rara, keysha, arga, dan alya". Tanya siska.


.


"Belum dokter masih menangani mereka". Vanya menggeleng sebab sudah hampir satu jam dokter belum ada yang keluar.


.

__ADS_1


"Tapi sis kemana keluarga rara kenapa sejak tadi mereka tak ada yang datang". Tanya Vanya.


.


Ucapan Vanya membuat mereka semua menoleh kearah siska, ya mereka juga sama penasaran nya.


Siska menghela nafas sesaat ia merasa berat, namun ia harus memberitahu semuanya.


"Rara adalah anak broken home, mamah dan papah-nya sudah bercerai sejak ia lulus SD. Mereka bercerai karena papah nya selingkuh, saat ini rara tak tahu papahnya ada dimana yang jelas papahnya sudah menikah dengan pelakor itu. Sedangkan mamahnya saat ini ada di jepang, rara sempat ikut mamahnya, namun saat tahu reynan meninggal ia memutuskan untuk kembali kesini. Saat tersulitnya hanya reynan yang selalu ada untuknya. Rey selalu memberikan kehangatan yang selama ini tak ia dapatkan dari keluarga nya, rey adalah cinta pertamanya ia sangat mencintai rey melebihi dirinya sendiri". Ucap siska.


Mereka semua terkejut mendengar ucapan siska, mereka merasa kasihan sekaligus iba dengan rara.


Bahkan bima, arga, rama, kak nara, & ayah adi pun terkejut mendengar nya.


"Oleh sebab itu ia membenci keysha". Ucap vanya.


"Ya lebih tepatnya bukan benci, rara hanya merasa hancur saat tahu rey meninggal karena berusaha melindungi keysha, ia merasa sedih karena tak bisa berada disamping rey saat terakhirnya ia kehilangan semangat hidupnya. Rara hanya ingin membalaskan rasa sakitnya pada keysha, tapi ia tak pernah berniat untuk membunuh keysha oleh sebab itu ia berusaha menggagalkan aksi paman Richard siapa sangka ternyata pamannya pun ikut menyakiti nya. Bukan hanya secara fisik bahkan batin nya pun terluka. Untuk kesekian kalinya batinnya lagi - lagi terluka". Ucap siska menunduk mengeluarkan air matanya, ia benar - benar tak sanggup jika harus melihat mental rara kembali hancur lagi.


.


.


Hati mereka semua ter iris mendengar ucapan siska. Vanya langsung memeluk siska.


.


.


Dokter yang menangani rara keluar.


"Keluarga rara".


.


.


"Kalian siapa nya pasien". Tanya dokter tersebut.


.


"Saya sahabatnya". Ucap siska


.


"Saya calon suami nya". Ucap bima, sontak membuat mereka terkejut.


.


"Bagaimana keadaannya". Ucap bima kembali.


.


"Keadaannya sudah baik - baik saja, tak ada luka yang serius. Hanya saja tulang punggungnya mengalami sedikit keretakan jadi pasien harus dirawat sampai punggungnya benar - benar sembuh".


.


"Siapa wali pasien, saya membutuhkan tanda tangan untuk persetujuan. dan yang jelas wali pasien harus orang dewasa". Ucap dokter tersebut melihat umur bima & siska yang masih tergolong muda.


.


"Saya yang akan menjadi wali dari rara, orang tua nya tak ada disini jadi saya yang akan menjadi walinya. Gabungkan saja surat - suratnya dengan putri ku keysha". Ucap ayah adi. Ia merasa tak tega dengan rara bagaimana pun rara adalah putri dari anggun yoseptha salah satu teman dekatnya saat masih SMP dulu. Namun semenjak lulus SMP mereka belum pernah bertemu lagi, oleh sebab itu ia terkejut saat mengetahui kehidupan anggun yang sekarang.


.


"Baiklah pasien akan segera kami pindahkan ke ruang rawat".

__ADS_1


.


Setelah itu keluar dua orang dokter dari dalam UGD.


"Bagaimana keadaan mereka dok". Ucap mereka semua.


.


"Kami sudah berhasil mengeluarkan peluru dari lengan arkan, pasien harus memakai gift untuk sementara. Selain itu tak ada luka yang cukup serius. Pasien akan segera kami pindahkan keruang rawat". Ucap dokter nana yang menangani arkan


.


"Alya sudah berhasil melewati masa kritisnya, pasien mengalami geger otak akibat benturan yang cukup keras". Ucap dokter tama yang menangani alya.


.


"Apakah putriku akan amnesia". Ucap Rangga papah dari alya. Ia ditemani asisten kepercayaan nya. Istrinya telah meninggal sejak alya masih kecil.


.


"Untuk mengetahui kondisi nya lebih lanjut kita harus menunggu pasien sadar terlebih dahulu, kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat".


.


Mereka semua cemas karena hanya keysha yang belum ada kabarnya sejak tadi bahkan ini sudah dua jam berlalu, tapi tak ada tanda - tanda keysha keluar.


.


Tak lama revan & dokter lainnya pun keluar.


.


"Bagaimana keadaan adik ku". Ucap nara.


.


"Kami sudah berhasil mengeluarkan racun yang ada di tubuh keysha, tapi trauma keysha kambuh. Ingatannya terbentur dengan peristiwa beberapa tahun yang lalu, sehingga keysha mengalami koma". Ucap revan


Deg... bak tersambar petir mereka semua benar - benar terkejut.


"Apa koma, bagaimana bisa putri ku koma. Berapa lama keysha bisa bangun". Ucap adi.


.


"Itu tidak bisa di pastikan, bisa berhari - hari, mingguan, bulanan, atau mungkin tahunan. Bukan hanya itu keadaan keysha sangat rentan sekarang, nyawanya bisa dalam bahaya kapan saja. Bahkan yang ditakutkan ketika keysha sadar nanti keadaan mentalnya bisa lebih parah dari sebelumnya.". Ucap revan.


.


"Kenapa kalian tidak ada yang memberitahu ku tentang keysha sebenarnya, sejak kapan keysha memiliki trauma. Apakah hanya aku saja yang tak tahu akan semua ini". Ucap arga meninggikan suaranya, ia menatap kedua orang tuanya, kakaknya, mertuanya, kak nara, & semua yang ada disitu secara bergantian.


.


Mereka semua menunduk karena merasa bersalah tak memberitahu arga tentang kondisi keysha yang sebenarnya. Mereka pikir biar keysha sendiri yang memberitahu arga, tapi ternyata keysha belum juga memberitahu arga.


.


"Apakah ini yang dimaksud perkataan kakak, tentang rahasia itu dan kakak selalu berkata keysha berbeda". Tanya arga pada kak nara.


.


Nara mengangguk. Arga menangis memukul dadanya yang terasa sangat sesak, sakit ia merasa seperti tercekik ingin bernafas rasanya sangat sulit.


.


Mengapa, mengapa hanya aku yang tak tahu tentang keadaan istriku sendiri selama ini. Ucap arga tentunya hanya dalam hati saja karena suaranya tercekat tak bisa keluar. Sungguh ia merasa di bodohi selama ini

__ADS_1


__ADS_2