Healer Of My Heart

Healer Of My Heart
Bab 67 - Siska & Rara Berulah


__ADS_3

"Lo yakin kali ini kita akan berhasil". Ucap rara pada siska.


"Ya gue yakin lo tenang aja, gue jamin keysha bakal kesini". Ucap siska menyeringai.


*****


Sementara itu keysha mendapatkan chat dari arga...


"Temui aku di kolam renang sekolah". Whatsapp arga📩📲


Keysha merasa heran karena tak biasanya arga mengajak bertemu di kolam renang.


Saat keysha hendak menelpon arga nomor nya sudah tak aktif.


Entah mengapa keysha khawatir terhadap arga, dan ia berusaha mencari arga namun tak dapat menemukannya.


"Lo kenapa tumben sibuk mencari arga". Ucap kevin yang ikut membantu keysha mencari arga.


"Arga tadi chat gue, dia minta gue datang ke kolam renang tapi waktu gue coba telpon nomornya tak aktif". Jelas keysha perasaan nya campur aduk antara khawatir namun juga terbesit rasa curiga.


Hingga akhirnya mereka mengetahui arga tengah rapat osis dan handphone nya hilang.


"Lo merasa ada yang aneh tidak key". Ucap kevin mengangkat satu alisnya setelah mengetahui arga ada dimana.


Keysha mengangguk karena memikirkan hal yang sama.


"Fine gue rasa ada yang mau menjebak gue". Ucap keysha karena ia tak lah bodoh.


"Mau coba ikutin permainannya gak". Ucap kevin menyeringai.


"Ya lo ikutin gue, rekam semua kejadian. Gue bakal datang kesana sekarang". Ucap keysha dengan ekspresinya yang tak terbaca.


Akhirnya keysha datang ke kolam renang. Keysha mengamati seluruh kolam renang


"Ga lo dimana". Ucap keysha seolah - olah tengah mencari arga.


Tak lama terdengar derap langkah, jika di perhatikan dengan seksama terdengar dua derap langkah secara bersamaan.


Keysha tersenyum tipis, lalu ia berbalik dan pura - pura terkejut.


"Kenapa ada kalian, dimana arga". Ucap keysha mengedarkan pandangannya.


"Ia tak kan datang". Ucap rara dengan seringainya.


"Why". Keysha mengangkat satu alisnya.


Sungguh keysha merasa muak harus berakting begini, tapi ia harus mengikut permainan mereka.


Siska memperhatikan keysha terlihat enggan berdiri di dekat kolam, dari situ ia yakin keysha pasti tak bisa berenang karena selama ini keysha juga tak pernah ikut olah raga renang.

__ADS_1


"Karena kita berdua yang mengirim chat itu". Ucap rara menggertakkan giginya, sungguh ia merasa kesal dengan keysha.


Sejujurnya rara tak terlalu membenci keysha, ia hanya merasa iri karena keysha di kelilingi oleh orang yang sangat menyayanginya. Oleh sebab itu ia melampiaskan amarahnya pada keysha & ia juga tau pamannya mempunyai dendam terhadap keluarga keysha, namun ia enggan untuk ikut campur ia akan turun tangan jika ia tengah ingin membalas keysha saja.


"Jadi apa mau kalian". Ucap keysha tak ingin berbasa basi.


Rara terkekeh mendengar ucapan keysha, "Santai sayang gue cuma lo celaka saja". Ucap rara melangkah maju, keysha tanpa sadar memundurkan langkahnya saja. Saat ia sekilas melihat ujung matanya ia tersadar kalau ia melangkah mendekati kolam renang.


Siska yang tak sabaran langsung ikut maju & mendorong keysha dengan kencang ke kolam renang.


"Byuurrr". Suara air begitu kencang ketika keysha tercebur.


"Apa yang kalian lakukan". Ucap kevin dengan wajah tanpa ekspresi.


"Lo". Tunjuk rara menegang, namun secepat kilat ia langsung berlari.


"Semua perbuatan kalian sudah gue video in". Ucap kevin tersenyum mengejek.


"Kalian sengaja menjebak kita". Ucap siska dengan rahang yang mengeras.


"Yap tapi tenang gue tidak akan menyebarkan video ini, dan tak akan melaporkan ke guru BK". Ucap kevin menyeringai.


"Apa lo". Ucap rara tak ingin berbelit.


"Jangan ganggu keysha lagi, kalau tak kalian akan tau akibatnya". Ucap kevin dengan mata yang setajam elang.


"Tenang, ayo kita pergi". Bisik rara menarik siska pergi.


Siska punya tempramen yang buruk ketika marah ia akan meledak ledak, hingga butuh mengonsumsi obat untuk menenangkannya.


Saat rara & siska pergi kevin mendekati kolam.


"Sudah cukup menyelam nya jangan terlalu lama". Ucap kevin memperingati keysha yang sedari tadi diam asik menahan nafas di dalam kolam.


Mendengar perkataan kevin keysha pun langsung naik kepermukaan.


Keysha berdecak & mencebikkan bibirnya.


"Kau mengganggu ketenangan ku".


Kevin ikut mencemburkan dirinya ke kolam renang.


"Ternyata menyegarkan ya siang - siang begini berenang". Ucap kevin tersenyum merasakan sensasi dingin dari air kolam.


Keysha terkekeh melihat tingkah kevin yang kekanakan, tak banyak orang yang tau sisi lain kevin.


*****


"Kembalikan ponsel gue". Ucap arga dengan marah karena rara & siska mengambil handphone nya tanpa se izinnya.

__ADS_1


"Maaf aku tak bermaksud lancang mengambil handphone mu". Ucap siska menundukkan kepalanya.


Namun arga tak menjawab sepatah kata pun langsung pergi begitu mendapatkan handphone nya.


"Arga". Siska berteriak dengan kencang hingga urat lehernya terlihat.


Namun arga tak menghiraukannya.


Siska hanya bisa menatap punggung arga yang kian menghilang dari pandangannya.


"Apa gue tak pantas untuk di cintai". Ucap siska dengan derai air matanya.


"Lo layak untuk di cintai cuma mata arga saja yang buta tak bisa membedakan mana yang batu berlian dan mana yang batu kali". Ucap rara dengan asal.


Siska terkekeh mendengar penuturan rara, sungguh rara memang sahabat yang baik ia bisa menghibur siska dengan mudah.


"Sudah mari kita bersenang - senang, lo mau kita kemana". Ucap rara tersenyum tulus.


******


"Lo baik - baik saja kan key". Ucap vanya ketika mereka tengah menikmati makan siang di sebuah cafe yang cukup terkenal di kalangan remaja seusia mereka.


"Yes, i'm fine". Ucap keysha tersenyum sesaat untuk meyakinkan vanya.


"Gue tidak menyangka itu nenek lampir bakal berulah lagi, lo juga kev kenapa tidak bilang sama gue". Ucap vanya dengan geram.


"Malas". Ucap kevin dengan singkat & acuh.


"Lo". Vanya menunjuk kevin dengan geram.


Kevin mengedikkan bahunya, merasa masa bodoh. Ia malah asik menikmati makanannya dengan tenang.


*****


Tanpa terasa waktu telah bergulir dengan cepat kini mereka sudah naik ke kelas 12 bahkan kak bima pun telah lulus sekolah.


Hubungan keysha & Alya pun mulai membaik begitupun dengan yang lainnya walau terkadang mereka sering berdebat karena hal sepele namun itu tak membuat persahabatan mereka terpecah belah lagi.


Orang tua keysha pun sudah kembali ke jakarta, begitupun dengan opah yang kini sudah kembali ke indonesia, sehingga mereka bisa menikmati akhir pekan bersama.


Namun om radit belum kembali karena harus mengurus perusahaannya serta putrinya.


"Sayang ada yang mau bunda dan ayah bicarakan". Ucap bunda sembari menyajikan makanan ke piring suaminya & papah kusuma.


"Ada apa bun". Ucap keysha sembari menikmati makan malamnya.


"Selesaikan dulu makannya, setelah ini kita kumpul di ruang keluarga". Ucap ayah seperti memerintah.


Keysha hanya mengangguk saja.

__ADS_1


__ADS_2